MY DEARY

MY DEARY
CINTA DAFA



Hari berlalu kini menjadi pagi hanna yg begitu merasa terganggu dengan perkataan dafa membuat nya tidak bisa tidur. hanna terus terngiang ngiang perkataan dafa yg mengungkapkan perasaannya begutu terus terang "aku mencintaimu".


Hanna menghela nafas nya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya agar sedikit lebih fresh.


...****************...


Suara ponsel berdering begitu saja dafa yg tengah melamun memikirkan kata-kata nya yg terlepas dari bibirnya begitu saja pada hanna, telah disadari dafa bahwa akan membuat jarak di antara mereka sedikit merenggang yg sudah sedikit membaik.


Kringgg....


Kringgg....


Suara dering ponselnya terus berbunyi dafa pun mendekati lakas nya dan mengambil benda pipih miliknya itu, terlihat bertuliskan nama yg tidak asing baginya dafa menghela nafas nya dan meletakan kembali ponselnya tanpa mengangkat panggilannya.


siapa ya yg menghubungi dafa.


"Tidak penting" sinis.


Dafa pergi mengambil handuknya dan segera ke kamar mandi. dafa menyalakan air shower dan membiarkan aliran air membasahi kepala dan tubuhnya seketika dafa teringat kembali wajah sayu hanna saat tertidur di pelukannya.


"Hanna, dia membuatku tidak berhenti memikirkannya, aku benar-benar mencintaimu hanna aku mencintaimu" ucap dafa


15menit kemudian


Dafa keluar dari kamar mandinya dengan setengah telanjang yg terlihat begitu kekar, dafa mengambil pakaiannya yg sudah di siapkan nya sebelum mandi dafa terkejut seketika ada seorang gadis memeluk nya dari belakang.


"Hay dafa." suara seorang gadia sedikit mendesah.


"Ehh siapa lho" melepaskan kan tangan yg memeluk tubuhnya. "kasar banget sih kamu, kamu gak kangen sama aku?" seru gadis di depan dafa.


"Jaga kelakuan lho ini rumah gue bukan rumah lho, siapa yg ngijinin lho masuk kekamar gue tanpa se ijin gu" tatap tajam dafa pada gadis di hadapannya.


"Gue gak perlu ijin siapa-siapa buat masuk le kamar cowok gue" mengerutkan dahinya dan duduk di atas ranjang berukuran big size itu.


"Keluar lho sekarang " titah dafa sedikit keras. "apaan sih lho gue cewek lho, gue tunangan lho dafa lho ingat itu kan" ujar gadis di depan nya kesal.


"Gue inget semua nya, gue ingat lho pernah jadi cewek gue, gue inget lho pernah jadi tunangan gue dan gue inget dimana lho ninggalin gue hanya demi cowok kaya kebarat baratan itu ,sejak saat itu lho udah bukan siapa-siapa gue elsa priatnada mugda" menatap tajam elsa yg tengah memalingkan wajahnya karna ucapan dafa.


Dafa mengenakan pakaian nya dan memakai kemejanya, berwarna biru dengan paduan jas hitam dengan syal. elsa tak memperdulikan ucapan dafa dia tetap mendekati dafa memanfaatkan tubuhnya yg mengenakan dress setengah paha juga belahan baju nya yg terbuka.


"Gue sadar gue salah daf tapi, sekarang gue mau balik ama lho gue cinta lho" memegang tangan dafa dan menaruhnya di bagian benda kembarnya, dafa seketika menepiskan tangan nya dari elsa.


"Cihh lho begitu menjijikan elsa,, lho pikir gue akan tergiur dengan tubuh lho "seru dafa meninggalkan elsa disana tanpa memperdulikan sikapnya.


"Sialan,,,, gue gak akan lepasin lho gitu aja dafa , gue akan buat lho balik kepelukan gue apapun caranya" gumam elsa kesal.


Elsa pergi meninggalkan rumah dafa dan mengendarai mobil nya.


...----------------...


Hanna yg sudah terlihat rapi dengan dress berwarna biru muda dengan rambut yg terikat sedikit berantakan namun menjadikan wajahnya begitu menarik, namun karna dia seorang diri di rumahnya penghilang kebosanan nya hanya menyirami tanaman di halaman.


Sebuah mobil hitam yg terlihat mewah memasuki halaman nya, hanna yg terus memandangi mobil itu sanfat tidak asing baginya. seorang pria turun dari mobilnya dan mendekati hanna.


"Hanna" menatap sayu wajah hanna dari samping.


"Kamu daf, kamu ngapain kesini bukannya kamu kerja" ketus hanna tanpa menatap dafa.


"Aku ingin ngmong sesuatu sama kamu" menundukan pandangan nya sejajar dengan wajah hanna.


"Hanna aku mau . . . " terhenti. "aku udah tau apa yg mau katakan" memotong perkataan dafa sembari mematikan keran air. hanna pergi memasuki rumahnya dan mengabaikan kehadiran dafa.


"Han, bisakah kamu memaafkan aku kasih aku kesempatan" dafa mengikuti hanna dari belakang. "Hah, kesempatan?,kesempatan apa lagian kamu minta maaf untuk apa daf?" masih mengalihkan dirinya pada hal lain.


"Hanna .." panggil dafa memegang tangannya.


Dafa sangat sedih melihat raut wajah kesal dari hanna, dafa hanya berdiam diri melihat hanna yg mengacuhkannya tanpa berkata.


"Baiklah kalo kamu gak mau ngomong sama aku, aku bakal nungguin kamu di luar sampe kamu mau ngomong sama aku" seru dafa sembari teriak pada hanna dan melangkah keluar.


Hanna yg tak menghiraukannya masuk kedalam rumah dan mengunci pintu rumahnya, dafa berdiam diri bangku taman berharap hanna akan menghampirinya dan membuka pintu maaf atas kelancangannya.


"Dafa kamu bener-bener keras kepala banget" mengintip dibalik tirai jendela. hanna yg sedikit khawatir pada dafa melihat langit yg telah berubah menjadi gelap dafa terkekeh menunggu hanna datang menghampirinya.


"Han aku akan tunggu kamu apapun itu meski gelap ataupun hujan sekalipun aku tidak akan pergi" ujar dafa berteriak-teriak.


"Tuh anak kepala batu banget dehh gimana kalo ujan basah kuyup dia, ahhh kenapa aku harus peduli itu ulah dia sendiri siapa suruh nungguin di luar" menyandarkan kepalanya pada dudukan atas ranjangnya.


Gemuruh dari langit pun sudah terdengar seakan-akan mau turun hujan, hanna semakin cemas saat daffa bersikeras untuk menunggunya.


"Dafa ngapain sih, kaya anak kecil banget dia aku udah bilang gak marah ya emang sedikit kesal karna kamu udah gak sopan, tapi mana mungkin aku biarin keras kepalanya itu''gerutu hanna kesal melihat sikap dafa.


Hanna turun dari kamar nya dan bergegas ke dapur mengambil sebuah payung namun saat dia telah di depan pintu langkah nya pun terhenti,


"Ngapain aku peduli ntar dia GR lagih" hanna pun melempar payungnya di atas meja. hanna terdiam di sudut pojok sofa dan mulai gelisah dia hanya memandangi tirai jendela disana tanpa menyingkap nya.


Waktu telah menunjukan pukul 09.30 malam.


Hanna yg tak sengaja tertidur di sofa terbangun mendengar petir yg menggelegar, hanna menggeliatkan tubuhnya dia pun baru sadar bahwa dia tertidur disana hanna teringat dafa dan khawatir dia masih menunggunya di luar sedangkan hujan masih terdengar deras.


"Mungkin aku coba liat dulu deh siapa tau dia udah pergi" ucap hanna pelan menyingkap tirai jendela dekat pintu betapa terkejutnya hanna ternyata dugaan hanna salah, mata hanna terbelalak dan mendapati dafa yg sudah menggigil kedinginan disana.


"Ahh ya ampun dafa ..." hanna mengambil payung dan segera menghampiri dafa.


"Dafa kenapa kamu keras kepala sekali, hujan nya masih deras dan kamu sedari tadi berdiri disini nanti kaamu sakit daf,"teriak hanna memayungi tubuh dafa


"Demi maaf dari kamu aku rela lakuin ini" ucap dafa kedinginan.


"Dafa ayo kita masuk nanti kamu sakit" ajak hanna pada dafa. "Tidak, aku tidak akan masuk sebelum kamu maafin aku" menolak dan menjauh dari depan hanna. " Dafa jangan keras kepala deh" kesal hanna melihat tingkah dafa.


"Terserah kamu mau bilang apa aku tetep gak akan pergi ikutin kamu kalo kamu belum maafin aku" ujar dafa semakin membeku."Oke..oke.. aku maafin kamu asal kamu ikut aku kedalam rumah" teriak hanna kesal. dafa pun akhinya mau pergi bersama hanna ke dalam rumahnya.


Hanna membawa nya ke dalam kamar tamu dan memberikan pakain ganti untuk dia pakai namun, sebelum menggantinya dafa tergeletak pingsan karna terlalu lama di bawah guyuran hujan.


"Dafa .. dafa.. sadar donk, gimana donk dia pingsan." hanna yg berusaha memapah dafa ke atas ranjang terengah-engah karna tubuh nya yg kecil, sedangkan tubuh dafa yg kekar juga tinggi tak sebanding dengan tubuh hanna yg ramping. hanna pun berusaha dan akhirnya di baringkanlah dafa di atas ranjang berukuran big size itu.


"Gimana ini tubuh nya akan demam jika dia tak mengganti pakaiannya."gumam hanna.


Hanna berusaha membuka semua pakaian dafa dari atas hingga bawah dengan sesekali memejam kan matanya, hanna membalutkan selimut di tubuh dafa sedangkan bagian bawah dafa sudah di baluti sebuah handuk dan di timpah nya dengan dua selimut dia atas nya.


"Dafa kamu nyusahin banget tau dasar cowok ngeselin, sekarang jadi demam kan "gerutu hanna.


Sesaat kemudian hanna mengambil se wadah air hanfat dan mengompreskannya pada dahi dafa, semalaman hanna merawatnya sehingga dia merasa mengantuk dan tertidur di sebelah dafa.


...----------------...


Pagi hari hanna yg masih tertidur pulas karna lelah dafa seketika terbangun dan melihat seisi ruangan, dan melihat gadis cantik di sebelah nya yg tengah tertidur pulas, dafa memandangi nya begitu lama hingga sesaat dia melihat tubuh nya yg sudah terbalut handuk.


"Aakhhhh ... ya ampun kenapa aku tidak memakai baju "teriaknya seketika membangunkan hanna. "Kamu udah sadar dafa?" menggosok-gosok matanya."Hanna apa yg kamu lakukan padaku kenapa aku tidak memakai pakaian" ujar dafa menggoda hanna.


"A...aku melepas pakaian mu daf, karna ... semalam kamu basah kuyup dan demam" ucap hanna seketika membuat pipinya memerah. sembari sedikit menjauh kan dirinya dari dafa. " Benarkahh,, pasti kamu udah ngapa-ngapain aku kan '"goda dafa pada hanna.


"Hah... apa.. aku ngapain kamu sembarangan kalo ngomong" terus menjauhkan dirunya dari dafa yg terus mendekatinya. "Apa kamu gak liat aku gak pakai pakaian sama sekali mungkin kamu, akhh... hanna pasti kamu udah gunain kesempatan biar aku ...." mendekati hanna.


"Jangar ngawur kamu, a..a..aku gak ngapa-ngapain kamu daf, aku cuma melepas pakaian kamu yg basah" punggung hanna terpentok tembok.


"Bilang aja kalo kamu tertarik dengan tubuhku yg seksi ini" goda dafa tanpa henti. "Hahhh.... "terbelalak mendengar celotehan dafa. "dafa kalo kamu udah merasa baik pakai pakaianmu sekarang " memalingkan wajahnya kearah samping.


"Gak usah gitu kali han, bukannya kamu udah tau semua tubuhku" menaikan alisnya menggoda hanna.


"Whatt?" tercengang. "udah pergi sana pakai baju mu kalo ngga mau pakai biar aku ambil lagi pakaian mu" menaikan alisnya, sambil memperlihatkan handuk di tangan nya pada dafa.


Dafa menohok melihat sebuah handuk di tangan hanna da sedikit menurunkan pandangannya, betapa terkejutnya dafa saat dia tak mengenakan handuk "A...apa kamu tidak malu han, mengambil handuk orang yg sedang di pakai" segera mengambil handuk dari tangan hanna dengan panik kemudian memakainya.


Dafa membalut bagian bawah nya dengan handuk kemuadian, hanna yg tertawa melihat kepanikan dafa saat itu membuat dafa kesal dan mengejarnya, mereka saling berlarian kesana kemari sambil tertawa "Kemari kamu han, akan ku balas kamu" mengejar hanna.


"Kejar aja kalo kamu bisa uweeee.... " berlari sambil menjulurkan lidahnya.


"Gadis nakal kemari kamu , "masih mengejar hanna. isi kamar itu menjadi tak karuan karna berantakan. dafa yg tersandung bantal di bawah nya tidak sengaja terjatuh menindihi hanna hingga wajah mereka saling berhadapan satu sama lain.


Brughh....


mereka terjatuh di atas ranjang berukuran big size itu ,hembusan nafas dafa begitu terasa menyentuh wajah halus hanna.


"Hanna kamu cantik.." desus dafa.


Hanna yg mendengar perkataannya, mendorong pelan tubuh dafa yg menindihinya dan berdiri memalingkan wajahnya hanna.


"Mandilah dan... pakai pakaianmu daf, " seru hanna berjalan kelyar kamar dafa dan bergegas menuju kamarnya untuk segera mandi.


Satu minggu yg lalu.


Bayangan hari-hari itu begitu di rasakan dafa dengan menikmati hemparan ombak, dan pantai yg sunyi dia tidak bisa menghilangkan bayangan hanna dari pikirannya, seorang pria angkuh, cuek, juga teramat acuh kini berubah seketika menjadi orang yg lembut penuh perhatian, saat dirinya mulai merasakan cinta yg sesungguhnya.


...****************...


#jangan lupa vote and likenya.