
3 BULAN KEMUDIAN
hari berlalu begitu saja, aghisya menyibukan dirinya di tempat kediaman bibi nya yg bertempatkan di surabaya. kejadian itu masih teringat jelas di dalam benak nya berulang kali satiawan datang kerumah nya meminta maaf kepada orang tuanya
namun, sangat di sayangkan saat orang tua aghisya mulai membuka hatinya untuk memaafkan satiawan aghisya malah menyembunyikan dirinya dari satiawan meski kedua orang tuanya mengetahui aghisya dimana, mereka terlanjur berjanji pada putrinya agar tidak memberitahukan siapapun keberadaannya.
...----------------...
daffa yg sedang terfokus pada berkas yg di genggamnya, seketika teringat pada gadis cantik yg telah merebut hatinya "hanna". sudah begitu lama hanna keluar dari kantor daffa, meski hanna sudah mengajukan pengunduran dirinya melalui surat kepada temannya "alina" namun, daffa tak menggubris permintaan nya, dia masih berharap hanna akan kembali bekerja di kantornya lagi.
"sudah cukup lama aku tidak bertemu denganmu han" gumam dafa.
daffa yg merindukan sosok yg slalu dibuatnya jengkel hanya bisa menatap benda pipih di pegang nya dan mencari kontak bertuliskan nama hanna.
"apa aku harus hubungi dia atau tidak ya" mengarah kan matanya kearah seseorang yg sedang mengetuk pintu ruangannya.
"permisi pak," seorang gadis membuka pintu ruangan kerjanya.
"iya masuk aja, ada apa alina?" menegakkan duduknya. gadis itu menghadap meja kebesaran dafa dan menyerahkan sebuah dokumen berisi jadwal kegiatannya, "pak hari ini ada tiga pertemuan dengan client" seru alina.
dafa yg masih tidak fokus terus terfikir untuk menemui hanna hari ini dia pun bangun dari kursi nyamannya dan segera membawa sebuah jas dan syal nya. "pak , bapak mau kemana hari ini bapak harus bertemu client" serunya. "kamu batalin aja semua aku harus pergi menemui seseorang dan ini lebih penting dari client" menunjukkan tangan nya ke arah dokumen yg tengah di pegang alina.
dafa pergi dan bergegas melajukan kendaraan nya dengan kecepatan standar memecah keramaian jalanan kota jakarta.
...----------------...
20 MENIT KEMUDIAN
mobil dafa sampai di rumah dema terlihat sepi dan sunyi dafa hanya mengedarkan pandangannya melihat rumahnya terlihat bersih namun tidak ada orang satu pun.
"kenapa sepi sekali apa mereka sedang pergi, ahh aku coba aja dulu ketuk siapa tau ada orang di dalam" ucap dafa pelan. dafa pun mendekati pintu nya dan mengetuk pintu rumah itu.
tok...tok...tok...
"permisi"
tok...tok...tok...
tidak ada jawaban di dalam sana dafa pun membalikan tubuhnya dan terdengar suara seaorang di dalam rumah langkah dafa terhenti dan berbalik menghadap pintu.
"tunggu sebentarr.." teriak suara seseorang yg tidak asing baginya.
krek ...
seorang gadis dengan masih mengenakan kimono dan handuk kecil menyelimuti rambut basahnya.
"siap...pa.." terhenti melihat sosok pria di depannya tak lain dafa.
hanna begitu terkejut melihat dafa sudah berdiri di depan pintu rumah itu. "pak..pak dafa" mengadah kan mata nya ke wajah dafa yg sesdikit tinggi darinya. "hanna" ucap dafa.
"pak dafa sedang apa disini" tanya hanna pada pria tampan di hadapannya. "boleh kita bicara diluar hanna.." pinta dafa merentangkan sebelah tangan nya mengarah ke mobilnya. "emmmm... " menggaruk kepalanya yg tidak gatal. hanna baru sadar dia madih mengenakan kimono dan handuk di kepalanya hanna memegang belahan kimononya yg sedikit terbuka. dafa memalingkan pandangannya seraya melihat hanna tengah menutupi bagian tubuhnya yg terbuka.
"a.. aku ganti pakaian dulu silahkan bapak duduk dulu di dalam" mempersilahkan masuk.
hanna berlari kecil menuju kamarnya, dafa menggelengkan kepalanya melihat sikap hanna. dafa duduk di salah satu ujung sofa dia mengedarkan pandangannya menatap hiasan isi rumahnya disana.
15menit kemudian
dafa masih menunggu di ruang tengah sembari menatap bingkai foto berisi gambar hanna dan kakak-kakaknya.
hanna keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga, hanna yg mengenakan dress berwarna putih dan paduan cardigan coklat dengan rambut tergerai.
"maaf pak membuat mu menunggu lama" ucap hanna menghampiri dafa.
dafa terpaku melihat hanna dengan tampilan sederhana dengan riasan wajah tipis terlihat anggun.
"ehh hanna maaf" lamunan dafa terpecah saat hanna menegurnya.
"pak dafa ingin membicarakan apa ?" menatap wajah dafa. "apa kita bisa bicara diluar hanna maksudku sambil minum kopi" ajak dafa pada hanna.
"ya sudah, saya mengambil tas dulu pak sebentar "menganggukan kepalanya. dafa tersenyum senang hanna bersedia pergi bersamanya dafa yg menunggu nya di mobil teringat sàat dia pernah menarik tangan hanna dengan kasar. "apa dia sudah memaafkanku "gumam dafa sembari menunggu hanna.
hanna mengunci pintu rumahnya dan berat melangkahkan kakinya menuju mobil dafa. dafa melihat hanna langsung turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuknya.
hanna yg terdiam melihat perlakuan dafa membuat nya terheran heran.
mereka pun perg, "kita mau kemana pak?" tanya hanna. "bisakah kamu tidak memanggilku dengan formal begitu panggil saja namaku" ucap dafa, "tapi pak " menolehkan wajah nya kearah dafa.
"kamu tersenyum, apa itu sedikit meledekku saat ku bilang aku sudah tua karna panggilan mu" gerutu dafa memacing senyuman dari bibir tipis hanna.
"iya pak upsss.... emm da..fa aku tidak berniat menertawakanmu, bay the way kita mau kemana " tanya hanna melihat keluar jendela mobil. "kita ke caffe kesukaanku giman di ujung sana pasti kamu suka" ujar dafa menunjukan ke suatu tempat.
"oh baiklah '' menganggukkan kepalanya.
...----------------...
seorang gadis menunggu taksi di sebuah bandara tampak cantik dan elegan. beberapa orang memperhatikannya disana, subuah taksi pun berhenti di depan nya
"mau kemana non, " sopir taksi yg bertanya akan tujuan nya. gadis cantik itu hanya memberinya selembar kertas pada pak sopir tersebut, pak sopir pyn menganggut mengerti arah tujuan nya.
45MENIT BERLALU
gadis itu sampai di tujuannya dia pun membawa barang-barang nya. "ini uang nya pak terimakasih" ucap gadis itu memakai blazer bulunya. terlihat gadis itu berhenti di sebuah rumah mewah berhalaman luas.
gadis cantik itu berjalan menuju rumah besar yg sedang di pandang nya di bukakan lah gerbang oleh seorang satpan yg terpaku memandang gadis itu.
"thanks" ucap gadis itu.
dia berjalan dan berhenti di depan pintu dia memijit bel di sebelah pintu. terdengar langkah kaki dari dalam membukakan pintu seorang wanita parubaya menatap terkejut melihat gadis di depan nya.
"jesikaa..' teriak wanita parubaya itu. jesika putrinya tuan haris hatta diatmadja da nyonya mariska diatmadja tak banyak orang tahu mengenai putrinya yg mereka tau bahwa jesika adalah putri dari pemilik saham terbesar di sebuah kampus yg pernah dia sekolahi.
"heloo momski.. who are you doing ?" ucapnya sembari memeluk wanita parubaya di depannya.
"aku baik-baik saja sayang" sahut wanita parubaya di depannya.
'kemana papi " masuk kedalam rumah.
"papi mu kerja sayang mungkin dia akan pulang malam. kenapa kamu tidak memberi tahukan mami kamu akan pulang ke indonesia " mencubit pipi gadis cantik itu. " aku ingin memberikan surprise untuk kalian." menggandeng lengan maminya.
jesika melepas kerinduannya pada maminya, dengan menceritakan tentang london pada ibunya.
...****************...
dafa dan hanna memesan dua cangkir kopi pada pelayan caffe disana, dafa sesekali memandangi wajah cantik hanna yg anggun dengan angin meniup kecil helaian rambut nya.
"emmm ... hanna ?" panggilnya.
'iya pak,, upss maaf dafa" tersenyum.
"kenapa kamu berhenti bekerja di kantorku , apa kamu sebegituh marah nya padaku " ucapan dafa membuat hanna terkejut dengan perkataannya. "uhukk...uhukkk...."
" kamu kenapa hanna, pelayan tolong ambilkan air mineral satu" teriaknya dafa pada salah satu pelayan disana.
"ini mas," menyodorkan sebuah botol minum. "ini minum, hanna agar kamu lebih baik" memberikan botol minum pada hanna, hanna tengadah melihat wajah tampan daffa yg terlihat cemas. "aku tidak apa-apa dafa lidahku sedikit kepanasan saja" memalingkan wajah nya dari dafa.
"dafa denger ya, masalah itu udah lalu aku memang tidak suka perlakuan mu tapi, aku bukan orang pendendam aku sudah melupakan semua itu ko" seru hanna.
"tapi kenapa kamu harus resent dari kantor?" tanya dafa menatap tajam hanna.
"aku hanya ingin istirahat sebentar aja ko daf." mengaduk aduk kopinya.
hanna mulai tak merasa nyaman dengan pertanyaan yg dafa ajukan padanya soal tempo hari. dafa mengetahui apa yg tengah hanna rasakan saat dia mengajukan pertanyaannya sangat terlihat jelas dari raut wajahnya.
"kemana kakak mu kenapa kamu sedirian di rumah itu?" tnya dafa.
"mereka pergi kak dema dan kak resta pergi ke rumah orang tua kak resta, kalo kak stiawan pergi ke bandung untuk urusan pekerjaan." masih memainkan kopinya tanpa menatap wajah dafa.
"sepertinya kamu bosan di sini, apa kamu ingin ke tempat lain?" mengerutkan dahinya.
"boleh tuh" melebarkan matanya dengan semangat. dafa tersenyum kecil melihat reaksi hanna. " emmm maaf" seru hanna tertunduk malu.
"tidak apa" menyimpan beberapa uang di buku menu dan mengajak hanna pergi.
mereka pergi mengendarai mobil ya, dafa hanya mengajaknya berkeliling saja tanpa mengunjungi tempat lain hanna mulai bosan karna dari tadi mereka hanya diam, hanna pun tertidur dalam mobil, dafa yg melihatnya menghentikan mobil nya di pinggir jalan dan memandang wajah polos hanna.
...****************...
#semoga kalian suka dengan cerita ini
#maaf apabila masih banyak kesalahan.
#jangan lupa untuk likenya.