MY DEARY

MY DEARY
Insiden



Alonso tetap mengejar Hanna seakan tak memperdulikan kondisi Hanna yg lemah, Hanna terus berusaha menghindar dari Alonso namun hal yg tak diinginkan terjadi.


Hendak berlari dari Alonso, ajudan Hanna tak di temukan juga hingga Alonso cepat meraih tangan Hanna namun, dengan sekuat tenaga Hanna melepaskan genggaman Alonso dan berlari berniat untuk menyebrang naasnya Hanna tak memperhatikan arah sehingga sebuah mobil menabrak tubuhnya membuatnya terpental.


"Aaaaaaa..........."Sebuah Teriakan mengalihkan perhatian semua orang termasuk Alonso yg juga seketika terdiam .


"Brugh....."


*****Guprakk*****..... "


Alonso yg terdiam dan mulai panik melihat Hanna berselimut darah memenuhi sebagian wajahnya, Alonso pun segera tergugah dari diamnya dan menghampiri Hanna yg tergeletak "Hanna .. Astaga apa yg sudah aku lakukan ini??!" ujar Alonso.


"fradly,,, jangan biarkan mobil yg menabrak Hanna kabur kejar mereka,,"Tegas dengan nada tinggi.


"Aku akan segera membawa mu kerumah sakit bertahanlah .." tuturnya.


"Baik..:"jawab seorang.


Alonso segera membawa Hanna menuju RS yg ia tinggalkan sebelum kejadian, darah yg kian mengalir memenuhi pakaian Alonso.


Hanna segera ditangani dokter untuk mendapatkan perawatan.


"Shittt ..... kenapa harus seperti ini??! ini tidak aku harapkan semua harus bersih tanpa namaku ternoda.." Pergi begitu saja.


......................


Sesampainya Dimas mencari sosok istrinya dan menanyakan pada resepsionis jadwal atas nama Hanna namun, ia mengatakan bahwa Hanna tidak ada masuk ruangan setelah daftar.


Dimas menyadari bahwa tidak ada yg beres pada Hanna setelah bertemu ajudan yg ia perintahkan untuk menjaga Hanna ia pun mengatakan hal yg sama bahwa Hanna masih belum keluar dari RS.


"Kemana Hanna kenapa dia tidak bisa di hubungi?"ujarnya.


"iya,, sangat mengkhawatirkan kondisi wanita itu bukan hanya bayinya tapi, dia juga kehilangan penglihatan nya!!" seorang perawat yg tengah berbincang dengan perawat lainya.


Dimas mendengar jelas perbincangan mereka dan menghampiri nya."Siapa yg kalian bicarakan? bolehkah saya tahu?!"


"Seorang wanita cantik yg sedang hamil muda tertabrak sebuah mobil pak, kalo nggak salah nama pasien hanzella" tutur salah satu perawat.


Bagai tersambar petir disiang hari, lutut nyapun mendadak menjadi lemas dan terduduk kediaman Dimas begitu menggambarkan kesedihan yg begitu mendalam, serasa hancur berkeping-keping dunia saat ia mengetahui bahwa orang yg ia cintai kehilangan penglihatan juga calon anaknya.


"KENAPAAAA ?? KENAPAAAA????????........."


"AAAAaaaaaaaaaaa........." Dimas begitu hancur.


Tangis dan air mata sudah tak terbendung lagi hancurnya sudah membuat dirinya tak mampu menatap sang istri masih terbaring tak sadarkan diri. "Kenapa bukan aku kenapa harus kalian sayangku, buah hatiku duniaku ..." tuturnya menahan air mata.


Dimas melangkah kan kakinya dan merengkuh memikirkan kondisi istrinya seandainya dia tau ntah apa yg akan terjadi.


Hanna yg masih terbaring di ranjang RS, masih belum tersadar "Hanna,,,bangunlah ini aku disini"ujar Dimas membelai lembut pucuk kepala Hanna.


Air matanya tak terbendung diruangan itu saat dirinya menatap kedua mata sang istri terbalut perban. Seseorang pun masuk berpakaian putih "Tabahkan hatimu tuan, ini sudah takdir relakan anakmu pergi tuhan lebih menyayanginya,,,"ujar dokter yg telah menangani istrinya.


"... Kondisi nyonya Hanna cukup memprihatinkan karna benturan yg cukup keras di bagian kepala, hingga sangat mempengaruhi saraf penglihatannya .."tuturnya menyatakan kondisi Hanna.


"Dokter apakah Hanna bisa disembuhkan?" tanya Dimas.


"Tentu, tapi Kami masih menunggu hasil lab Atas kondisi mata istrimu tuan setelah hasilnya keluar kami akan segera memberitahukan mu." tuturnya.


Dimas mencoba mentegarkan hati dan segera mengambil benda pipih di saku celananya.


"Hallo... segera cari orang yg menyebabkan kan istriku celaka cari sekarang juga dan aku ingin mendapat kabar baik bukan kegagalan mengerti!!!" tegas.


Dimas yg diliputi amarah membuat dirinya menjadi orang yg keras dan dingin.


*********


6 Bulan pun berlalu


Hanna kini banyak menghabiskan waktu hanya sendirian terkadang hanya di temani Asisten nya yg sengaja Dimas suruh untuk mengurus segala kebutuhan Hanna dikala dirinya tak bisa menemani sang istri tercinta.


Acapkali Dimas terluka akan ucapan Hanna yg menginginkan dirinya untuk menjauhi Hanna karna Hanna enggan untuk bersanding dengan sang suami hanya setelah kejadian itu yg telah mengambil segalanya.


Di suasana yg hening Hanna diam-diam menangis "Bila hidupku selamanya harus begini aku akan relakan suamiku untuk tuk, mencari wanita yg lebih sempurna dariku" ujar Hanna.


Memang benar Hanna tak bisa melihat untuk saat ini namun, dimaspun tak menyerah untuk mencari donor mata untuk Hanna.


Dengan permintaan gila Hanna, mereka sering bertengkar. Sehingga membuat Dimas menyibukkan dirinya dikantor dan menghabiskan waktunya hanya untuk bekerja demi menghindari permintaan gila Hanna.


"Kamu gak pulang lagi dim?" Tegur Jeremy.


"Eh jem.. aku sedang sibuk saat ini jadi ..." terhenti.


" .. Aku harus lembur!" sambung nya Dimas.


Jeremy cukup tahu dengan hubungan sahabatnya itu, setelah insiden tempo hari sikap Dimas berubah lebih banyak menyendiri dan menjadi sosok yg keras. "Dim,, apa hubungan kamu oke?!" pekiknya Jeremy membuat Dimas terdiam seketika.


"Emmm... oke, kalo gitu aku balik dulu oke!!?" jelas.


..."pergi.


*******


"Jill..."panggil Hanna.


"Iya nyonya,, ibu membutuhkan sesuatu?" jawab asisten yg dipercaya mengurus segala kebutuhan Hanna,.


"Apa tuan sudah datang?"


"Belum nyonya,, !!"


"Tolong jika tuan sudah datang suruh untuk temui saya,,!!"pinta Hanna.


"Baiklah nyonya nanti saya kasih tahu tuan,, ada yg lain nyonya?"


.."Hanna menggeleng kan kepala.