MY DEARY

MY DEARY
Perdebatan



Langkah demi langkah ia ambil ketidak sanggupan Dimas membuat dirinya lemah Dimata Hanna, tak kuasa untuk menatap seolah mengingatkan kejadian yg telah merenggut dunianya.


"Hanna jika kamu tidak meminta hal yg mustahil bagiku mungkin aku tidak akan terus menghindari kamu tapi, permintaan kamu itu sungguh benar-benar gila sehingga aku ikut gila memikirkan nya saja" menggerutu sendiri.


Tak lama kemudian suara pintu terbuka Hanna yg masih menanti suami nya sumringah tersenyum meski tak mampu untuk melihat wajahnya. "Dimas, kamu sudah pulang?" tanya Hanna sembari meraba sekitarnya.


Dimas seketika mendekati istrinya dan memeluknya "Sayang,, !!"


"Biarkan aku peluk kamu ,,, biarkan rindu ini mencair dengan sendirinya" sendu ucapan Dimas begitu meresap di angan.


"Jangan sayang,, please jangan ratapi kelemahanku, kamu akan segera mendapat penggatiku yg membuat kamu bahagia aku ingin ada yg mengirusmu agar ..."terdiam.


"Cukup sayang ... cukup aku mohon ..!!" tegas.


"Aku gak suka kamu terus menerus menekan aku untuk mencari wanita lain, aku punya kamu aku nggak mau cari yg lain ..."


".. Sayang coba kamu ngertiin aku ..!!"desah Hanna.


"Nggak ... kamu yg harus ngertiin aku sayang!!apapun yg terjadi sama kamu aku nggak mau,, nggak ada pengganti bagiku kamu tetap satu seumur hidup ku pleasee... jangan debat lagi tentang ini aku lelah ....!!!"pergi meninggalkan Hanna.


**************


Sedih entah harus bahagia yg Hanna rasakan saat ini, ia bahagia karna dimas begitu mencintainya namun disisi lain Hanna tak memungkiri dengan terbatasannya.


Dan berharap Dimas suatu saat akan menyetujui permintaannya.


Lamunan Hanna seketika terberai dikejutkan suara bentakan keras diluar kamar nya.


"Aku tidak ingin tahu ,, !!siapapun pengendara itu harus di temukan cari tahu bagaimanapun caranya sudah lama aku menunggu kabar tentang orang yg menabrak istriku tapi, kalian hanya tahu keberadaan mobilnya saja !!


"Sungguh kalian tidak berguna!!!" begitu penuh amarah.


Tidak menduga sebelumnya Dimas begitu kasar dan menjadi pemarah, membuat Hanna shock "Apakah itu Dimas?"


"Mengapa dia bicara seperti itu,, serasa itu bukan suamiku?!" kedua alisnya mengerut seolah tak percaya.


Penantian yg cukup lama Dimas tak pernah berhenti mencari pelaku tabrak lari terhadap istrinya, ia pun terheran mengapa Hanna bisa tertabrak saat itu padahal ia tengah menanti untuk diperiksa dokter kandungan.


Dimas tahu istrinya menyembunyikan sesuatu tapi, ia pahami jika hanna begitu berhati lembut tak pernah menyimpan dendam meski ia tahu Hanna sudah tak menginginkan untuk memperpanjang masalah yg sudah lama tapi, Dimas sangat terkekeh untuk tak berhenti mencari pelakunya.


"Suatu saat Aku akan menemukanmu ..." kesal.


...****************...


"Pagi ini aku ingin makan seafood bisakah ,,??!"pinta seorang gadis cantik pada seorang pria.


"Baiklah .." jawab pria dihadapannya.


Tampan memang ia tampan dia pernah menjalin kasih yg begitu mengikat hatinya, Daffa tepat berada di sebrang meja wanita cantik itu dengan wajah khas ke barat-baratan.


"Se-sekali kamu mengajakku kemari tapi, kamu sendiri sering datang kemari ,,!!"ujat Calista.


"Ahh ... yak lain waktu saja karna aku sering bertemu client di tempat ini..!!"dahinya Daffa.


Setelah pelayan mengantarkan kan seisi nampan Punuh dengan makanan, Daffa dan Calista menyantap hidangan yg telah di sajikan dengan tenang.


Calista membiarkannya se-akan ia tahu apa yg sedang mengganggu pikiran kekasih nya itu.


Tiba-tiba seruan seorang wanita membuat hati Daffa terenyuh.


"Jill ... pesankan makananku, ini restoran langgananku mereka pasti sudah tahu apa yg biasanya aku pesan,!!?''pintanya.


"Baiklah nyonya .."sahutnya.


"Suaranya .."gumam Daffa.


Tepat terhalang beberapa meja di depan nya melihat gadis bergaun -dress warna putih, Namun tak terlihat jelas karna terhalang beberapa orang.


Daffa terbangun dari duduknya, langkah kaki nya membawanya kearah suara yg menurut nya tak asing lagi, perasaan yg sama detak jantung yg sama Daffa terhanyut dengan pelan tapi pasti.


"...."terkejutnya matanya terbelalak melihat sosok yg sudah lama ia tunggu tepat dihadapan nya gadis yg ia cintai berada dekat dengannya namun, seolah tak mengenalinya.


"Apakah benar yg aku lihat?" bertanya-tanya.


"...Tapi, kenapa dia tidak mengenaliku!!" sambungny.


Seorang wanita mendekati Hanna yg masih duduk disana"Nyonya ini pesanan nyonya silahkan di makan?!!" membawa senampan makanan.


"Dimana sendok dan garpu nya?!"tanyanya Hanna.


"Ini nyonya"


"Kamu udah pesan juga kan ??"


"Sudah Nyonya ini saya sedang memakannya, ini begitu lezat nyonya tidak salah pilihan nyonya !!"


".."tersenyum.


Daffa membulat kan kedua matanya dan shock ternyata Hanna bukan tidak mengenalinya tapi, dia ditidak dapat melihat nya. "Apa?" ...


"Apa yg terjadi padanya?" matanya menyeringai seolah tak percaya.


Daffa hanya terdiam memikirkan apa yg telah dilakukan suaminya kepada wanita itu sampai-sampai ia mengalami hal buruk semacam ini.


Calista menegur sapa Daffa yg membuatnya cemburu karena memperhatikan wanita lain di depan kekasih nya sendiri.


"Sudahkah kamu menatapnya? sampai kapan kamu mau berdiri menatap wanita lain Daffa??" Celoteh nya Calista.


"Eh ... emmm... Calista !!" menepuk dahinya.


Daffa pergi menyusul Calista "Caly.. Caly... jangan marah aku hanya tidak sengaja melihat nya, tolonglah jangan marah karna hal yg sepele ini oke" Ujar Daffa.


"..Apa?? sepele???"


"Itu bukan masalah besar honey jangan marah seperti ini?!!"


"Dafa pahami satu hal saja tidak ada wanita yg tahan melihat pria yg dia cintai memperhatikan wanita lain" tegas dan pergi dengan taxi.


"Arggghh... ini permasalahan wanita ia begitu membesar-besarkan masalah yg kecil !" kesal.