MY DEARY

MY DEARY
undangan pesta



setelah kepergian mama metty yg amat membuat hanna dan juga kedua kakaknya kehilangan mereka mencoba untuk tegar dan berusaha untuk tidak larut dari kesedihan nya meskipun kenangan mama metty takkan pernah terlupakan.


...----------------...


satu tahun berlalu pergi nya mama metty, hanna yg sudah kembali bekerja juga sudah hampir selesai dengan kuliah nya.


tak terasa waktu tlah satu tahun mama ninggalin aku, andai mama disini mama bisa liat kelulusan ku dan mungkin mama sangat bahagia melihat ku yg akan bergelar sarjana.


hamparan ombak di tepi pantai yg hening membuat hanna termenung menatap tenggelam nya matahari yg membuat langit berwarna orangye.


"sebaiknya aku pulang hari udah sore kakak pasti mencemaskan ku" bangun dari duduknya dan segera mengambil tasnya. terlihat seorang pria paruh baya dari kejauhan bersama seorang anak kecil saling berlarian di tatap nya hanna sekilas.


"mereka bahagia banget"gumam nya, sedikit berkaca kaca.


hanna pergi dan mengalihkan pandangan nya dari pria paruh baya dan anak kecil itu.


...----------------...


seorang pria dan wanita terlihat menunggu di halaman rumah dema yg tak lain dia kakak nya dema dan istrinya resta.


"kak, kalian lagi ngapain di sini ?" tanya hanna dengan raut wajah sesikit lesu.


kedua orang itu menoleh seketika ke arah hanna."hanna kamu dari mana aja kakak khawatir sama kamu ," dema tampak kesal mengerutkan dahi nya.


"aku ke pantai sebentar kak, cuma mau ..." terhenti saat seorang anak kecil menghampirinya.


"ttanntee....." teriak dari kejauhan berlari ke arah hanna.


"tuhh anak seneng banget buat kakaknya cemas" menggaruk dahinya yg tidak gatal. udah lahh sayang dia mungkin cari ketenangan, biarin aja jangan kamu terlalu mengkhawatirkan nya dia udah besar dia bukan anak kecil" merangkul pinggang dema, resta mencoba menghilangkan kecemasan dema.


"kamu ini terlalu manjain dia" mencubit hidung resta. "maafin aku sayang..." memeluk resta.


sudahlah aku mengerti ucapan mu kamu ini suamiku mereka adikmu berarti adikku juga " mengembangkan senyuman nya.


...----------------...


"satiawan, aku suka caramu mempersentasikan proyek juga tata kerja sama kita, tidak salah dema memilihmu mempercayai proyek ini" salah seorang pria paruh baya berjas rapih. "terima kasih pak, ini semua berkat kerja sama karyawan juga kak dema sendiri saya hanya sekedar membantunya saja.


"jangan merendah begitu, ehh.. iya saya mau kamu juga keluarga ikut serta dalam pesta di kediaman saya, saya mengadakan pesta ini untuk menyambut putra semata wayang saya yg berhasil menjalan kan proyek di luar negri saya berharap sekali kalian bisa menyempatkan waktu untuk undangan saya." menjabat tangan satiawan.


"saya akan mengusahakan pak sebelumnya terima kasih karna bapak haris hatta diatmadja mengundang saya juga keluarga secara langsung seperti ini saya sangat enggan untuk menerima undangan bapak, apakah pantas saya juga keluarga dapat hadir di pesta keluarga diatmadja yg sangat terpandang" merendahkan pandangan nya.


"janganlah merendah begitu, saya sangat menantikan kehadiran kalian" menepuk pundak satiawan sembari bangun dari sofa.


"baiklah pak."menganggukakan kepala nya.


keluarga haris hatta diatmadja salah satu keluarga amat terpandang hingga memiliki beberapa perusahaan di luar negri yg di jalan kan putranya semata wayangnya.


...----------------...


#jangan lupa vote and likenya.