MY DEARY

MY DEARY
Makan Malam



Haripun menjelang malam dimas pulang dengan disambut senyuman manis dari hanna, dengan pekerjaan yg melelahkan dimas terasa bahagia saat istrinya keluar dari depan pintu tersenyum dan menyambutnya penuh cinta.


Nyonya dimas yg di kenal hanna, segera mengambil tas milik dimas dan mengajaknya untuk makan malam untuk mencicipi masakan yg telah di buatnya, "Istriku yg membuat semua ini?" melebarkan matanya melihat makanan kesukaannya di atas meja yg sudah tersusun rapih disana.


"Tentu, ini special for you ..." kata hanna.


Dimas meraih pinggang ramping hanna dengan rambut yg terurai panjang beraroma khas kesukaan dimas,"Thanks,, sayangku" ucap dimas sembari mempererat pelukannya. Hanna yg terkejut dengan sikap dimas berusaha melepaskan pelukannya "Dimas jangan begini, malu tau kalo sampe pekerja rumah kita lihat,,-" mengerutkan dahinya.


"Kamu ini aku kan suamimu, maka mereka juga akan memakluminya ya kan,," balas dimas seketika meraih bibir kecil nan sedikit terbuka itu.


"Dimas..." melebarkan matanya.


"Apa,,?" jawabnya.


Cupp...." seketika.


"Kau nakal sekali, kita makan dulu setelah ituh bersihkan dirimu,,-" Ujar hanna meminta pada dimas untuk segera makan malam. "Baiklah ,, bila setelah ku lakukan semua,,???"tanya dengan menaikan kedua alisnya.


"Jika sudah, apapun yg mau kamu lakukan aku tidak akan melarang mu ,," ucap hanna dengan senyuman buat dimas melepas pelukannya. "Ok ... " duduk di kursi meja makan. Dimas menyantap makanan diatas meja yg sudah di siapkan hanna untuk dirinya, dimas sangat menikmati makanan yg dibuat hanna yg begitu lezat pujian pun terlontar dari bibirnya.


"Istriku,, kau sangatlah pandai aku tak sangka kau bisa memasak selezat ini, jika aku tau setiap hari akan makan selezat ini aku takkan memperkerjakan pelanyan,," goda dimas pada hanna. Hanna hanya tersenyum melihat sikap dimas yg menggodanya."Sudah jangan menggodaku terus,," ucap hanna yg merasa malu.


Selesai makan malam hanna membereskan meja makan, sedang dimas membersihkan dirinya dan mengerjakan pekerjaannya yg ia bawa ke rumah, di depan laptop dimas terpokus dengan pekerjaannya seorang gadis cantik mendekatinya tak lain hanna istri dimas. "Nih aku buatkan coffe untukmu" tiba-tiba duduk di samping dimas mengejutkan nya yg tak menyadari kehadiran hanna.


"Sayang, mengagetkanku saja,," pokusnya terpecah dengan kehadiran hanna.


"Maaf deh,, seriusan aku nggak ngeuhhh..." dimas mengacungkan kedua jarinya. Namun hanna tak menjawab dimas hanna terdiam sembari memalingkan wajahnya dari dimas."Mmmm.... jadi istriku yg cantik ini ngambek nih ,,?" Goda dimas memecah kesunyian. "Nggak..." ketus. Dimas tersenyum melihat hanna yg sedang merajuk. "Kok gitu sih nggak mau maafin aku nih? yaudah aku ngaku salah maafin yak,," bujuk dimas pada hanna memeluknya dari belakang.


"Baiklah habiskan kopimu dan pergi istirahat,," tegas hanna pada dimas dengan tatapan yg sinis.


"Bagaimana aku bisa beristirahat saat istriku sudah ada di depanku, .." menaikan alisnya. Hanna tertegun dengan ucapan dimas "Maksudmu?" terbata-bata.


Dimas tak menjawab namun, memberikan kode saat hanna menatapnya dari samping seketika dimas membelai wajah hanna yg halus itu dan mendekatkannya. "Ma..ma..mau apa?" gugup.


Cupp...


Mata hanna membulat saat dimas mencium bibir hanna dengan lembut, Dimas terheran dengan kegugupan hanna dengan senyum kecil di wajahnya."Ada apa ?? kenapa kau masih malu-malu padaku sayang,?aku kan suamimu,,"dimas dengan raut wajah nakalnya.


Hanna tak menjawab dan memalingkan pandangannya itu pada arah lain, dimas tak menunggu lagi jawaban hanna dan menggendongnya ala bridal "Ahhh.... dimas kebiasaan deh, turunkan aku dimas aku bisa berjalan sendiri" ngedumel namun tak di respon oleh dimas, hanna dibawa nya ke kamar dan menjatuhkannya dengan lembut di atas ranjang berukuran big size itu.


Hanna yg terbaring di ranjang dengan wajah dimas dan hembusan nafas nya menyentuh pipinya yg lembut, dimas membelai lembut wajah hanna," Dimas .. beristirahatlah hari ini kamu sudah cukup lelah dengan pekerjaanmu ,,,-" terhenti oleh dimas dengan menaruh jarinya di bibir lancip hanna.


"Ssssttt.... "


Malam itu pun dimas habiskan waktunya bersama hanna, meski malam pengantinnya sudah berlalu dimas selalu merindukan sentuhan hanna dgn aroma yg khas dari tubuh hanna.


Tiga minggu telah berlalu mereka menjalankan bahtera rumah tangga yg bahagia hingga penantian nominasi dimas menjadi CEO terbaik telah tiba untuk di umumkan.


Persaingan antara alonso dan dimas tak mempengaruhi dimas sama sekali, malam itu pun tlah tiba dimas datang bersama hanna, terlihat kulit putih mulus dan ramping gaun putih sedikit membelah di antara dada nya dan rambut yg terurai membuat penampilannya semakin anggun, hingga banyak petinggi-petinggi perusahaan terpesona dengan kecantikanya.