
Jesika mencoba menarik perhatian satiawan yg terdiam sepanjang perjalanan, jesika sesekali menatap wajah tampan satiawan dengan ekor matanya. bibir nya terkatup-katup terlihat ingin mengatakan sesuatu.
"Kalo kamu mau ngomong, bilang aja" celetuk satiawan melihat jesika kebingungan.
"A.. a..aku emmm nggak" melebarkan mata nya jesika mendadak gugup saat satiawan seolah tau isi kepalanya.
"N**ih cowok sederhana tapi, cakep banget di liat dari deket gak nyangka si hanna punya kaka cool kaya gini**" dalam hatinya sembari memandang satiawan tanpa henti.
"Kamu liatin apa sih ada yg aneh kah di wajahku atau kah ada yg salah dengan ku" mengerutkan dahinya terheran heran.
"*K*amu ganteng kok" celetuk jesika tanpa sadar keluar dari mulut nya begitu saja.
"Hah...." terbentuk senyum kecil di wajah nya.
"Duhhh jes,, cewek bodoh lho" gumam jesika mengerutkan wajah nya yg terlihat konyol.
"Enggak ko kak satiawan salah denger" terbata-bata.
"Ohhh .. okehh" menaikan sebelah alis nya dan melanjutkan perjalanan nya.
...****************...
Dimas yg masih memikirkan hanna begitu saja pergi dengan dafa, entah apa yg tengah dirasakan nya begitu terasa membuat nya kalut, dema yg terus memperhatikan raut wajah dimas begitu bertanya tanya apa yg sedang ia pikirkan.
"Dimas,, " tegur dema.
"Hah... iya kak apa"? terkejut dengan sapaan dema memecah lamunannya.
"Tidak baik mengendarai mobil sambil melamun? apa yg sedang mengganggu pikiranmu dim?" tanya dema sembari mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil.
"Ahhh tidak kak, aku hanya ..." dimas menghentikan kata-katanya dan menggaruk kepalanya yg tidak gatal seolah bingung apa yg harus di katakannya.
"Kamu mikirin soal hanna?" celetuknya dema membuat dimas gelagapan.
"Emmm... euhhh gak kak aku hanya terpikir ..." terhenti.
Kakak, tahu sikap hanna dari kecil dia tidak mudah jatuh cinta sama pria, meski orang itu mengatakan cinta berjuta kali, dia tidak akan pernah menghiraukan nya." ujar dema memotong pembicaraan dimas.
Dimas hanya menganggukan kepalanya."
Anggap saja dia masih kekanak-kanakan dim, meski dia jalan dengan pria lain dia tidak akan gampang menaruh hatinya pada orang itu" ucap dema memandang dimas yg tengah mencerna perkataannya.
"Ahhh udahlah jangan kamu pikirkan" menepuk pundak dimas yg terlihat membentukan senyuman di wajahnya.
Ohh iya kak, tolong maafin dimas?" memandang wajah dema. "Kenapa?" sahut dema menatap aneh dimas.
"Aku minta maaf atas nama jesika yg udah gak sopan tadi aku merasa gak enak" ucap dimas terlihat cool.
"Sudah lah dim, namanya juga anak muda biarin aja" dafa membuka pintu mobil yg tak terasa sudah berhenti di depan kantornya.
Dimas dan dafa masuk kedalam melanjutkan pembicaraan kantornya ke ruangan rapat yg telah di sambut dengan kehadiran satiawan juga jesika di sana.
...----------------...
Dafa melajukan mobil nya dengan kecepatan standar menuju sebuah restosan dekat pantai, ia tau bahwa hanna sangat menyukai tempat itu.
Dafa begitu senang meski beberapa kali tak pernah ada jawaban iya dari bibir atas ungkapan cinta nya pada hanna setidaknya dia masih menerimanya sebagai teman, ya walaupun dia tidak tau bagaimana perasaan nya terhadap dafa.
"Daf, kita mau ngapain kesini ?" tanya hanna turun dari mobil.
"Mau makan..
"Hah... makan katanya ada yg harus di bicarain" hanna terus berjalan sambil manatap wajah dafa. hanna yg terlihat tidak memperhatikan langkah kaki nya hampir tersandung, namun dengan sigap dafa memegangi bahu hanna.
"Hati-hati han," menatap wajah cantik hanna. "Maaf " hanna mengsunggingkan bibirnya.
Dafa pun memilih tempat duduk dengan udara terbuka tepat menghadap pantai.
seorang pelayan restoran menghampirinya dan menawar kan buku menu pada dafa dan hanna.
"Permisi mas, mbak, ada yg bisa saya bantu" seru pelayan restoran. "mbak tolong menunya " ucap dafa meminta menu untuk memesan makanan. "Silahkan mas" menyodorkan buku menu.
"Kamu mau pesan apa han?" tanya dafa menaikan dahinya. "Aku ngikut aja deh sama kamu" ketus hanna memandangi pesisir pantai. "Oke kita pesan jus jeruk dua dan stik nya dua" dafa memesankan makanan.
"Baik mas, mohon di tunggu " pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka berdua.
Hanna yg masih terfokus dengan suasana pantai menariknya untuk bermain di sana. dafa terkejut saat hanna berlari menuju pantai.
Han, kamu mau kemana?" matanya yg tertuju pada gadis di depannya yg tengah berlarian di tepi pantai.
Dafa sekilat cepat menghampiri hanna, yg sedang menikmati angin pantai dafa begitu terkagum melihat wajah hanna yg tengah terpejam merentangkan kedua tangannya dan menghela nafas dalam-dalam.
"Hayy daf, coba deh kamu resapi angin pantai kemelutmu akan hilang seketika" memandang wajah dafa yg memalingkan wajah nya dari hanna.
" Nggak ahh kaya anak kecil aja" mata nya berkeliling mandangi pandangan laut lepas. hanna pun memegangi kedua tangan dafa dan merentangkannya.
"Ngapain kamu han" seketika denyutan nadinya seakan berhenti saat hanna berhadapan dengannya.
"Diem dehh... sekarang kamu tarik nafas dalam-dalam dan pejamin mata kamu" ujar hanna didepan dafa yg terpaku menatap nya. dafa menuruti perkataan hanna yg seketika wajah hanna begitu menggodanya meskipun mata nya terpejam.
Hanna memandangi kesekelilingnya dan tak ingin melewatkan pemandangan indah itu mengambil benda pipih miliknya dan mengambil beberapa photo.
Dafa membuka kedua matanya dan melihat hanna yg tengah memotretnya dafa tak merespon apapun namun, bayangan hanna begitu lekat di hati dan pikirannya.
Hanna melihat dafa yg begitu tenang menatap lautan tak biasanya hati hanna ikut tenang menatap wajahnya, dafa berbalik menatap hanna yg tengah memperhatikannya.
Sebegitu tampan kah aku sehingga matamu terpukau menatapku" goda dafa menyunggingkan bibir nya tersenyum.
Hanna hanya terdiam, tanpa berkata matanya terus tertuju pada wajah tampan dafa dengan leher berbalut syal biru menambah daya tariknya.
"Ayo kita kembali ke restoran makanan yg kita pesan mungkin sudah siap "ajak dafa menarik tangan hanna dengan lembut.
Mereka pun menyantap makanannya suara desiran ombak membuat suasana begitu romantis.
"Han, ?" panggil dafa.
Hemmm" seru hanna mendehem tanpa menatap dafa.
"Bisakah kamu mulai bekerja lagi denganku di kantor" menaikan tatapannya pada hanna.
Hanna terkejut mendengar pinta dafa, "Ntahlah ,, mungkin aku pikirkan kembali" menggidikan pundaknya. "Kenapa bukan kah sudah lama kamu resent aku harap kamu mau kembali ke kantor" pinta dafa.
"Jika aku siap mungkin aku akan memberitahukan mu daf," tersenyum kecil. "Hanna.. " panggil dafa kemudian." Hemmm,,, katakan ada yg masih ingin kamu sampaikan" Menatap sinis mendekati pagar pembatas.
"Bagaimana dengan hatiku, apakah kamu tidak ingin memberikan kepastian untuku han, aku benar-benar ..." terhenti "janga di teruskan lagi daf aku tau maksud kamu, aku sudah bilang sama kamu kalo aku masih ingin sendiri" tegas hanna melantang kan suaranya.
"Han aku cinta kamu, kamu yg udah buat aku berubah menjadi orng yg lebih baik kamu yg udah menjadikan diriku terasa lebih berarti setidaknya tolong pandang aku" menarik tangan hanna dan mendekatkan wajahnya.
"Lihat mataku hanna, apa ada kebohongan dimataku" menatap kedua manik mata indah hanna.
"Daf tolong jangan begini orang-orang menatap kita" mendorong tubuh kekar dafa sedikit menjauh.
Hanna yg kesal atas perlakuan dafa membuatnya bimbang akan hatinya yg dia rasakan saat bersama dafa. hanna pergi meninggalkan dafa disana hanna berjalan kaki sudah cukup jauh dari dafa hujan pun turun begitu deras membasahi tubuh nya.
Dafa yg kebingungan mencari hanna menelusuri setiap tepian jalan, kekhawatiran nya semakin besar di tambah dengan deras nya hujan. "Kenapa hanna bisa semarah ini kepadaku apa aku salah bicara?" gerutu dafa.
"Han kamu dimana sih?" dafa mengedarkan pandangannya mentatap jalanan berharap hanna belum jauh darinya.
...----------------...
Resta menyiapkan makanan untuk makan malam keluarganya, di bantu oleh asisten rumah tangga. dhea yg berada di kamarnya menangis mengejutkan resta .
"Sayank ada apa nak?" melebarkan matanya yg cemas melihat dhea menangis. "boneka barbie ku patah mama, aku ingin beli lagi?" memperlihatkan boneka barbie-nya.
"Sayank kamu buat mama cemas aja, nanti kalo papa libur kita beli lagi yg baru ya sekarang barbie yg ini dulu biar mama betulin ya" mengambil boneka yg tengah di pegang putrinya. dhea mengangguk kan kepalanya mengiyakan ucapan resta.
Derrtt... derttt " handphone resta berdering.
Ya hallo han, kenapa belum pulang udah ujan tau nih.." ucap resta ke sebrang telpon.
"Kak, aku sepertinya pulang telat "
ujar hanna di sebrang telpon.
"Kalo kakak mu nanyain gimana han, nanti dia bisa marah" seru resta.
"Bilangin kakak aku, menunggu hujan reda dulu dahhh....tuttt." menutup telponnya.
Hanna ...hanna...."menggelengkan kepalanya.
Sementara dema dan satiawan sudah hampir sampai di rumah, resta yg mencemaskan hanna yg masih belum pulang dengan cuaca hujan yg begitu lebat.
...****************...
#jangan lupa vote and like nya.