
Di hari pernikahan hanna dan dimas yg begitu mewah di salah satu gedung, orangtua dimas memberikan sebuah hadiah yg sangat istimewa dan hadiah itu akan di berikan disaat keesokan harinya.
Setelah usai melaksanakan pernikahan dimas mengejutkan hanna dengan rangkaian bunga di setiap sudut kamar yg sengaja dihiasnya sendiri khusus untuk hanna."Aku sudah menyiapkan sesuatu yg special untuk istriku" ucap dimas penuh pesona.
"Benarkah apa itu ?" tanya hanna.
"Jika ku beri tahu itu namanya bukan kejutan bukan??," goda dimas.
Hanna yg sangat penasaran dengan yg disiapkan dimas membuatnya tak sabar ingin mengetahuinya." Heii .. tutup dulu matamu sayang" pinta dimas. "Apa bisa aku melihat langsung saja dimas kenapa harus menutup mata?" keluh hanna yg sudah tak ingin menunggu lagi.
"Sabar dong,,,
"Baiklah..." mengerucutkan bibirnya.
Dimas tersenyum melihat tingkah hanna yg sangat lucu ketika dimas tidak mengijinkan nya untuk melihat langsung apa yg sudah dia siapkan. Hanna menutup matanya dan di timpahnya tangan dimas menutupi wajah hanna. "Dimas bisakah ku buka sekarang" kata hanna.
"No.. no... no...-"
Sebentar lagi kok ..." sambung dimas.
Dimas pun sampai dikamar pengantinnya, juga beberapa hadiah kecil untuk sang istri."Sekarang kamu bisa buka mata kamu"ujar dimas melepas tangan nya dari wajah hanna.
Wajah hanna setengah terkejut sekaligus takjub dengan apa yg di siapkan dimas, bunga mawar yg tertata rapih memenuhi ruangan hanna pun tak bisa berkata apapun dengan kejutan dari suaminya, dimas mengambil sebuat bucket bunga dari atas ranjang dan memberikannya pada hanna.
"For you" ,,, "dimas berlutut didepan hanna.
"Dimas ,, thanks ini sangat indah,,-"
"Tak seindah dirimu hanna kamu takkan terbandingkan dengan apapun kamu terindah di dalam hidupku, aku takkan membiarkan mu bersedih hari ini nanti dan seterusnya cinta ini akan semakin tumbuh, akan ku serahkan semua bahkan nyawaku untukmu,,-" terdiam kemudian hanna menutup bibir dimas dengan jemari-jemari lentiknya.
"Jangan bicara seperti itu dimas, aku takkan sanggup tanpamu,," menjatuhkan kepalanya di dada bidang dimas yg kekar, hanna memeluk erat tubuh suaminya begitu tercium aroma eskullin pria di tubuhnya membuat hanna menikmati aroma itu.
"Biarkan .. aku ingin tetap melihatmu seperti ini .." memeluk hanna dari belakang.
"Dimas,,,"begitu sayu namun terdengar indah. Dimas mulai memainkan bahu hanna dengan menciumi lehernya yg jenjang itu, hanna membiarkannya walaupun sidikit merasa kegelian. "Hanna ..." membalikan tubuh hanna sejajar dengannya.
"Aku ingin malam ini menjadi malam yg special untuk kita,,"ucap dimas.
Jantung hanna berdegup begitu kencang saat dimas mulai menelusuri tubuhnya setiap sentuhan jemarinya membuat hanna semakin berdegup seolah terpompa jantungnya. Bibir dimas mulai menghabisi bibir hanna dengan lembut, seketika ruangan itu pun redup seperti tau.
Jemari-jemari dimas mulai membuka perlahan relsleting milik hanna, ayunan angin serasa mengiringi mereka berdua begitu lincah dan penuh cinta saling bertukar saliva di hamparan ranjang big size yg dipenuhi taburan bunga.
Terlihat begitu jelas lekukan tubuh hanna ramping nan indah, begitu polos, begitu menarik gairah dimas saat ini, di jatuhkannya lagi pakaian yg tersisa disana disusul dimas yg melepaskan semua pakaian yg menempel di tubuhnya.
"Begitu lama aku menantikan malam ini, kini malam ini akan menjadi milik kita,," jatuh lah ciuman dimas pada hanna, yg sudah terbaring di bawah himpitan dimas.
"Ini akan menjadi malam terindahku juga dimas ,," desah hanna.
Desahan demi desahan keluar dari bibirnya membuat dimas semakin menggila disana, ******* dimas semakin tak terkendali hingga turunlah di setiap lekukan tubuhnya dan meninggalkan jejak kepemilikannya disana.
Suasana semakin panas dimas sudah berada di atasnya dan hanna mulai merasakan sensasi yg berbeda." Aawwwww ...." teriak merasa sakit diarea sana. Hanna menggigit bibirnya, dimas melihat air mata di ujung mata hanna yg mengalir menahan rasa sakit.
"Maafkan aku hanna ...-" dimas yg mulai memainkan miliknya secepat mungkin membuat hanna semakin mendesah di buatnya, suara hanna membuat dimas semakin menikmatinya, tangan hanna mulai mencengkram sprei dengan begitu kencang, membuat dimas mempercepat permainannya dan akhirnya terkulai lemas terbaring di sebelah hanna dan mendekapnya tanpa balutan sehelai benang begitu polos terlihat jelas tubuh gadis cantik itu.
...----------------...
#Jangan lupa vote
#like
#komentarnya yak....?