
Tanpa diantar istri tercinta, Dimas sedikit heran mengerutkan kedua alisnya mengingat tingkah Hanna pagi ini yg terbilang aneh, Dimas pun tak berpikir aneh "Mungkin dia kelelahan" pikir Dimas sembari memasuki ruangan kebesarannya. Hanna yg tengah menikmati buah apel dengan pisau ditangannya mengerutkan dahinya dan meletakan pisau ditangannya bergegas berlari menuju kamar mandi, Hanna yg tiba-tiba merasa mual memuntahkan kembali makanan yg telah dilahap nya pagi ini membuat tubuhnya terasa lemah, "Kenapa, .. aku kok mual banget ??" bertanya-tanya dan membasuh wajahnya yg pucat. Hanna merasa tidak sehat akan kondisinya namun, Hanna tak terlalu menghiraukannya.
Langkah kakinya mengantarkannya menuju ke kamar, "Huhhh,,, hah ,, "lirihnya, Hanna membuang hawa dari mulutnya dan menjatuhkan tubuhnya disisi ujung ranjang. "Langkah ku terasa semakin berat,"ucap Hanna berbicara sendiri, "tak biasanya aku seperti ini, tubuhku terasa sangat lemah sekali,-" gumamnya memejamkan kedua bola mata.
Derrrrrtttt.......
Kringg.....kringgg......-
Hanna membelalakkan kedua manik matanya, di kejutkan dengan suara benda pipih miliknya yg tepat berada di atas ranjang, dengan lesu Hanna meraih ponsel miliknya itu, tertulis Dimas suaminya dilayar ponsel itu yg menelepon."Iyak Dimas? kapan kamu pulang? aku kesepian.."- dengan suara khas manjanya.
"Hallo sayang, bagaimana keadaanmu sekarang,? " tanya Dimas dari sebrang telepon."Aku sudah sedikit membaik , kapan kamu pulang? tanya Hanna " Mmmzt... mungkin sedikit terlambat dari biasanya,,"jawab Dimas sedikit canggung. Hanna dengan cepat menutup ponsel merasa tidak puas dengan jawaban Dimas.
Dimas tak heran dengan sikap istrinya itu dengan menutup teleponnya "Mungkin dia marah karena aku akan pulang terlambat" memandangi layar ponselnya bertema kan gambar pernikahannya dengan Hanna. Hanna yg masih kesal pada suaminya mengerutkan dahinya melihat layar ponsel berharap Dimas menelepon nya kembali dan mengatakan akan pulang cepat namun, selama menunggu Hanna tertidur lelap, sampai hari menjelang malam.
...----------------...
Dimas keluar dari kantor ditemani jeremy partner kerjanya, berinisiatif untuk membelikan makanan kesukaan istri tercintanya sekaligus ajak Jeremy untuk makan malam bersama dirumah mewahnya, dengan mengendarai mobil sport hitamnya, Dimas berhenti tepat di restoran favorit istrinya dan membeli beberapa makanan untuk di bekal kerumah, "Apa kamu akan berpesta dengan membeli banyak makanan ini?"tanya jeremy membawa beberapa kantung makanan di tangan Dimas. "No, kita akan makan malam bersama di rumahku, yaaa sekaligus aku ingin menghibur istri tercintaku yg tengah merajuk" senyum bujuk pada Jeremy. Jeremy pun menelengkan kedua bola matanya kepada Dimas yg tengah mengendarai mobilnya "Ohh ,,, kau ingin menggunakanku sebagai alat agar istrimu tidak merajuk" Ledek Jeremy sesikit menggoda Dimas. Dimas mengalihkan pandangannya dari tatapan jahilnya Jeremy yg terus mengerutkan kedua alisnya "Ayolah Jeremy ,,, please ,,-" menggaruk kepalanya yg tidak gatal. Jeremy diam dan tidak menggubris nya hanya sekedar mengembangkan senyuman disana menggeleng-geleng kepalanya seolah paham akan niat dimas.
...----------------...
Selama diperjalanan Dimas dan Jeremy asik saling mengobrol, di tempat lain Alonso yg tengah geram akan keberhasilan Dimas membuatnya hilang kendali, mencaci setiap pelayan rumah, membanting segala benda, hingga minum dengan terus menerus membuatnya semakin hilang akal, emiro pun kesulitan meredam amarah Alonso yg semakin hilang akal, "Please,, tenang kan dirimu Alonso kau bagaikan orang bodoh saja dengan bersikap seperti, cukup ..!!!" tegas emiro dengan lantang menahan tangan Alonso yg sudah siap melempar sebuah Vas bunga. Alonso menatap tajam emiro saat itu juga membuat nya menggila mengacak-ngacak rambutnya dan terduduk dengan kasar di sudut sofa. "Jangan melakukan hal bodoh kau benar-benar gila, kau benar benar sudah hilang akal" cacian yg terlontar dari mulut emiro tak menggugah nya sama sekali. Alonso memandangi benda panjang berisi minuman di atas meja, "Yes,,I'm stupid ... bodoh .. dan juga gila setiap ku bersaing dengan dia kenapa harus kegagalan, gagal, gagal, gagal dan gagal lagi ,,,-" teriak.
"Prankk...." suara botol pecah pun memenuhi ruangan itu.
"Cukup Alonso,, jangan mengumbar amarah"berusaha menenangkan temannya itu.
"Kita akan membalas nya tapi, redamkan dulu amarahmu,," bujuk emiro. Alonso seketika terdiam dan mulai tenang dengan ucapan temannya itu "Apa rencanamu,,??" tanya Alons. Rupanya ucapan emiro membuat pria bertubuh kekar dengan paras italia yg sangat tampan dihadapannya itu sangat tertarik. "Kita punya kelemahannya, dan kita balas kekalahan kita dengan senyuman,,"senyum liciknya terpancar dari dari wajahnya itu.
Alonso terdiam sejenak menerka ucapan temannya itu, dan beberapa saatpun terlukis senyuman kecil yg picik di wajah Alonso, "Aku suka ide itu,,"mulai tertawa. "Emmmm ... ngomong-ngomong kau terlihat seperti iblis neraka saat emosi, itu tidak bagus jelek sekali, ,,-'" ledek emiro mencairkan suasana.Terdiam Alonso mendengar ledekan temannya mengenai emosinya, memutarkan matanya mengarah emiro "Apa kau ingin aku buat seperti dineraka?" kalem dingin Alonso dengan wajah yg kusut. Emiro pun tertawa "baiklah kita pergi? - ...ajaknya
....
....
...."diam.
"come on .. gadis-gadis itu tidak akan datang sendiri ..!!" serunya. Alonso tersenyum dan pergi bersama temannya itu.
...----------------...
Iyak"
"Nyonya berada dikamar seharian ini tuan, saya belum melihatnya keluar,,!!-sambung pelayan itu.
"Apa nyonya sakit?"bergegas berlari ke arah kamarnya. Tanpa mendengar jawaban sang pelayan terlebih dahulu meninggalkan Jeremy disana.
"Trekk...." Pintu dibukanya. Terdapat tubuh istrinya yg tengah meringkuk di sudut ranjang bersize jumbo itu dengan pakaian yg masih sama saat Dimas berangkat bekerja. "Sayang, apa kau sakit?" menyentuh pucuk kepala Hanna yg tengah meringkuk disana. "Eummmmmmm.... "menggeliat. Dimas yg sudah berada di sampingnya membuatnya melukis senyuman manja dengan membalikan tubuhnya dan memeluk Dimas. "Kau pulang?" lirihnya. "Apa kau sakit sayang hingga tidur sedari siang?" tanya Dimas penuh gelisah.
Hanna tak menjawab dengan kata-kata hanya menggeleng kan kepalanya yg menyatakan ia baik saja. "Kau sudah makan?" tanya Dimas membalas pelukan Hanna. Hanna tidak menjawab lagi hanya menggerak-gerakan kepalanya saja. Pelukan Hanna semakin terasa hangat di tubuh Dimas menggugah perasaan yg membuatnya ingin menggelutinya naman, rasa itu harus tertahan ingat akan temannya yg sudah menunggu di ruang tengah. "Kau selalu membuatku tergugah dan bergairah istriku yg cantik tapi, Jeremy ada di bawah menunggu kita untuk makan malam,,-" kata Dimas menyosor bibir tipis Hanna.
"Emmm... dimas ,,," ringis melepas ciuman Dimas.
"Kenapa??" mengerutkan dahinya.
"Apa yg kamu bawa untukku Dimas?" tanya Hanna mengalungkan kedua tangannya. Dimas menyosor lagi dan mendaratkan ciuman di atas bibir milik Hanna dan Hanna membiarkan nya saja. "Aku membawa makanan kesukaanmu" kata Dimas melepas ciumannya dari Hanna. "Eummm ... dim..mas..." rengek Hanna.
"Aku ingin yg lain,,'"pinta wanita cantik di depannya.
Peni bermanja.
"Aku ingin makanan pedas, aku ingin ......"-terhenti.
Dimas pun heran tak biasanya istri tercintanya menginginkan makanan pedas, yg ia tahu Hanna tidak suka makanan di pedas."Apa aku tidak salah dengar??"
"Apa yg salah ??" heran. "Aku sedang ingin makanan pedas Dimas suamiku apa aku salah??" sambungnya sedikit kesal. Dimas sedikit tidak percaya istrinya kini menjadi sensitif "Oke.. oke.. aku akan belikan untukmu apa sih yg nggak untuk permaisuri ku" goda Dimas membujuk istrinya yg tengah manyun.
"Aku pengen rujak, kamu harus dapet nggak pake nggak, pokoknya aku pengen hari ini juga, aku nggak akan turun sebelum kamu bawain aku rujak kesini," tegas Hanna mengatakan permintaannya pada sang suami.
Dimas terbelalak mendengar istrinya yg menginginkan kan sesuatu yg jelas akan sedikit sulit untuk mencarinya. Dimas hanya terdiam mengangguk ragu seketika pergi dengan wajah lusutnya menuju ruang tengah menghampiri Jeremy yg sedang menunggu di ruang tamu.
...----------------...
#Like
#Komentar
#jangan lupaVote nya juga yak?