
"Dia pasti salah paham sampai-sampai dia mengurung diri di kamar"
"Seharusnya aku juga lunch nggak direstoran itu"
"Payah sekali aku.." ocehan Nya.
Dimas terdiam membeku di Sebuah kursi mewahnya bak seorang raja, sembari menanti Hanna yg masih didalam kamar.
"Aku terlalu bersikap berlebihan kepadanya.." lirih Hanna menyapu air di pipinya.
Kediaman Dimas masih berlanjut dengan menggaruk-garuk dagunya.
Ckreek...
Hanna membuka pintu kamarnya.
Plak.. plak..
Suara benturan lantai dan tongkat Hanna, seketika Dimas menyeringai lamunannyapun terberai dan segera terbangun dari duduknya.
"Sayang .." menghampiri Hanna.
"Hei sayang .. maaf aku buat kamu menunggu!"keluh Hanna.
"Nggak sayang .. aku mau jelasin kejadian tadi siang aku sama Shyren ..-"
"Dimas aku percaya kok sama kamu gak perlu kamu terusin .."memotong.
Dimas yg diam mendengar kata-kata Hanna bingung apakah harus senang atau bagaimana karana rasa ketidak enak-kan didalam hatinya masih berkecamuk.
"Sayang kamu tidak apakan?!"
"Yes, i'am fine ..
Dimas memeluk erat Hanna dan menciumi pucuk kepala hanna beberapa kali.
*********
"Dimas .. Dimas .... Ayo kejar aku !!
"Shyren .. akan aku dapatkan kamu ..
"Kemari jika bisa menangkap ku ..
"
"Shyren aku menyerah .. aku lelah berlarian ..
"Ayolah Dimas .. "mendekati Dimas.
Shyren memberikan tangannya. "Payah ayo .."
"Ku tangkap juga kamu ..!!"menarik tangan Shyren kedalam pelukannya.
Shyren tepat berada didepan mata Dimas hembusan nafasnya begitu hangat saling menyapu wajah satu sama lain. "Dimas lepaskan malu dilihat orang ini tempat umum.!!"
"Baiklah.. setelah... Emmm!!!"
"Aaaaa.. geli .. Dimas ..ampun ....
Sekilas bayangan masa lalu memenuhi benaknya, seakan-akan tak pernah ingin melupakan sedikitpun moments bersama dimas.
Tapi,
"Dia istri ku Shyren ..."
Isak tangisnya pun pecah seketika perkataan Dimas begitu menggema di gendang telinganya.
Seolah tak menerima semua apa yg ia lihat dan ia dengar ia terus menampar pipi tirus dan mulusnya berharap ini semua hanya mimpi.
Setelah beberapa kali menampar dirinya sendiri seorang pria mendengar beberapa kali teriakan nya dan bergegas menuju arah kamar Shyren.
"Jelaskan padaku siapa yg membuatmu menangis seperti ini?!"
Gadis cantik berwajah tirus itu, menatap laki-laki bertubuh kekar dan ala khas wajah tampan nya, setelah hitungan detik pun Shyren menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan laki-laki didepannya.
"Baby... Baby... Bicaralah?!" Melepas pelukannya.
"Kak, di-dia .. sudah sangat menyakitiku ..."
"A-aku a..aku memang dulu ber-salah pergi tanpa berpikir panjang bah..wa akan mempengaruhi hubunganku sejauh ini .." tersedu-sedu.
"A-aku tidak tahu dia akan jadi ya seperti i..ni kak, di-a kesana terus di..a kemari lagi dengan mem..bawa istri ..."
Laki-laki itu masih tidak mengerti.
"Sustttt... Sustt... Diamlah aku pahami kesedihanmu siapa dia? Aku belum pernah melihatmu seperti ini sebelumnya!!" Mencoba menenangkan Shyren.
"Mery... Mery.. bawakan nona mudamu air cepat!!" Teriaknya memerintahkan salah satu pembantunya untuk membawakan segelas air untuk Shyren.
Iba bercampur marah menjadi satu melihat wajah tirus cantik nan imut itu menangis sehingga matanya menjadi sembab dan memerah.
Hatinya bertanya-tanya mengapa Shyren tidak pernah memberitahukan nya jika dia pernah dekat dengan seorang pria, pantas saja ia tidak mau dijodohkan dengan siapapun termasuk teman yg paling ia percaya
Yang dia tahu bahwa Shyren seorang gadis mandiri ceria serta tidak pernah bergantung pada siapapun juga sosok gadis yg kuat dan keras tidak pernah cengeng seperti sekarang.
Seorang wanita paruh baya menghantarkan segelas air putih "Ini tuan"
"Lama sekali apa kau ku bayar hanya untuk bermalas-malasan keterlaluan"
Tersentak seketika pembantu itu menaikkan bahunya spontan Terkejut dengan nada tinggi tuannya.
Laki-laki didepannya begitu pemarah keras dan sombong marry sudah terbiasa dengan sikap majikannya yg bersikap demikian.
"Maaf tuan"
"Aku tidak butuh maafmu pergilah tidak berguna" dengan nada yg begitu kasar.
"Minumlah Shyren biar kau lebih tenang?"
"Sekarang kau sudah bisa bercerita padaku katakanlah?!!.
"Kak, dia laki-laki yg aku sukai sejak aku kuliah diapun sebaliknya kamipun menjalin hubungan cukup lama saat itu.
".. kemudian kau menyuruh ku untuk mengurus perusahaan Daddy yg berada di kanada dan aku Pergi kemudian Daddy, tahu aku dekat dengan nya dan meminta ku untuk menjauhinya tanpa memberi tahukannya ini semua padanya..
".. Dan sekarang aku menyesalinya ini memang salahku ..
"Hey .. baby jangan salah kan dirimu sendiri yg lalu biarlah berlalu kau ini cantik, masih banyak laki-laki yg lebih pantas mendapatkan mu"
"Laki-laki itu sungguh tidak beruntung karna lebih memilih orang lain sudahlah..
"Tidak .. kau tidak pahami perasaan ku aku sangat mencintainya ...." Menarik kerah baju laki-laki yg ia panggil kakaknya itu dengan kasar.
"Oke.. oke .. Hanny"mengangkat kedua tangannya. "Aku bisa bantu apa? Tanyanya.
"Aku ingin mendapatkannya kembali"tegas.
"What?? You crazy!!!
"Dia sudah menikah, kau sungguh sudah gila !!
Matanya membulat terkejut dengan yg ia katakan, begitu menggema di daun telinga nya mencoba menenangkan dengan mengiyakan ucapan Shyren. "Ayolah baby.. kau masih bisa mencari laki-laki lain, memangnya siapa dia kenapa kau begitu menginginkan nya?"terbawa emosi.
"Who is that man?"
"Dimas ..!!"
Mata yg biru itu membulat menimbulkan rasa amarah yg cukup dalam disana apakah benar nama yg ia sebutkan itu orang yg sama sebagai mana tebakannya.