MY DEARY

MY DEARY
PERTUNANGAN HANNA III



#:MALAM YANG PANJANG


Hanna dan dimas kembali ke ruang tengah dimana semua orang sedang berkumpul disana menantikakan mereka, hanna berusaha menutupi air mata nya dengan merapikan riasannya.


"Hanna,, pergilah ke kamar mandi perbaiki riasanmu jangan sampai keluargamu tau kamu masih bersedih,,-" ucap dimas.


Hanna hanya menganggukan kepalanya dan bergegas pergi ke kamar mandi, untuk memperbaiki riasan wajahnya karna luntur setelah dirinya menangis tadi.


Dimas pergi menuju ruangan dimana keluarganya berkumpul, beberapa langkah baru kemudian dimas berhenti sejenak, merogoh saku pakaiannya dan mengambil sebuah kotak kecil disana.


"Ini ..


"Akan ku pakaikan cincin ini dijari manismu hanna,,-"


"Takkan ku biarkan kesedihan hadir kembali dalam hidupmu ,,"sambungnya dimas.


Dimas pun pergi, melihat keluarganya yg sudah menantikan mereka. "dimas kemana calon istri lo,," celetuknya jesika dengan bicara sinis. "jes, kalo nanya yg bener donk sayang jangan gitu,,"seru nyonya diatmadja.


"Sorry,,,


Dasar luh,, " dimas.


"Walaupun sekolah di luar negri masih aja tingkah lo gaya bicara lo kek preman,,-" goda dimas.


"Kagak ada anggun-anggun nya luh,," ledwk dimas.


"Mommy,,, "rengek jesika.


"Udah dimas,, kalian ini gak di rumah nggak di sini kaya kucing ama tikus aja,,"canda pak haris membuat seisi rumah tertawa melihat tingkah kedua saudara itu.


Hanna telah kembali dari kamar mandi,bersama seorang gadis kecil yg manis, semua mata pun tertuju padanya. "papa,,,,. panggil seorang anak. Dheaa sayang ,," kata resta.


"Mamaaa.... aku sudah bawa tante ..." menggandeng tangan hanna.


"Ohh ,, ya ampun kemari nak, duduk si pangkuan oma,,," ujar nyonya diatmadja ibu dari dimas.


Dhea pun berlari menuju ibu dari dimas, begitu senang dan bahagia ibu dimas menggendong putri dari dema dan resta,,


"Siapa namamu sayang??,," tanya nyonya kalina ibu dimas.


"Dhea oma,,, " duduk di pangkuanya.


"Kamu manis sekali sayang, oma berharap kelak om dimas pun segera memiliki anak yg manis sepertimu ,, " berbicara pada dhea membuat dimas tersipu malu mendenfar harapan sang mommy.


Hanna hanya terdiam mendengar perkataan calon mertuanya itu, " mmmm,,, lihatlah anakmu dia merasa malu ..-" ucap pak haris menggoda dimas dan hanna.


"Mmm.... baiklah kita mulai aja tukar cincinnya gimana?" kata satiawan.


Betul sekali .. kamu tidak lupa kan nak?" tanya pak haris pada dimas.


Tentu tidak pap,,"


Dimas memperlihat kan cincin yg telah di belinya khusus untuk hanna pada semua orang, begitu terkagum nya nyonya kalina diatmadja melihat cincin yg di beli dimas begitu elegan dan mewah.



Woww sweet bangettt...." jesika terpukau.


"Dim, ini cincin berlian yg begitu menakjubkan sekali,," puji jesika tak berpaling menatap cincin yg di bawakan dimas untuk hanna.


Lo beruntung hanna,, semenjak dimas kenal lo dia begitu jadi romantis, senyum-senyum sendiri, sekarang lebih sweet lagi ,,-" serunya jesika.


Hanna masih berdiam tak bergeming, "baiklah kita mulai sekarang,,??" pinta ibu dari dimas. tentu,, "dema membawakan cincin nya untuk hanna semat kan di jari dimas.


Hanna,,,"


Iya,," jawab hanna.


Kemari sematkan cincin ini di jari dimas,," ujar resta.


Hanna mengambil cincin yg di bawa kan dema tanpa canggung dimas memberikan tangannya pada hanna kemudian memakaikan cincinnya di jari manis dimas.


Sebaliknya dimas pun meraih tangan hanna dan segera menyematkan cincin yg ia beli dari perancang ternama di jari manis hanna.


Semua orang bertepuk tangan atas pertunangan mereka dan mengucapkan selamat, namun di tengah kebahagian mereka seorang pria memanggil-manggil nama hanna sehingga semua orang khawatir.


...****************...


#:KEDATANGAN DAFA.


Semua orang menghampiri suara yg terbilang kasar dari arah luar, membuat satiawan kembali tersulut emosi.


"**H**anna ... gue cinta lo gue gak bakal lepasin lo,,, nggak ada yang bisa jauhin lo dari gue,,, nggak akan gue biarin orang lain pisahin gue dari lo ...-" teriak pria itu yg tak lain dafa dengan kondisi terpengaruh alkohol.


"Kak, dia pasti dafa,,"desus satiawan.


"Biar aku yg temui dia,,," sambung dimas sembari pergi dan melepas jas nya.


"Tapi, dimas ..." satiawan mengejar dimas yg terlihat telah pergi menghampiri nya di luar rumah.


"Dafa,, " ucap hanna yg kemudian berlari menyusul dimas .


Hanna,, " teriak resta dan dema.


Semua pun pergi melihat kejadian di luar. nampak dimas sedang berusaha berbicara pada dafa. "tolong lo jangan buat keributan disini ..." terhenti.


"DIAAMMM....."


"Lo nggak perlu ikut campur urasan gue ..." ujar dafa dengan kondisi mabuk.


"Kita bisa bicara baik-baik daf, lo nggak perlu berteriak dan cari keributan disini apalagi lo dengan keadaan mabuk.." dimas mencoba menenangkan dafa.


Hanna mendekati dimas dan dafa yg masih saling bicara "hanna kenapa kamu kesini? tanya dimas. "tolong dimas kali ini aja.." pinta hanna.


"Hanna .. lo pake gaun ,,, lo tau gue bakal kesini jemput lo ayok kita lari dari orang-orang ini..."menarik tangan hanna.


Hanna menahan pegangan dafa "dafa kita gak bisa sama-sama kita saudara ...


"Persetan semua itu ....


Lo milik gue hanna ...."menarik tangan hanna.


"lo udah pake gaun ini artinya lo udah tau kedatanga gue dan kita akan kabur juga mengawali hidup kita .."terhenti.


Hanna melepaskan pegangan dafa dan menggadeng pria di sebelahnya tak lain dimas yg kini telah resmi menjadi calon suaminya, dafa menohok melihat tangan hanna menyentuh tangan pria lain.


"Dafa aku pakai gaun ini bukan untuk menyambutmu ...-"


Tapi,,


Untuk menyambut kedatangan calon suamiku dimas ,,"sambung hanna. membuat dimas terdiam bahagia sekaligus keluarganya namun, bagi dafa ungkapan hanna bagai kan petir yg menyambar.


Dafa membatu mendengar kata-kata yg terlontar dari mulut hanna dan meneteskan airmata. "lo bercanda kan ..." tertawa.


"Ini nggak lucu han,,


Gue tau lo marah karna gue telat tapi,,,-"terhenti oleh kata-kata dimas.


Tapi, lo harus terima kenyataan gue dan hanna sudah bertunangan ,, " memperlihatkan tangan nya dan tangan hanna. "Gue calon suami hanna ,," menaruh tangannya di pundak hanna.


"Kamu harus menerima kenyataan dafa .." ucap hanna seolah bagai tusukan pedang di telinga nya.


Ayokk hanna... "ajak dimas.


Dafa yg sudah hilang kendali menarik hanna secara paksa dan berusaha membawanya dari pegangan dimas.


"Nggak hanna lo hanya milik gue .."dafa.


Satiawan dan dema sudah tak bisa mengendalikan dirinya, berlari menuju dafa dan membawa hanna ke dalam rumah,,


Dafa yg tak menyerah terus berusaha ingin membawa hanna hingga kesabaran simas tak bisa di tahan lagi di lemparkan lah pukulan dimas ke arah dafa.


*Bughh...


Ahhh*......"


Cukup dafa lo udah melewati batasan lo..." teriak dimas.


Enyahlah dafa ,, sebelum gue harus gunakan cara yg lebih dari ini ,," peringatan dimas pada dafa.


Gue nggak akan nyerah,,," membalas pukulan dimas.


Bughh... "dimas terjatuh.


Dimas.." teriak semua orang. hanna berlari saat mendengar dimas di pukul oleh dafa.


Dimas,," teriak hanna.


Cukup dafa,, "sentak hanna. "kini aku sudah tidak akan berbaik hati lagi padamu dia calon suamiku kamu tidak berhak memukulnya, jika kamu masih belum pergi aku akam melupakan mu jika kamu saudara ku atau...-"


"Orang yg pernah hadir di kehidupanku...


Keadaan yg sangat kacau. dimas kembali ke dalam rumah begitu pun keluarganya yg sudah melihat semua kejadian itu.


Dafa pun hanya terdiam, dan melangkah pergi dengan penuh kekacauan ucapan hanna yg begitu masih terngiang membuatnya sangat hancur.


...****************...


#Jangan lupa tinggalkan jejak yak ...