MY DEARY

MY DEARY
#Ingin Rujak II



Dimas menuruni anak tangga dengan bingung menggaruk-garuk kepalanya yg tidak gatal membuat Jeremy bertanya-tanya. Dimas duduk seketika menghela nafas panjang mengadahkan kepala nya keatas langit-langit rumah."Mana Hanna,,"seru Jeremy memecah lamunan Dimas.


Matanya mengikuti suara yg ia dengar mengarah pada Jeremy disampingnya "Hanna,,!!!" ucap Dimas. "Dia ingin makanan yg lain jem,,!'' ucap Dimas masih terfokus ke langit-langit rumah. Jeremy bingung dengan ucapan dimas "Lalu apa salahnya? kenapa kau seperti orang linglung? istrimu meminta sesuatu lalu apa yg salah?" memainkan tangannya yg memainkan sebuah ponsel. Dimas menghela nafas "Memang tapi,....-" terdiam.


"Tapi, apa?"..


...."


"Tapiiiiiii......... permintaannya itu lohh... dia ke pengen rujak sedangkan dari sini ...."


"Rujak .." bengong."What is rujak??" wajah konyolnya pun terlukis jelas dari Jeremy. Jeremy yg di katakan orang modern tidak mengetahui makanan khas Indonesia memang, ia jarang berkunjung ke negri temannya itu hingga tidak banyak tahu tentang negri kelahiran Dimas.Dimas hanya menyandarkan kepalanya da menggaruk-garuk pucuk kepalanya itu. "Kau serius? tidak tahu rujak?" menepuk dahinya. Jeremy cukup menggelengkan kepalanya dengan wajah terheran-heran.


"Yaudah yuk kita cari ntar juga tahu,,!"ajak Dimas beranjak dari sofa dan mengambil kunci mobil miliknya di atas meja. Jeremy meng-iyakan ajakan Dimas dan pergi memecah jalanan ramai di kota mencari kesetiap restoran namun, tidak menemukan nya.Jeremy yg penasaran mencairkan suasana bertanya tentang makanan yg disebut rujak "Apa itu rujak?" tanya jeremy. "Sama dengan salad kau masih tidak tahu???"jawab Dimas.


"Benarkah?"...


"Iya .. Salad hanya saja bedanya rujak dikuahi bumbu pedas dengan gula merah, cabai, bawang, emmmm.... dan lainya" ucap dimas menjelaskan. "Ohhh..." Jeremy masih dengan rasa ingin tahu nya. Dimas seketika terpikir akan suatu hal dan bergegas mengendarai mobil dengan kecepatan diatas standar. Jeremy terkejut bukan main hingga tangannya spontan memegang sabuk pengaman dengan kencang. "Apa kau ingin membunuhku dim??"celotehnya. "Aku tahu dimana aku bisa dapat makanan yg di ingin kan istri ku" senyum senang menghias wajahnya.


"Oke... tapi, kurangi kecepatan mu aku masih ingin hidup, aku masih lajang kau pahami itu sedikit"ngedumel dengan berteriak memegang pegangan mobil. "Ciiiiiiittttttttt......" seketika mobil terhenti mendadak membuatnya terbanting kedepan. "Kau benar-benar ingin membunuhku Dimas"sontak Jeremy yg panik. "Serius kah ?? aku tidak berpikir sampai sana" Dimas mengucapkan dengan polosnya.


Dimas sampai di tempat tujuan nya dan segera membeli rujak meski Indonesia dan di negri orang sama atau tidak rasanya yg terpenting baginya keinginan istri tercintanya dapat terpenuhi. Dimaspun turun dari mobil sport miliknya diikuti Jeremy di belakangnya, Jeremy tak henti-hentinya melonggarkan dasinya yg mendadak tersa sempit. Usai mendapatkan apa yg di carinya Dimas kembali kerumah bersama Jeremy.


15menit kemudian.


Mobil sport merah, tepat berhenti di depan rumah megah, Dimas segera masuk tak sabar menemui istri tercinta, arlogi nya tepat menunjukan pukul 21.01 "Hanna .. sayang aku sudah bawakan makanan yg kamu mau" Dimas meliarkan kedua matanya ke setiap sudut mencari sosok sang istri. Seorang pelayan mendekati pria tampan Indonesia itu memberitahukan keberadaan majikan nya "Tuan nyonya berada di dapur" ucap seorang pelayan. Dimas tidak menjawab namun, segera ketempat yg di beritahukan sang pelayan. "Hanna ... sayang..."panggil Dimas.


"iyak... aku disini kemarilah sayang ,,,!!' seru Hanna menggema di arah dapur.


"Han,,,-" terdiam.


"Hemmm...." mulut yg penuh makanan.


Dimas menohok dibuatnya saat Hanna tengah duduk dan memakan makanan yg di bawa Dimas beberapan waktu lalu, Dimas membeku dibuat nya membuat dirinya tergeleng-geleng melihat tingkah Hanna "Kau makan,,,"bergumam. "Eummm.... aku lapar suamiku, menunggu mu terlalu lama dan perutku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi" suara khas manja dengan mulut penuh dengan makanan. "Lalu iii......ni.....-"menunjukan sekantung bungkusan dengan tetap membeku.


"Hemmm.... sekarang aku sudah tidak menginginkan nya, perutku sudah terisi penuh,,,,-"


".... dan sudah tidak ada ruang lagi .."-sambungnya.


Jeremy menghampirinya "Bagaimana apa dia suka?"tanya jeremy.


....''masih terdiam. Dimas menghela nafas dan duduk di antara meja makan membuat Jeremy bertanya-tanya kembali. Dimas tidak menjawab raut wajah nya yg murung nampak sekali terlihat oleh Jeremy membuatnya paham. "Berikan saja nanti juga dia akan memakannya" ucap Jeremy. Sesaat mata Dimas memutar ke arah Jeremy sontak memberikan bungkusan plastik itu padanya "Makan saja,, dia udah makan"sentaknya kesal.


"Apa yg salah??" Jeremy pun bingung.


......................


Malam semakin larut Jeremy meninggalkan kediaman Dimas dari beberapa di menit lalu, Dimas bersiap untuk tidur nampak terlihat begitu jelas lekan tubuh Hanna yg meringkuk diatas ranjang big size itu membuat perasaan Dimas mulai tergugah kembali, kekesalannya pun hilang seketika "Aku tidak bisa kesal lama-lama kepadamu sayang, kau selalu mencairkan suasana hatiku, ntah apa yg terjadi hari ini kau sangat aneh tapi,aku takkan mengeluh demi istriku ini akan kulakukan apapun itu ,,-"mencium pucuk kepala Hanna.


Dimas tidur dengan memeluk Hanna membiarkan kepala hanna di bahu nya, nyenyak di dalam pelukan dada bidang pria tampan nan rupawan membuatnya menggeliat, dan menyembunyikan wajah cantiknya di dalam pelukan sang suami tersayang.


...****************...


Di sisi jalan di tengah-tengah keramaian jalan seorang pria kekar tampan yg berseteru dengan seorang gadis cantik elegant cukup menarik perhatian mata dengan pakaian mininya, "Cukup el Lo bukan siapa-siapa gue, gue nggak tertarik buat nikahin Lo,,!" sangat jelas ucapan pria itu membuat perhatian banyak orang. "Lo bener-bener gila, gue udah kasih semuanya buat Lo tapi, Lo campakin gue gitu aja setelah apa yg udah gue korbanin buat Lo,,-" kesal penuh amarah.


"Cowok brengsek Lo,, brengsek anjing Lo,,"mendorong dan menampar pria itu.


"Heuhh,,,"tersenyum licik. Pria yg kekar itu begitu kalem menanggapi kekasih di depannya. Dia tak membalas gerakan si perempuan itu dan membiarkannya puas memukulinya. "Kenapa Lo nggak bisa hargain dikit perasaan gue, dari dulu hingga sekarang hanya karena gadis yg udah bukan milik Lo lagi, jelas-jelas dia udah jadi milik orang lain Lo buka mata Lo, dia nggak bakalan balik sama Lo,,," tangisnya pun mulai pecah. "Lo liat diri Lo sendiri apakah pantas pendamping gue tampilan nya seperti cewek ****** No, jelas Lo bukan tipe gue,,-"pergi kearah mobil hitam mewah.


"Oh .. dan yaa ,,, jangan bawa-bawa masalah kita dengan orang yg tentunya bukan urusan Lo, lebih Lo balik ke Indonesia jangan ikutin gue lagi PAHAM..!!"sambungnya dengan tegas memperingatkan sigadis di depannya dan berlalu meninggalkan gadis cantik itu s sendiri disana.


"Shittttt.......


"Anjing..... Lo bangsatt......


"Gue nggak terima,, gue nggak akan pernah terima atas penghinaan Lo selama ini gue akan buat Lo nyesel,, udah hancurin hidup gue selama ini tunggu pembalasan gue ......" teriak penuh emosi tanpa menghiraukan disekitar nya dia pergi menuju taxi yg berada di sebrang jalan menuju kediamanya, kata-kata pria itu begitu terngiang-ngiang seolah percikan api membakar tubuhnya begitu lusut, dan kacau, sebuah korek dan rokokpun ia keluarkan di dalam tas kecil miliknya sebagai penghilang stress ia merokok didalam taxi dan tidak memperdulikan si sopir yg tepat berada di depannya.


...****************...


Jika ada kata atau penulisan yg kurang tepat mohon dikoreksi yak Thor,,,,,!!!


terimakasih untuk yang udah mau mampir, !!


Jangan lupa like and coment nya yak!!