
Kadang setiap masalah harus diselesaikan dengan cara yang baik bukan dengan kemarahan dan emosi semata.
****
"Jadi apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Raihan dengan penuh selidik. Ia benci jika ada laki-laki lain yang juga ikut berjuang mendapatkan hati Raihanah. Hanya dia seorang saja yang boleh melakukan hal itu. Bukan yang lainnya.
"Aakku makan..." ucap Raihanah dengan nada bergetar ketakutan, ia tidak pernah melihat Raihan seseram ini.
Raihan menarik tangan Raihanah kasar, tak lupa juga dengan cincin yang diberikan laki-laki tadi. Raihan menyeret Raihanah menuju parkiran mobilnya dengan kasar, hal itu membuat Raihanah kesakitan.
"Sakit, lepaskan!!!" desah Raihanah disaat ia merasa cekalan tangan Raihan yang menyakitkan. Raihanah marah dengan Raihan seumur hidup ia selalu menjaga diri dari sentuhan pria namun pria ini malah memperlakukan nya seenaknya bahkan bertindak kasar pada nya.
Raihan yang dikuasai amarah, seakan tuli dengan rasa sakit yang dirasakan Raihanah. Dibuka pintu mobil nya dan di hempaskan dengan kasar Raihanah di dalam mobil nya. Raihan menutup pintu mobilnya lalu berjalan kearah pintu tempat nya mengemudi. Raihan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi diatas rata-rata.
Raihanah merasa takut, disaat Raihan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Raihan seakan-akan tak takut dengan keselamatan mereka berdua. Hal itu membuat Raihanah menangis dan ketakutan.
"hiks...hiks.. hiks... hiks... Raihan apa yang kamu lakukan, apa kamu mau hiks...hiks..hiks... membunuh kita berdua hiks.. hiks...hiks..." Raihanah mengatakan itu sambil menangis. Ia takut dengan Raihan yang sekarang. Ia takut Raihan akan melukai nya bahkan melakukan hal yang tidak terduga pada nya. Hati Raihanah tidak tenang hanya lantunan doa yang bisa ia ucapkan.
"Hentikan Raihan hentikan!!!" Raihanah menjerit ketakutan, namun mobil ini terus berjalan hingga mereka berhenti di tengah jalan tol yang sepi.
"Raihan!!! Hentikan!!! hiks...hiks... aku takut... aku takut.. Raihan... aku takut... hiks... hiks.." Raihanah semakin menangis tersedu berharap Raihan menghentikan mobil nya sekarang juga. Ia tidak mampu lagi berada di dalam sini.
"Ada apa?" Raihanah merasa bingung ketika tahu mobilnya berhenti. Ia bingung dengan sikap Raihan perasaan ia tidak punya salah apapun. Tapi kenapa pria itu malah menariknya dengan penuh amarah. Memang apa salah nya? Aneh itulah yang Raihanah rasakan terhadap perlakuan Raihan pada nya.
"Siapa laki-laki itu?" tanya Raihan dengan penuh amarah. Ia tidak terima melihat Raihanah' bersama laki-laki lain selain diri nya seorang.
"Dia dosenku." ujar Raihanah jujur. Ia tidak suka berbohong. Nathan itu dosennya. Dosen muda yang kebetulan tertarik pada nya. Namun Raihanah selalu menolak.
Raihan menghela nafas kasar, cukup ia sudah tak tahan dengan gadis ini. Gadis ini harus diberi hukuman, agar ia tahu ia berhadapan dengan siapa. Raihan mencengkram dagu Raihanah kasar dan mereka saling menatap, entah bisikan setan mana yang membuat Raihan dengan lancang mencium bibir Raihanah.
Raihan ******* bibir gadis itu dengan kasar, dan menuntut. Ia meluapkan semua apa yang ia rasakan, rasa cemburunya, marah dan cintanya meluap menjadi satu dengan kelembutan bibir gadis itu.
Raihanah kaget disaat ia mendapat ciuman dari Raihan, sial dengan lancangnya pria ini merebut ciuman pertamanya. Ciuman yang selalu ia jaga untuk suaminya kelak, Raihanah mengerahkan segenap kekuatan dan seluruh kendali dirinya untuk melepaskan bibirnya dari pagutan Raihan, Raihanah mendorongnya kuat, kuat hingga bibir mereka terlepas.
Suasana didalam mobil itu begitu hening, hanya desah napas memburu bersahutan, Raihanah bahkan tak tahu itu napas siapa. Mata Raihan tampak berkabut, tapi ketika menatap mata Raihanah sinar nya begitu tajam dan menakutkan. Raihanah dengan marah menampar wajah Raihan karena perilaku menjijikan pria itu.
"PLAKK!!" suara sebuah tamparan dari Raihanah di pipi Raihan.
"Dasar ********!!, kau mencuri ciuman pertamaku dan kau menciumku tanpa ijin, aku bersumpah kau tak akan pernah bisa menyentuhku lagi!!, kau begitu menjijikkan!!!"Suara Raihanah semakin serak karena menangis, ia merasa begitu rendah saat ini.
"Maaf... aku lepas kendali." ujar Raihan dengan sendu. Ia menatap Raihanah dengan sorot penuh meminta maaf. Ia kelepasan melakukan ciuman itu. Dia melakukan nya di luar kendali. Ia tidak bermaksud untuk melecehkan gadis pujaannya ini.
"Tak termaafkan!!!"
Raihanah setengah berteriak, diambilnya cincin itu dan diberikan kepada Raihan.
"Jika karena cincin ini kamu marah, dan bertindak menjijikan seperti ini. Ambil cincin ini temui pemilik nya tanyakan apa yang terjadi." ucapan Raihanah membuat Raihan terdiam. Ia terlalu terburu-buru dan di dipenuhi amarah dan nafsu.
"Aku rasa ini pertemuan terakhir kita."
"Aku membenci mu Raihan..." Ucap Raihanah mampu mematahkan hati Raihan berkeping-keping.
Raihanah berujar pelan ketika terburu-buru membuka sealbelt dan melangkah keluar dari mobil. Ia tidak ingin melihat Raihan lagi karena telah melecehkan harga diri nya sebagai wanita.
*****
Raihan mengusap rambut nya kasar, ia merasa bodoh dengan sikap nya tadi. Bodoh!!! Raihan memukul dashboard mobilnya kencang, dan lebih bodoh nya lagi ia tidak menahan kepergian Raihanah tadi. Di genggam nya cincin bewarna perak sumber kecemburuannya tadi.
Seharusnya ia tadi menahan amarah nya!!! bukannya malah melampiaskan semua itu kepada Raihanah. Bodoh!! ujar Raihan berkali-kali pada diri nya sendiri. Ia merasa bersalah karena telah melukai hati Raihanah bahkan hampir memerkosa nya di jalan.
Dan seharusnya tadi ia bertanya dengan kepala dingin dan mendengar apa yang sebenar nya terjadi. Tak seharus nya tadi ia mencium gadis itu dengan penuh emosi seakan melampiaskan amarahnya dan nafsu nya, apalagi disaat ia tahu bahwa itu ciuman pertama gadis itu. Membuat Raihan merasa tambah serba salah ia benar-benar seperti ******** yang tidak tahu malu.
BODOH!!!
"Maafkan aku Raihanah... maafkan aku." Isak Raihan penuh dengan rasa bersalah. Ia berharap di beri kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semua nya. Ia belum ingin berpisah dari Raihanah. Padahal baru kemarin ia memulai dan sekarang hancur sudah rencana nya. Raihanah membencinya saat ini. Bahkan mungkin enggan untuk menatap muka nya lagi seperti dulu.
"Aku menyesal Raihanah." Raihan berulang kali mengatakan itu. Ia tahu ia salah. semua salahnya dan ia pantas mendapat itu.
****
jangan lupa like ya... dan komentar.... love you all ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
follow Instagram author @wgulla_ dan @gullastory_ ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
semoga kita semua terlindungi dari wabah corona yang sedang merebak ini...