My Beloved Duda

My Beloved Duda
Bab 13



Bab 11


Tentang Kamu yang terus menganggu pikiranku, dan membuat hidup ku hampa tanpa mu..


Tahukah Rain jika aku begitu merindukan mu..


kehadiran mu...


Bisakah kau di sisi ku...


Bersama ku...


Ini bukan pertama kali Raihan menginjakkan kaki di sebuah diskotik. Dari ia berumur 18 belas tahun hingga sekarang ia dewasa. Jika ia setres, tempat ini adalah pelariannya. Karena temannya juga mengajaknya kesini. Dan ia dulu pernah bermain dengan wanita. Mungkin sudah beberapa wanita tapi tidak terlalu banyak, karena ia tidak terlalu suka dengan dunia ****. Makannya ia memilih untuk menikah, tapi sialnya wanita yang ia cintai selingkuh. Padahal dia sudah menjadi suami yang baik. Apalagi yang kurang darinya coba, kaya, tampan dan baik. Tapi balasannya adalah selingkuh.


Dan lebih buruknya ia melihat langsung perselingkuhan mereka yang hina itu di kamarnya. Raihan bersumpah untuk tidak akan menikah lagi dan berurusan dengan wanita, ia juga memiliki trauma yang begitu dalam. Semua karena wanita baik istrinya maupun ibunya mereka sama saja. Mereka mnyakiti hatinya, menghancurkan hidupnya. Namun kehadiran Raihanah merubah dunianya. Melihat betapa lembutnya wanita itu pada anaknya. Membuat Raihan merasa dicintai. Dan penolakan wanita membuatnya merasa bahwa Raihanah berbeda dengan wanita manapun yang suka mengejarnya dan tergila-gila padanya.


Tidak untuk enam bulan yang lalu, mengenal Raihanah jarang membuat Raihan datang ketempat ini. Karena Raihanah adalah obat dari kepenatannya. Tapi sekarang ia datang kesini, karena Raihanah benar-benar menghilang dari hidupnya. Ia tidak bisa menemukan dimana wanitanya itu. Padahal ia sudah pergi kesana kemari dan menyewa detektif tapi ia belum menemukan keberadaan Raihanah dimana.


Hari ini Raihan ingin menghabiskan waktu untuk minum saja, minus dengan wanita. Ia tidak mengingikan one night stand lagi, karena pikirannya sekarang hanya Raihanah. Ia hanya ingin Raihanah menjadi pendamping hidupnya.


Raihan menenggak gelas demi gelas


Whitsky ke dalam mulutnya. Matanya perih, begitu juga hatinya. Baru ia akan menenggak satu gelas lagi. Datang seorang wanita berpakaian seksi mencoba untuk menggodanya. Raihan mengeram, ia mendorong wanita itu kasar. Ia menatap wanita itu jijik, lalu ia memilih pergi dari tempat itu. Tempat yang remang, sedikit cahaya hanya ada lampu redup suara musik dj dan puluhan orang yang menari. Raihan melangkah keluar, sepertinya datang ke tempat ini adalah kesalahan.


"Tentang kamu yang datang dalam hidupku, membawa secercah harapan baru yang berani aku impikan. Namun kini kau tinggalku menyisakan luka yang amat dalam tentangmu," Raihan menepuk dadanya. Rasanya begitu sakit disana. Hatinya seperti ditikam belati.


Tubuhnya terhuyung sedikit, walau ia tidak begitu mabuk. Tubuhnya terasa sakit, ia putus asa meminum sebanyak apapun minuman keras itu tak akan membuat rasa rindunya terobati.


Minuman ini malah membuat tubuhnya perih, baik di fisik maupun kalbunya. Tanpa sadar setetes air mata mengalir. Dengan kasar Raihan menghapusnya. Ia tidak boleh cengeng. Jika itu mau Raihanah pergi darinya. Maka ia juga akan pergi dari Raihanah.


"Good bye, Rain." bisik Raihan pada dirinya sendiri.


Raihan menelpon Adrian untuk menjemputnya. Adrian adalah sahabatnya. Sahabat yang tau akan masa lalunya yang kelam. Adrian pernah ia tolong, waktu mereka sekolah di SMA. Dulu Adrian sering dibully dan Raihan yang menolongnya. Membuat keduanya berteman dengan baik. Tapi siapa yang tahu bahwa Adrian memiliki sisi gelap. Selain menjadi seorang pengusaha dia memiliki pekerjaan sampingan yaitu menjadi pembunuh bayaran. Hanya Raihan yang tahu itu. Tapi anehnya Adrian hanya akan menerima tawaran ketika dia ingin. Dia yang memilih bukan hanya asal membunuh. Kadang hal itu membuat Raihan bingung apakah masa lalu membuat seseorang menderita seperti ini?


"Jemput aku di tempat biasa." ujar Raihan tanpa dosa lalu ia mematikan ponselnya menunggu kehadiran Adrian.


***


"Kau selalu membuatku kesusahan Rai." Keluh Adrian. Ia harus meninggalkan kerjaannya karena sahabatnya ini. Andai saja dia tidak peduli pasti Adrian tidak akan mau datang ke sini. Adrian menghela napas sabar. Padahal ia sedang sibuk, tapi pria ini dengan seenaknya memerintah dirinya.


"Terkutuk lah kau!" Adrian terus mengumpat disaat Raihan memeluknya atau berusaha menciumnya. Ia bersumpah tidak akan Sudi membawa Raihan lagi jika mabuk.


"Sekarang apa lagi yang membuatmu seperti orang ***** saat ini." Ujar Adrian kasar memaki kebodohan Raihan. Raihan benar-benar kacau bukan seperti Raihan yang di kenalnya yang mampu menyembunyikan lukanya.


Adrian mencoba menggotong tubuh Raihan yang mabuk. Berat sekali dan Raihan banyak tingkah saat dia memapahnya. Pria itu telah meminum banyak alkohol dan sekarang meracau seperti orang gila. Adrian hanya menghela napas kasar. Baru kali ini ia menemukan Raihan seperti ini. Biasanya Raihan tidak akan seperti ini. Apa yang terjadi? batin Adrian bertanya. Terakhir kali Raihan seperti ini setelah tahu istrinya berselingkuh? sekarang apa yang membuat temannya itu seperti orang gila?


"Rain, kamu dimana? aku rindu? tidak kah kau memikirkan aku sama seperti aku yang selalu memikirkan mu?" racau Raihan sambil tertawa-tawa.


"Adrian, apa kurangnya aku?" Tanya Raihan sedih kepada Adrian. Bahkan ia tidak mempedulikan langkahnya yang terseok-seok ketike berjalan.


"Apa aku kurang tampan untuk mu? Apa aku kurang kaya untuk mu?" lagi-lagi Raihan meracau. Ia sedih sekali karena Raihanah meninggalkannya. Padahal ia tahu bahwa Raihanah juga mencintainya. Tapi kenapa wanita itu meninggalkannya.


"Rain.. Aku rindu kamu... Rindu..." Lalu Raihan memuntahkan isi perutnya ke baju Adrian.


"Sialan!" Maki Adrian bajunya terkena muntahan.


"tunggu pembalasan ku besok!"


"Adrian, tolong bawa aku ke rumah Rain, aku rindu dia. Andai saja aku tak menciumnya pasti dia di sini bersama ku." pinta Raihan sambil me racau.


"Jadi karena wanita kau seperti ini. Aku jadi penasaran siapa wanita beruntung itu yang bisa menaklukkan hatimu yang beku." guman Adrian sambil memasukan Raihan ke dalam mobil.


Pria itu lalu masuk ke dalam kemudi mobil setelah berhasil menaruh Raihan. Sialnya dia harus terkena muntahan Raihan. Untung saja sahabat kalau bukan sudah ku buang dia sekarang. Ingin dia bunuh pria sialan ini!!


"Terkutuk lah kau Raihan Salman al-Fatih" maki Adrian sambil mencubit pipi Raihan sebal.


"Awas saja kalau kau bangun besok. Aku akan meminta tagihan untuk ini!!!" Keluh Adrian pada Raihan. Ia membuka kaosnya lalu membuangnya asal ke luar. Lalu pria itu menyalakan mesin mobil mengemudikan mobilnya membawa Raihan pulang dari diskotik.


"Aku kasihan dengan Rakan jika tahu ayahnya seperti ini." gumam Adrian sambil melajukan mobil. Pandangannya kembali menatap Raihan yang rupanya sudah tertidur.


***


Jangan lupa Follow Instagram aku @wgulla_


love youuuuuuuuuu semoga kalian suka cerita aku ya.... like dan koment