
BAB 40
*****
Raihan tiduran di ranjang kamar tidurnya, ia merasa sangat lelah. Apalagi kejadian memalukan tadi di pesta pernikahannya, wajahnya masih terasa sakit akibat pukulan Ryan. Sialan Pria itu, seenak udelnya mengacaukan pesta pernikah orang, awas saja nanti kalau dia menikah ia akan membalasnya. Dan sialnya Raihanah terlihat tidak peduli dengan lukanya, mungkin gadis itu juga kesal padanya. Ah sudahlah yang terpenting Raihanah sudah menjadi miliknya. Namun Raihan terkesiap disaat ia mendengar bunyi ketukan pintu kamarnya. Raihan bangkit dan berjalan untuk membuka pintu itu dan melihat istrinya yang saat ini berdiri di depan kamarnya dengan posisi menunduk sambil meremas ujung gaun pernikahannya.
Begitu takutkah Raihanah tidur bersamanya?
Tidakkah istrinya ini tau, kegiatan mereka nanti akan sangat menyenangkan?
"Masuklah." Kata Raihan lalu dia kembali tidur diranjangnya. Raina menutup pintu di belakangnya lalu mengembuskan nafas. Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Jangan takut Raihanah, dia suamimu, dia tidak akan menyakitimu. Hibur suara hatinya.
"Tenanglah Raihanah, kita hanya akan tidur di sini." Raihanah langsung melirik Raihan yang masih berbaring dikasurnya.
"Ehm Mas, aku mau mandi dulu." Akhirnya hanya itu yang bisa di ucapkan Raihanah. Gadis itu berjalan memasuki kamar mandi,Raihan yang mendengar itu tersenyum usil.
"Raihanah" panggil Raihan.
Raihanah menghentikan langkah kakinya, dan berbalik badan menghadap Raihan.
"Iya mas."
"Mau mas temani mandinya."
Raihanah terdiam sejenak mencerna apa yang dikatakan Raihan, dan sedetik kemudian ia mengerti maksudnya. Pipinya langsung berubah warna menjadi merah.
"Mesum!!!" ucap Raihanah sambil berlari kekamar mandi.
*****
Setelah mereka selesai sholat dua rakaat, mereka duduk diatas ranjang berdua. Mereka saling berhadapan, Raihan tiada henti menatap Raihanah dengan terpesona. Namun sebaliknya Raihanah menunduk malu karena tatapan Raihan.
Raihan terkekeh geli melihat sikap malu-malu Raihanah, diusapnya pipi Raihanah lembut. Ditangkup wajah Raihanah lalu diangkatnya hingga sejajar dengan wajahnya, pipi Raihanah bersemu merah karenanya.
"Kamu Cantik"
Raihan membawa Raihanah kedalam pelukannya, di cium aroma tubuh istrinya. Lalu dibisikan doa ditelinga Raihanah.
"بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا"
{("Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari syetan, dan jauhkan syetan agar tidak mengganggu apa (anak) yang Engkau rezekikan kepada kami") (HR. Bukhari dan Muslim)}
Dan malam itu menjadi saksi penyatuan cinta mereka, Raihan begitu lembut menyentuh Raihanah. Raihan membimbingnya dengan sabar, karena Raihan tau ini adalah pengalaman pertama Raiha
***
jangan lupa follow Instagram Author ya teman-teman ku @wgulla_
semoga suka sama cerita aku ya..
jangan lupa like dan komen...
aku tunggu ya . proses revisi
love youuuuuuuuuu 😘