
LAMARAN
"Karena aku yakin kamu dapat menjaga hartaku sebagaimana kamu menjaga hatimu untukku"
-
-
Raihanah pergi dari rumah sakit, hatinya terasa sakit ketika Raihan hanya diam tak membalas pernyataaan cintanya. Ia tidak peduli dengan teman-temanya yang melihatnya menangis penuh air mata setelah keluar dari ruangan Raihan. Raihanah malu, ia tidak pernah mengungkapkan cinta kepada seorang laki-laki. Tapi tadi ia menurunkan harga dirinya demi Raihan. Ia mengunggkapkan semua perasaaan yang ada di hatinya. karena ia begitu mencintai pria itu. ia tidak ingin kehilangan pria itu. namun yang ia dapat hanya diamnya Raihan, Raihan sama sekali tidak memperdulikan pernyataan cintanya.
Apa Raihan sudah tidak mencintainya lagi? batin Raihanah terasa sakit mempikirkan itu.
Apa secepat itu hati Raihan berpaling? Pikiran-pikiran buruk terus berputar di kepala Raihanah. Raihanah merutuki kebodohannya karena telah mengatakan ia mencintai Raihan secara terang-terangan. Air mata Raihanah terjatuh kembali.
Seharusnya ia tidak pernah mencintai pria yang tidak mencintainya. Tapi apa arti semua hal yang Raihan lakukan jika pria itu tidak mencintainya. Batin Raihanah terus bertengkar.
Pikiran Raihanah melayang merenungkan kembali percakapannya dengan kakek Raihan. Ia tidak menyangka jika Raihan memiliki luka yang begitu dalam di hatinya. ia tidak jijik dengan masa lalu Raihan, malah ia mau membebat semua luka yang pernah Raihan rasakan tapi pria itu sialnya salah paham yang mengartikan perasaanya hanya rasa kasihan. Tak tahukan Raihan jika ia peduli padanya. Raihanah memandang langit-langit kamarnya. Ia tidak sanggup membayangkan jika harus kehilangan pria itu, tapi melihat penolakan yang ditunjukan Raihan tadi hati Raihanah sakit. Raihan sudah tidak mengharapkannya lagi. mungkin benar Raihan sudah tidak mencintainya lagi dan Raihanah harus cepat melupakan pria itu sebelum perasaaanya semakin dalam.
****
Raihanah bangun dari tidur siangnya, disaat Raihanah pergi ke dapur ia melihat banyak sekali orang-orang yang berlalu lalang melewatinya. Raihanah merasa bingung tidak seperti biasanya, apa ada hal yang ia lewatkan. Raihanah menduga akan ada acara besar dirumahnya namun apa? Itulah yang membuat Raihanah bingung.
Dihampiri ibunya yang sedang memasak, ibunya terlihat sangat sibuk begitupun orang-orang yang berada disekitar ibunya sedang sibuk menata makanan.
Indah memandang anaknya yang baru bangun itu dengan marah, karena anaknya belum siap-siap padahal sebentar lagi acaranya akan dimulai.
"Ada yang mau melamar kamu, dan kamu belum siap-siap."
"AAPPA??" Teriak Raihanah kaget dengan perkataan ibunya.
"Serius Ibu, ngak mungkin kan ada yang mau melamar Raihanah." Raihanah menatap ibunya tak percaya. Gila saja Raihanah saja masih patah hati, karena duda tampan itu dan sekarang akan ada laki-laki yang mau melamarnya. Sudah sebulan semenjak kejadian itu tapi Raihanah tidak mendapat kabar sama sekali tentang Raihan. Pria itu menghilang, jejaknya pergi begitu saja dari peradaban. Mungkin pria itu benar-benar tidak mencintanya dan tidak mengharapkan kehadiran Raihanah lagi di hidupnya.
"Lebih baik sekarang kamu mandi dan dandan yang cantik" Perintah Indah pada putrinya.
"Tapi bu" Raihanah berusaha untuk memprotes tapi dibalas dengan tatapan tajam oleh Indah.
Raihanah menghela nafas kasar, ia sebal karena acara dadakan ini. Bahkan tak ada yang memberi tahunya, apakah mereka tidak mengerti bahwa ia masih terluka karena Raihan dan apakah mereka juga tidak mengerti jika ia masih mencintai Raihan?
Raihanah tidak sanggup membayangkan apa yang nanti terjadi, karena hatinya telah memilih Raihan walaupun laki-laki itu telah melukainya begitu dalam.
****
jangan lupa Follow Instagram author @wgulla_