My Beloved Duda

My Beloved Duda
Bab 14



Bab 12


Raihanah duduk di cafe sebelah toko bunga miliknya. Hari sudah malam, jam tepat menunjukan pukul 8 malam. Tapi Raihanah memilih sejenak untuk istirahat, sambil meminum segelas coklat panas kesukaan nya. Pandangannya kosong, menatap keluar jendela. Langit malam ditaburi bintang-bintang. Indah sekali baru kali ini ia bisa menikmati langit malam.


Raihanah mendesah, dalam hatinya rindu. Rindu yang tak tersampaikan dahaga. Raihan menjadi bayangan dalam pikirannya. Bagaimana cara melupakan pria itu? Pria yang sudah memikat hati dan pikirannya. dan entah kenapa semakin hari semakin menggangu pikirannya. Padahal ia tidak pernah ingin memikirkan Raihan. Tapi wajah Raihan terbayang di benak nya.


"Tidak baik, malam-malam melamun untuk seorang gadis," Raihanah tersentak. Ia kaget mendengar suara Ryan yang entah datang dari mana. Pria itu di sini. Entah kenapa Ryan selalu ada di sekitarnya.


Raihanah menoleh ke belalang mencari sumber suara. Tepat di belakangnya terlihat punggung tegap Ryan yang sedang duduk. Ryan ikut menoleh, mereka saling bertatap sebentar sebelum membalikkan pandangan lagi.


"Sejak kapan kau disana?" tanya Raihanah.


"Baru saja." Ucap ryan dengan nada Santai.


"Apa benar?" Raihanah kurang yakin dengan jawaban Ryan. Ia merasa Ryan mengikutinya kemanapun. Apa pria itu tidak memiliki pekerjaan lain selain mengikutinya. Padahal ia jengah dengan kehadiran Ryan seolah seperti seorang penguntit.


Ryan menghembuskan nafas panjang, ternyata ia bukan pembohong yang baik. Raihanah bisa tahu maksudnya disini untuk apa. Ryan mengikuti Raihanah sejak gadis itu masuk. Ryan sedikit khawatir melihat wajah murung Raihanah. Ryan ingin memastikan, jika Raihanah baik-baik saja. Ia tidak ingin melihat wanita yang dicintainya terus bersedih. Andai saja Raihanah bersedia membuka hati untuknya. pasti dia akan terus berusaha menghibur Raihanah dan tidak akan membiarkan Raihanah sedih. Ia tidak akan membiarkan itu terjadi.


"Aku mengikutimu, kau terlihat kurang baik." Ucap Ryan pada akhirnya mengakui kesalahannya.


Raihanah tersemyum hambar, yang dibilang Ryan benar. Ia terlihat tidak bergairah dalam menjalani hidup. Nyawanya seakan tidak ada di dalam raga.


"Jangan terlalu mempikirkan persoalan lamaranku," ujar Ryan kemudian.


Raihanah diam, tidak membalas. Sebenarnya ia ingin menerima tawaran itu, perempuan mana yang akan menolak laki-laki seperti Ryan. Mungkin hanya dia, Raihanah takut Ryan kecewa. Saat bersama Ryan saja, Raihan tidak bisa pergi dari bayangannya. Apalagi jika Raihanah menikah dengan Ryan nanti, apa bisa Raihanah hidup tanpa tidak merindukan Raihan? ia tidak ingin menikah disaat ia masih mencintai laki-laki lain. ia tidak ingin melukai hati suaminya.


"Kau sangat mencintai pria masa lalumu ya..." tanya Ryan merasa jika itu adalah alasan Raihanah menolaknya.


"Begitulah" balas Raihanah singkat. awalnya ia enggan membicarakan ini. Tapi ia tidak ingin Ryan terus terusan berharap padanya.


"Apa bedanya aku dengan dia? Yang membuatku tak bisa memilikimu." tanya Ryan kembali. ia ingin tahu kelebihan pria masalalu Raihanah.


Raihanah termenung itu pertanyaan yang sulit Ryan dan Raihan memiliki banyak persamaan, kecuali di sifat. Raihan lebih terkesan badboy sedang Ryan adalah goodboy.


"Kau tidak bisa membuat jantungku berdebar."


Raihanah mengatakan itu sambil melihat ke luar. mereka berbicara tapi saling membelakangi. Tidak menatap satu sama lain. Hal yang aneh menurut orang-orang. Adrian terkekeh membayangkan hal yang mereka lakukan sekarang.


"Jadi itu.." ucap Adrian sambil menghela napas.


"Alasan yang tidak masuk akal, kau lebih memilih pria yang bisa membuatmu berdebar tapi tak melakukan apapun untuk memperjuangkanmu. Dan kau lebih memilih mengabaikan pria yang serius melamarmu, menjadikanmu satu-satunya wanita di hidupmu." ujar Ryan mencoba melogikakan cinta agar Raihanah tidak menjadi gila karena seorang pria.


Raihanah bungkam, ucapan Ryan telak mengenai uluh hatinya yang dibutakan cinta. Apa iya harus melupakan Raihan sepenuhnya?


Raihanah mengehela nafas, dihirup aroma coklat yang memenuhi indranya. Diteguk minuman itu perlahan. Kemudian di letakkan kembali di meja. Ryan masih setia duduk membelakanginya, menemani kesendiriannya. Perkataan yang diucapkan Ryan benar, dan itu membuat Raihanah terlihat bodoh. Raihanah menggeleng, bukannya ia bodoh tapi ia juga memiliki alasan tersendiri.


"Perkataanmu benar," ucap Raihanah pelan. Ryan tersenyum mengentahui Raihanah sedikit terpengaruh.


"Tapi pemikiran seorang wanita dan pria berbeda," lanjut Raihanah. Ryan mengerutkan kening, ia bingung dengan perkataan Raihanah. Terselip sedikit ketakutan di hatinya.


"What do you mean, Rai?" Ryan meminta penjelasan pada Raihanah karena tidak mengerti, ia tidak suka dengan cara wanita berpikir terlalu rumit di pikirannya.


"Wanita berpikir dengan perasaan, sedang pria menggunakan logika. Bisa dikatakan apa yang kamu anggap benar belum tentu benar untukku. Aku menyadari kebodohanku karena menolak lamaran pria sebaik kamu. Aku hanya tidak ingin menikah disaat aku memiliki perasaan dengan orang lain. Aku tidak ingin jika suamiku tersakiti, karena aku mempikirkan laki-laki selain dia." Ucap Raihanah pada akhirnya.


"Aku takut dengan rasaku membuatku mengkhianati suamiku sendiri, walau bukan dengan perbuatan tapi perasaan. Menikah itu bukan hanya sebuah ikatan. Aku tidak ingin bermain-main dengan pernikahan. Jika seorang wanita telah memilih imamnya, maka hidup dan matinya akan terikat dengan suaminya. Aku tidak ingin menyakiti suamiku kelak, maaf." Lanjut Raihanah, ia tidak bisa membayangkan jika ia menikah dengan Ryan namun hatinya masih untuk Raihan.


Lagu Ada Band yang berjudul manusia bodoh berputar, meramaikan suasana café. Raihanah terdiam, lagu ini menyentuh lubuhk hatinya yang paling dalam seakan tahu perasaannya saat ini. Perasaanya menjadi campur aduk, ia tak mengerti rasa apa yang bersarang di hatinya. Rasa ini menyakitinya, tapi kenapa ia tetap bertahan. Bertahan dengan rasa yang hanya menambah lara di setiap waktunya.


Raihanah menatap lurus ke depan, Ryan terpaku mendengarnya. Ryan tidak pernah berpikir seperti itu. dan itu membuat Ryan semakin ingin menikahi Raihanah.


Lagu Ada band berdengung di pikiran mereka. seakan-akan mereka menjadi bodoh karena cinta. Ya mereka telah di buatkan oleh cinta.


Dahulu terasa indah


Bermesraan selalu jadi


Satu kenangan manis


Tiada yang salah


Hanya aku manusia bodoh


Yang biarkan semua


Ini permainkanku


Berulang-ulang kali


Mencoba bertahan sekuat hati


Layaknya karang yang dihempas sang ombak


Jalani hidup dalam buai belaka


Serahkan cinta tulus di dalam takdir


Tak ayal tingkah lakumu


Buat 'ku putus asa


Kadang akal sehat ini


Tak cukup membendungnya


Hanya kepedihan


Yang selalu datang menertawakanku


Dia belahan jiwa


Tega menari indah di atas tangisanku


Mencoba bertahan sekuat hati


Layaknya karang yang dihempas sang ombak


Jalani hidup dalam buai belaka


Serahkan cinta tulus di dalam takdir


Tapi sampai kapankah


'Ku harus menanggungnya?


Kutukan cinta ini


Semua…


ada band - manusia bodoh


****


jangan lupa follow Instagram aku @wgulla_


Love youuu like and coment juga ya