
"Apa yang kakek Raihan bicarakan padamu?" Ryan mengutarakan apa yang ingin Raihan utarakan. Ia penasaran apa yang terjadi antara Reno dengan Raihanah. Kenapa kakek dari Raihan mengajak gadisnya berbicara.
"Ia meminta Raihan untuk melamar ku secara resmi secepatnya," ucap Raihanah santai, semua orang di sana terkejut begitu juga dengan Raihan. Ryan orang yang paling sakit mendengar itu. Ia tidak menyangka jika Raihanah akan menuruti keinginan Reno.
"Apa?" Tania menatap Raihanah tidak percaya. Ia menatap Raihanah meminta kejelasan. Temanya itu hanya meliriknya seakan mengartikan jika nanti akan ia ceritakan.
"Kau yakin" Ryan memejamkan mata, akhirnya perjuangan cintanya sepertinya harus berhenti sampai di sini.
Raihan bingung kenapa Raihanah berubah, biasanya Raihanah akan egois dan menyimpan perasaaannya dari pada mengutarakannya terang-terangan seperti ini. Raihan yakin ada sesuatu yang diucapkan kakeknya kepada Raihanah. Apa kakeknya mengatakan tentang itu. Raihan mengamati wajah Raihanah, ia terlihat seperti habis menangis. Raihan menggertakan giginya, ia tidak menginginkan itu. Raihan tidak ingin Raihanah menikahinya karena kasihan, ia hanya mengharapkan cinta Raihanah. Ia hanya ingin keberadaannya diakui bukan karena kekurangannya.
"Kita perlu bicara raihanah," desis Raihan tajam, membuat semua mata tertuju pada Raihan. Ada sesuatu yang disembunyikan leh pria itu hingga membuat Raihan marah. Jantung Raihanah berdebar ada apa? apa yang dia perbuat? apa dia melakukan kesalahan? perasaan ia tidak berbuat apa-apa selain menuruti permintaan kakek dari pria di hadapannya. Tapi kenapa Raihan harus sewot?
Raihanah terdiam melihat semua orang yang tadi memenuhi ruangan ini pergi hanya tinggal ia dan Raihan, ia duduk di kursi dekat ranjang Raihan. Raihanah menunggu Raihan berbicara, jujur ia masih kalut mengetahui rahasia Raihan yang selama ini tidak pernah ia bisa bayangkan. Raihan yang selalu menggodanya, Raihan yang terlihat kuat ternyata memiliki hati yang rapuh. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana Raihan menjalani hidupnya dengan hati yang rapuh itu.
"Aku tidak akan melamarmu, jika kau hanya kasihan padaku." Ucap Raihan pelan. Matanya menatap lurus ke depan ia tidak ingin terlihat lemah ia tidak butuh rasa kasihan dari Raihanah.
"Kenapa kau berpikir seperti itu kepadaku?" tanya Raihanah dengan mata berkaca-kaca. Ia kaget dengan ucapan Raihan.
"Kau berkata seperti tadi hanya karena kasihan padaku bukan Rain, kakekku pasti sudah memberitahu semua yang seharusnya tidak pernah kau ketahui tentang aku yang begitu menjijikan di masalalu." Raihan bangkit lalu terduduk di ranjang kasur suaranya penuh isyarat luka.
"Benar bukan Rain," raihan mencoba menggertak Raihanah.
"Kau salah paham raihan," cegah Raihanah. Ia tidak mengira dengan reaksi yang di tunjukkan oleh Raihan.
"Salah paham" Raihan mendesis mengulangi ucapan Raihanah.
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan, benar kakekmu memberitahu semua masalalumu. Tapi bukan berarti aku mau menikah denganmu hanya karena masalalumu." Terang Raihanah dengan tulus. Ia benar-benar menyatakan keinginannya.
"Lalu karena apa Rain?" raihan masih tidak percaya, karena ia yakin Raihanah tidak mencintainya. Buktinya Raihanah selalu menolak cintanya bahkan pergi meninggalkannya.
"KARENA AKU MENCINTAIMU RAIHAN," Teriak Raihanah pada akhirnya, napasnya bergerak tak beraturan begitu juga airmatanya yang membasahi pipinya. Ia kesal dengan Raihan tak bisakah pria ini mengetahui perasaannya. Kenapa semua laki-laki tidak ada yang peka? Kenapa semua laki-laki tidak bisa mengerti perasaanya? Apakah Raihan buta akan perasaan nya.
****
jangan lupa Follow Instagram author @wgulla_
jangan lupa like nya.... dan koment juga...
love youuuuuuuuuu semua