My Beloved Duda

My Beloved Duda
Bab 37



Raihanah melotot tidak percaya disaat ia tahu bahwa laki-laki yang akan melamarnya adalah Raihan. Setelah 1 bulan lamanya laki-laki itu menghilang tanpa kabar dan sekarang muncul tiba-tiba langsung melamarnya. Raihanah tidak bisa mengetahui cara berpikir pria itu. rasanya Raihanah ingin mencincang pria itu lalu menggorengnya di penggorengan dan memakannya. Pria itu sangat sulit di tebak, hatinya kesal dan ia harus membalas pria itu.


Laki-laki itu masih tampan dan gagah seperti dulu namun yang membuatnya berbeda adalah ada sedikit janggut yang tumbuh didagunya. Entah perasaan Raihanah saja atau apa , iya merasa ada yang beda dengan Raihan. Aura Raihan terlihat lebih bersinar, meskipun Raihanah belum memaafkan Raihan tapi tak bisa dipungkiri kalau ia senang jika laki-laki yang melamarnya itu Raihan. Karena ia masih mencintai Raihan.


"Bagaimana Raihanah apa kamu mau menerima lamaran Raihan?"


Raihanah menarik nafas, ini adalah kebahagiaanya. Namun ia harus menguji Raihan terlebih dahulu. Raihanah ingin melihat kesungguhan Raihan dalam melamarnya.


"Aku akan menerima lamaran Raihan, jika ia sanggup memenuhi 3 syarat yang saya ajukan"


Raihan tersenyum senang mendengar suara itu, ia sudah menebak kalau tidak akan mudah mendapat wanita seperti Raihanah. Ia dituntut dengan sabar, karena Raihanah mempunyai 1000 aturan yang mengikat dirinya.


"Syarat apapun yang akan kau ajukan aku akan melakukannya, karena aku yakin jika kita berjodoh Raihanah" ucap Raihan dengan percaya diri, Raihanah memutar bola matanya sebal. ia akan balas dendam enak saja setelah ia dicampakan di rumah sakit waktu itu. pria ini dengan seenak udelnya melamarnya tanpa memberitahunya dulu.


"Syarat pertama dariku adalah, aku harap kamu memberikan semua hartamu untukku dan membalikkan nama kepemilikannya dengan namaku."


Suasana diruangan itu menjadi hening, semua orang menatap Raihanah tidak percaya. Begitupun dengan Ridwan ia menatap anaknya bingung ini adalah hal tergila yang pernah ia dengar.


Aku bersedia memberikan seluruh hartaku untuk kamu, Raihanah" Raihan menjawab dengan tegas. Hal itu membuat suasana makin mencengkam, karena kegilaan dua pasangan ini. raihanah menatap Raihan tidak percaya, jujur tadi ia hanya ingin membalas dendam pada pria ini dengan mengajukan syarat yang tidak masuk akal tapi sialnya pria ini malah dengan serius menanggapinya. Raihanah menarik napas panjang, ia mencoba mengembalikan dirinya dengan normal dari keterkejutannya.


"Karena aku yakin kamu dapat menjaga hartaku sebagaimana kamu menjaga hatimu untukku." Tersungging senyum indah di wajah Raihanah mendengar kata-kata manis Raihan, hatinya merasa hangat.


"Syarat Kedua, aku ingin kau menafkahi aku dengan nafkah yang halal tidak tercampur keharaman sedikitpun."


"Apa yang ada didalam diriku, Insya Allah tidak ada keharaman didalamnya"


Raihanah tersenyum dalam hati, ia rasa keputusannya sudah benar mungkin Raihan lah laki-laki yang tepat untuk dirinya. Raihanah tidak langsung membalas Raihan iya diam seakan-akan berfikir. Dan itu membuat Raihan gelisah karena tidak bisa menebak apa yang difikirkan oleh Raihanah, gadis itu selalu punya banyak kejutan didalam hidupnya.


"Lalu syarat ketiga, apa Raihanah?"


"Syarat Ketiga, percepat akad nikahnya"


Raihan tersenyum senang mendengarnya, lamarannya diterima oleh Raihanah. Ia sangat bersyukur sekali. Terimakasih Ya Allah....


*****