
"KARENA AKU MENCINTAIMU RAIHAN," Teriak Raihanah pada akhirnya, napasnya bergerak tak beraturan begitu juga airmatanya yang membasahi pipinya. Ia kesal dengan Raihan tak bisakah pria ini mengetahui perasaannya. Kenapa semua laki-laki tidak ada yang peka? Kenapa semua laki-laki tidak bisa mengerti perasaanya? Apakah Raihan buta akan perasaan nya.
"APA KAU TIDAK SADAR JIKA AKU JUGA MENCINTAIMU WALAUPUN DULU AKU MEMBENCIMU RAIHAN." Raihanah berdiri menghadap Raihan yang memandangnya tak berkedip.
"Kau telah menggenggam hatiku pertama kali Raihan dari pertama kita bertemu tapi kau merusaknya dengan menciumku. Aku kira dengan aku membencimu aku bisa melupakan semua tentang kamu walau kamu menyakitiku, dan melihatmu berciuman dengan wanita lain membuatku sakit kebencian ku bertambah padamu tapi kau tahu semakin aku mencoba membencimu semakin aku terjatuh dalam cintamu Raihan. Aku tidak pernah bisa membencimu Raihan. Aku tetap bertahan mencintaimu walau hanya luka yang aku dapat, kau tahu kenapa? Aku juga tidak tahu, karena yang aku yakini ini cinta, "
"Aku tidak peduli dengan semua masalalumu yang buruk itu Raihan, aku mencintaimu dan masalalumu. Aku akan membebat luka di hatimu jika kau mau. Asal kau tau Raihan,,,, aku,,,,"
"Aku mencintaimu sangat," setelah mengucapkan itu Raihanah pergi dengan rasa kecewa, karena Raihan tidak mengabaikannya. Lalu ia meninggalkan Raihan yang termenung dengan semua ucapan Raihanah. Tanpa ia sadari bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman. Perasaannya selama ini terbalaskan dan Raihanah hanya akan menjadi milikinya. Hanya akan menjadi miliknya seorang.
****
Raihanah pergi dari rumah sakit, hatinya terasa sakit ketika Raihan hanya diam tak membalas pernyataan cintanya. Ia tidak peduli dengan teman-temanya yang melihatnya menangis penuh air mata setelah keluar dari ruangan Raihan. Raihanah malu, ia tidak pernah mengungkapkan cinta kepada seorang laki-laki. Tapi tadi ia menurunkan harga dirinya demi Raihan. Ia mengungkapkan semua perasaaan yang ada di hatinya. karena ia begitu mencintai pria itu. ia tidak ingin kehilangan pria itu. namun yang ia dapat hanya diamnya Raihan, Raihan sama sekali tidak memperdulikan pernyataan cintanya.
Apa Raihan sudah tidak mencintainya lagi? batin Raihanah terasa sakit memikirkan itu.
Seharusnya ia tidak pernah mencintai pria yang tidak mencintainya. Tapi apa arti semua hal yang Raihan lakukan jika pria itu tidak mencintainya. Batin Raihanah terus bertengkar.
Pikiran Raihanah melayang merenungkan kembali percakapannya dengan kakek Raihan. Ia tidak menyangka jika Raihan memiliki luka yang begitu dalam di hatinya. ia tidak jijik dengan masa lalu Raihan, malah ia mau membebat semua luka yang pernah Raihan rasakan tapi pria itu sialnya salah paham yang mengartikan perasaanya hanya rasa kasihan. Tak tahukan Raihan jika ia peduli padanya. Raihanah memandang langit-langit kamarnya. Ia tidak sanggup membayangkan jika harus kehilangan pria itu, tapi melihat penolakan yang ditunjukan Raihan tadi hati Raihanah sakit. Raihan sudah tidak mengharapkannya lagi. mungkin benar Raihan sudah tidak mencintainya lagi dan Raihanah harus cepat melupakan pria itu sebelum perasaaanya semakin dalam.
****
Semoga kalian suka cerita aku..
maaf kalau aku update lama ya.. jangan bosan nungguin cerita dari aku ya kawan-kawan.
love youu to...
follow Instagram @wgulla_