My Beloved Duda

My Beloved Duda
Bab 30



Raihan bangkit dari kursinya, ia ternyata ketiduran di ruang kerjanya. Raihan merenggangkan otot-otot nya yang terasa pegal, mungkin efek tertidur di kursi yang sempit ini lalu ponselnya berdering. Raihan mengeryit. Siapa pagi-pagi begini mengiriminya pesan? Raihan membuka pesan itu, rahangnya mengeras ketika membaca pesan itu. Ia menghela nafas kasar, baru saja kemarin wanita itu berbuat ulah dan sekarang wanita itu berani mengancam diri nya dengan pesan kaleng seperti ini.


From: Tania


–Jagalah wanitamu baik-baik, karena aku bisa kapan saja membuatnya terluka tanpa sepengetahuanmu-


"Berengsek!!" umpat Raihan sambil memukul meja keras. Emosinya memuncak seketika, ia langsung menekan panggilan untuk Sammy assistant  pribadi nya.


"Siapkan, body guard untuk menjaga Raihanah. Jaga wanitaku diam-diam jangan sampai Raihanah tau jika ada yang mengawasinya," perintah Raihan, sebelum Sammy menjawab Raihan lansung memutus panggilan nya. Ia bersumpah akan memasukan Tania ke dalam penjara jika wanita itu berani menyakiti orang-orang yang dia sayang. Ia tidak habis pikir apa yang membuat Tania senekat ini. Bukannya dulu wanita itu yang mengkhianati nya tapi kenapa sekarang wanita itu kembali. Bahkan tak tahu malu meminta balikan dengannya. Dia pikir memang siapa? bisa bersikap seenaknya seperti itu. Sudah selingkuh sekarang minta balikan. Siapa yang mau coba??


Raihan memijat pelipisnya, baru kemarin ia merasakan kebahagiaan. Tapi sekarang ia harus hidup dengan penuh ancaman. Jadi harus sampai kapan ia harus hidup seperti ini? Apa dia tidak berhak bahagia?


Raihan menghela napas, ini sudah jam lima pagi saatnya untuk bersiap-siap berangkat kerja. Ia juga tidak sabar bertemu Raihanah. Pasti gadis itu menunggunya di sekolah. Ia jadi teringat Rakan anaknya yang tampan itu pasti belum bangun.


*****


Raihanah keluar menuju gerbang rumahnya, ia  mengernyit melihat sebuah mobil asing di depan pagarnya. Raihanah berjalan cepat menuju mobil merah itu, ia mengetuk kaca pintu mobil. Kaca mobil Honda Jazz itu turun memperlihatkan orang di dalamnya. 


Raihanah terkejut melihat siapa di balik sana, sedetik kemudia Raihanah memutar bola matanya sebal. Saat tahu jika orang itu adalah Ryan. Raihanah lupa, jika Ryan tahu alamat rumahnya sejak peristiwa taksi itu. Sekarang pria itu berani sekali ke rumahnya.


"Assalamualaikum," Ryan tersenyum lebar menyapa Raihanah dengan ramah.


"Waalaikumsalam, Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Raihanah.


"Merindukanmu," ucap Ryan tanpa malu. Bahkan pria itu dengan berani mengatakan keinginannya.


"Aku tidak merindukanmu." Balas Raihanah. Ryan pura-pura cemberut, ia sedikit kecewa mendengar jawaban Raihanah. Padahal ia berharap di sambut dengan baik.


"Ayo, berangkat bareng." Ajak Ryan yang memang sengaja ingin menjemput Raihanah agar bisa berangkat bersama sekaligus PDKT.


"Apa?" ulang Raihanah tidak mengerti. Matanya mengerjap tidak mengerti.


"Berangkat bersamaku," tepat saat itu taksi yang Raihanah pesan datang. Raihanah tersenyum senang, karena ia punya alasan menolak ajakan Ryan.


"Maaf, sepertinya tidak bisa taksi ku sudah sampai." Raihanah langsung melenggang pergi masuk ke dalam taksi meninggalkan Ryan yang membenturkan kepalanya ke stir mobil.


Ryan menatap kepergian taksi itu nanar, tapi ia tidak mau diam seperti ini. Ia harus bisa menggapai cinta Raihanah. Karena Ryan percaya jika ia dan Raihanah adalah jodohnya.


Mobil Ryan bergerak mengikuti taksi yang ditumpangi Raihanah, Ryan terus mengikuti kemanapun mobil itu pergi. Raihanah yang menyadari itu hanya membiarkan saja, toh nanti jika Ryan capek ia akan menyerah.


"Pak berhenti sebentar," pinta Raihanah ketika ia melihat Rumah minimalis. 


Taksi itu berhenti, Raihanah mengirim pesan kepada sahabatnya Sinta untuk keluar. Sinta adalah sahabat SMA yang baru kembali dari Bandung. Hari ini adalah hari pertama Sinta masuk bekerja di sekolah yang Raihanah tempati. Ryan ikut berhenti, ia bingung untuk apa Raihanah ke sini. Ia penasaran dengan apapun yang berhubungan dengan Raihanah.


To: Sinta


-Aku sudah di depan rumahmu-


From: Sinta


- ok cantik, wait me-


Lima menit kemudian Sinta keluar dengan rok span selutut dan kemeja putih yang di masukkan tak lupa dengan rambut yang di sanggul memperlihatkan leher jenjangnya. Sinta berlari-lari kecil masuk ke dalam taksi yang sudah berada di depan rumah nya, kemudian ia memeluk Raihanah sambil berjabat tangan. Keduanya tersenyum bahagia, setelah sekian lama akhirnya mereka bisa bertemu.


"Pak jalan pak, ke sekolah dasar Nusa bangsa." Ucap Raihanah di angguki supir taksi tersebut.


Ketika taksi Raihanah melaju, Ryan ikut menjalankan mobilnya. Ia penasaran dengan wanita cantik yang masuk ke dalam mobil Raihanah. Mungkin itu teman nya, Ryan melaju pelan, entah kenapa ia bisa sebodoh ini karena mencintai Raihanah. Bahkan sampai mengikuti kemanapun wanita nya pergi. Seperti nya dia sudah gila. Tergila-gila oleh Raihanah.


****


"Rai sepertinya mobil di belakang mengikuti kita." ujar Sinta melihat ada mobil yang mengikuti mereka sejak tadi.


"Memang," jawab Raihanah santai. Aslinya ia jengah. Namun mau bagaimana lagi ia tidak bisa melarang orang lain untuk menyukainya.


"Kok bisa? Kok kamu ngak takut. Kalo dia penjahat gimana?" jelas Sinta, zaman sekarang itu banyak kejahatan jadi mereka harus waspada. Kalau tidak mereka pasti akan celaka.


"Tenang sin, orang yang ngikutin kita itu temen aku di Solo." Jawab Raihanah mencoba menenangkan.


"Solo?" Sinta memincingkan matanya tidak mengerti.


"Sejak kapan kamu tinggal di Solo." Sinta menatap Raihanah curiga. Ia tidak tahu jika sahabatnya itu ke solo. Pasti ada suatu hal yang terjadi pada sahabatnya itu.


"Panjang ceritanya Sin, kamu tahu akhir-akhir ini hidupku terasa sulit." Raihanah memijat pelipis kepalanya pelan. Ia pusing sekali. Kemarin dia baru saja ketemu nenek sihir sekarang harus di hadapi dengan hal seperti ini.


"Kenapa kamu tidak pernah cerita padaku?" Protes Sinta sambil menatap Raihanah sengit.  Ia punya sahabat tapi tidak tahu apa-apa.


"Apakah kamu lupa? Kalau kita baru bertemu sekarang. Sedangkan dirimu sulit dihubungi dan pergi entah kemana." Sinta nyengir tak karuan, ucapan Raihanah benar juga. Selama ini ia pergi tanpa memberi kabar ke Raihanah lalu muncul tiba-tiba di hadapan Raihanah meminta bantuan untuk mencari pekerjaan. Ia merasa bersalah akan hal itu.


"Heehe, maafkan sahabatmu yang cantik ini Rain." Sinta meminta maaf sambil tersenyum manis.


"Terserah kamu saja, nanti waktu makan siang aku akan ceritakan." jawab Raihanah sudah pusing dengan hidupnya akhir-akhir ini. Kalau terus begini ia bisa menjadi tua sebelum umur nya.


Taksi yang ditumpangi Raihanah berhenti di depan gerbang sekolah di ikuti mobil Ryan yang berhenti di belakang nya.


****


jangan lupa follow Instagram Author @wgulla_


semoga kalian suka cerita aku...


love you... semuanya :) baca terus cerita aku ya..