My Beloved Duda

My Beloved Duda
Bab 27



Raihanah menghirup udara segar di pagi hari. Setelah dua bulan lamanya, akhirnya ia kembali menginjakkan kakinya ke sekolah dasar ini. Ia harus siap dengan kenyataan akan bertemu semua potongan kenangan akan Raihan di tempat ini termasuk orangnya juga.


Raihanah menghembuskan napas. Ia memutuskan untuk memperjuangkan cintanya tidak ada salahnya bukan. Walaupun Raihan menolaknya kemarin, tapi bukannya ia yang lebih dulu menolak Raihan. Jika Raihan saja bertahan, kenapa ia tidak bisa. melakukan itu, lagi pula tidak ada yang salah dengan mencintai. Mungkin dia saja yang berlebihan menanggapi cinta.


"Assalamualaikum bu Raihanah," sapa beberapa murid yang tidak sengaja bertatapan dengannya. raihanah terkikik melihat ekspresi terkejut mereka yang melihat keberadaanya.


ah . . setiap orang pasti akan melakukan itu, setelah dua bulan ditinggal pergi oleh guru mereka dan tiba-tiba kembali.


"Waalaikumsalam" balas Raihanah dengan senyum manisnya. Ia senang sekali bisa bertemu murid-murid nya kembali setelah sekian lama nya.


"Selamat pagi anak-anak." lalu mereka bersalaman mencium tangan Raihanah.


Langkah Raihanah terhenti melihat sosok itu, sosok yang Raihanah rindukan. Pria itu masih terlihat tampan walau matanya sayu. ia dengan telaten menurunkan Rakan dari gendongannya hingga Rakan masuk ke dalam kelas, mungkin pria itu menyadari ada yang menatapnya, membuat laki-laki itu menoleh dan tatapan matanya bertemu dengan Raihanah.


Jantung Raihanah berdebar, tak kala Raihan menatapnya terkejut lalu berubah menjadi tatapan yang tajam dan intens. Raihanah merasa tubuhnya seperti terbakar, dengan cepat Raihanah mengalihkan pandangannya ia merasa lututnya lemas hanya karena tatapan. Ia takut ia akan pingsan ditatap seperti itu.


"Raihan." gumam Raihanah pelan. Ia tahu Raihan mendengarnya tapi pria itu tidak menanggapinya.


Raihanah berdoa dalam hati, mencoba mengontrol debaran di hatinya dan itu nihil hatinya semakin berdebar tak kala langkah tegap pria itu bergerak ke arahnya. Raihanah menelan ludah, ia belum sanggup berhadapan langsung dengan Raihan setelah peristiwa penolakkan itu. mata Raihanah terpejam, langkah kaki itu mendekat. Raihanah terus merapal doa , namun ia menemukan langkah kaki yang semakin jauh.


Mata Raihanah terbuka, ia tidak melihat keberadaan Raihan pria itu berjalan hanya untuk melewatinya saja tanpa ada sapa. Raihanah mendesah kecewa, ia memutar tubuhnya ke belakang. Ia melihat punggung tegap Raihan yang berlalu dengan cepat. Ada sedikit rasa sakit diperlakukan seperti itu oleh Raihan, hatinya nyeri.


"Kenapa kau bersikap seperti itu kepada ku?" gumam Raihanah pada dirinya sendiri.


"Apa kau tidak mencintaiku lagi?"tanya Raihanah dengan suara lirih, mungkin Raihan juga tidak akan mendengarnya karena suaranya hanya seperti angin yang berlalu dengan cepat. Apa Raihan mencintai wanita yang kemarin? Raihanah menahan sesak di napasnya mengingat bagaimana Raihan mencium wanita itu. apakah Raihan memilih untuk kembali pada mantan istrinya lagi? Mengingat betapa serasi nya mereka berdua. Sedangkan di bandingkan dengan dirinya pasti tidak ada apa-apa nya.


Kemudian Raihanah masuk ke dalam kelas. Ini akan menjadi hari yang berat. Karena bertemu pria yang ia cintai itu. Jadi apakah mereka bisa bersatu? Ia tidak rela jika melihat Raihan dengan wanita lain termasuk Tania. Wanita yang berciuman dengan Raihan kemarin. Ia tidak ingin itu terjadi. Bukannya kembalinya dia ke solo untuk mengejar cintanya Raihan.


*****


Raihan melangkah cepat, ia langsung masuk ke dalam mobil nya. Duduk dan memakai seal beatnya sebagai mungkin, nafasnya memburu, matanya sendu. Ia tidak menyangka jika Raihanah akan kembali kehidupannya. Ia kira wanita itu akan menetap di solo. Apalagi setelah peristiwa ciuman itu. Raihanah pasti sangat membencinya. Bahkan jijik padanya. Tapi kenapa Raihanah kembali ke Jakarta apa Raihanah mencintainya? apa Raihanah tidak sanggup pisah darinya? berbagai pikiran buruk keluar dari kepala Raihan. ia mencoba menebak-nebak, apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa mereka harus seperti ini?


Gadis itu sepertinya ingin membuktikan jika ia mencintai dirinya. Raihan bisa melihat itu semua, bahkan gadis itu meninggalkan solo dan kembali mengajar di tempat anaknya bersekolah. Ada sedikit rasa senang yang menguap di hati Raihan namun tetap saja tidak bisa menghilangkan rasa sakit Raihan karena tidak bisa memiliki wanita itu. Raihanah terlalu sulit untuk di sentuh. Wanita itu selalu mengabaikan nya padahal wanita itu tahu betapa ia mencintai sosok itu. Namun wanita itu terus mendiamkannya. bahkan tak peduli dengan perasaannya.


Raihan membanting stir mobilnya keras lalu menundukkan wajahnya, ia merasa bodoh mendiamkan Raihanah. Raihanah tidak membuat masalah di masa lalu nya tapi bodohnya ia bersikap dingin dengan gadis itu, melihat tatapan kerinduan di mata Raihanah tadi ingin sekali membuat Raihan memeluk gadis itu. ia hanya diam dan berlalu tanpa menyapa gadis itu. Hati dan fikirannya selalu bergerak berlainan arah, egonya lebih besar dari cintanya.


"Sampai kapan aku harus begini," ujar Raihan lalu ia menyalakan mesin mobilnya dan melaju membelah jalan Raya.


Fikiran Raihan kosong, ia masih sibuk memikirkan perasaannya untuk Raihanah. Ternyata cinta itu memang bodoh. Seperti dirinya yang begitu bodoh karena cinta.


Alunan lagu Letto yang berjudulkan ruang rindu di Radio terdengar, melantun indah sesuai dengan suasana hati Raihan. Raihan mengutuk siapapun yang menciptakan lagu itu karena membuat suasana hatinya bertambah kalut.


Di daun yang ikut


Mengalir lembut


Terbawa sungai ke


'Ujung mata


Dan aku mulai takut


Terbawa cinta


Menghirup rindu


Yang sesakkan dada ...


Jalanku hampa


Dan kusentuh dia


Terasa hangat


Oh didalam hati


Kupegang erat dan


Kuhalangi waktu


Tak 'urung jua


Kulihatnya pergi


Tak pernah kuragu


Dan s'lalu kuingat


Kerlingan matamu


Dan sentuhan hangat


Mencari makna


Tumbuhkan rasa yang


Sesakkan dada


Kau datang dan pergi


Oh begitu saja


Semua 'ku terima


Apa adanya…


Jalanku hampa


Dan kusentuh dia


Terasa hangat


Oh didalam hati


Kupegang erat dan


Kuhalangi waktu


Tak 'urung jua


Kulihatnya pergi


Tak pernah kuragu


Dan s'lalu kuingat


Kerlingan matamu


Dan sentuhan hangat


Mencari makna


Tumbuhkan rasa yang


Sesakkan dada


Kau datang dan pergi


Oh begitu saja


Semua 'ku terima


Apa adanya…


(Letto - Ruang Rindu)


"Sialan!!" umpat Raihan.


Tatapan Raihan fokus ke depan. Iamembayangkan kebersamaannya dengan Raihanah akhir-akhir ini. Dan ia baru menyadari jika ia pernah tersenyum dan bahagia yaitu saat-saat berada di dekat Raihanah, itukah hal indah yang disiapkan Tuhan untuknya.


"Ternyata kau adalah kebahagian yang aku cari dalam kelamnya waktu, aku masih tak percaya jika Tuhan menghadirkanmu dalam kehidupanku sebagai kebahagianku yang tertunda. Rain, aku mencintaimu," guman Raihan tanpa sadar.


***


Semoga kalian suka cerita aku :)


love youuuuuuuuuu 😘


jangan lupa Follow Instagram Author @wgulla_