
Berlahan Syah terbangun, ia melihat sekeliling nya dan Syah melihat seseorang yang berdiri balkon kamar, walaupun kepala Syah masih terasa pusing ia memaksakan diri untuk segera berdiri dan menghampiri orang yang sedang membelakangi nya itu.
"Si-siapa anda? kenapa anda membawa saya kemari?" tanya Syah dengan gugup.
" Hey sayang ku" ucap orang itu berbalik badan dan menatap Syah.
Syah kaget, dan mundur selangkah, tiba-tiba air mata Syah keluar begitu saja tak menyangka dengan laki-laki yang berdiri didepan nya saat ini.
" Sayang, kamu kenapa takut? ini aku sayang, aku sudah kembali dan aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi" laki-laki itu terus saja berjalan mendekat kearah Syah.
" Jangan ganggu aku!!! aku peringati kamu mundur sekarang!" teriak Syah.
" Syah, kamu kenapa sayang? aku kekasih mu" ucap laki-laki itu.
Syah ketakutan namun laki-laki itu terus maju dan memeluk Syah.
" Aku benci kamu!!! aku benci!!! Hik,hiks" tangis syah pecah dalam pelukan pria itu, siapa lagi kalo bukan Riko kekasih Syah ketika masa SMA.
" Sayang, tenanglah" mempererat pelukannya namun Syah selalu memukuli dada Riko.
Riko membiarkan Syah menyalurkan amarah nya, Riko tau ini tidak mudah setelah hampir tiga tahun ia menghilang dengan berita kematian saat kecelakaan waktu itu.
Riko menuntun Syah untuk duduk disofa, Riko menghapus air mata Syah.
" Sayang, aku sungguh minta maaf, tapi ini semua bukan kesalahan ku seutuhnya, aku mohon kamu percaya kepadaku dan kembali lagi pada ku" ucap Riko sembari memegang tangan Syah.
Syah memeluk sang kekasih yang sangat ia rindukan selama ini ia beranggapan kekasih nya itu telah pergi meninggalkan nya selama-lamanya namun saat ini ia kembali. Riko membalas pelukan Syah namun Syah tersadar dengan segera mungkin melepaskan pelukannya.
" Hik...Hiks... kamu tau aku hampir gila karena kepergian mu, dan sekarang kamu datang lagi setelah sekian tahun aku lalui dengan susah payah" ucap Syah dengan nada kecewa.
" Aku tahu kamu kecewa pada ku sayang, tapi aku mohon dengarkan penjelasan ku, setelah itu terserah kepada mu" Riko mencoba meyakinkan.
" Kemana kamu selama ini? kenapa mama, papa,
ku serta nyokap bokap kamu sendiri bilang kalo kamu telah tiada karena kecelakaan saat itu? kamu tahu bagaimana perasaan ku saat itu!!!" bentak Syah.
" Aku mintak maaf sayang" Riko mencoba menenangkan Syah.
" jangan sentuh aku!" Syah menepis tangan Riko.
" Rasa nya begitu sakit Rik! ketika aku siuman dan orang yang pertama kali aku cari itu kamu! Hikss..hiks... dan kamu tahu, bahkan orang-orang yang berada disana bilang kalo kamu sudah tiada! mama papa kamu juga bilang begitu saat itu!" teriak Syah.
" Dan sekarang kamu datang lagi, setelah kepergian mu yang hampir membuat ku gila saat itu, kamu jahat Riko!!!!!!" dengan penuh emosi.
" Aku tahu sayang, aku mintak maaf, aku akan memperbaiki semuanya" menggenggam tangan Syah erat.
" Hiks...hiks.... kamu sudah terlambat" disela tangis syah mencoba menjelaskan apa yang ia rasakan.
" Sayang aku mohon dengarkan penjelasan ku, Aku tahu aku memang salah, tapi ini semua mama,papa mu yang memintak kepada nyokap bokap ku untuk menjauhkan kita"
" Aku berkata jujur Syah, mama, papamu memintak ortu ku untuk menjauhi mu"
" Ta-tapi kenapa? bukankah selama ini mama selalu mendukung hubungan kita, kamu jangan menuduh orangtua ku" Syah sangat kesal pada Riko.
" Aku menceritakan fakta sayang, kamu tau saat kecelakaan itu kita sama-sama tidak sadarkan diri, setelah aku terbangun ternyata aku sudah berada diluar negri ya tepatnya di Australia. orang tua ku menceritakan semuanya tentang kejadian pada waktu itu, Sakit? sangat sakit Syah! bahkan sakit karena kecelakaan itu tidak sebanding dengan sakit hati serta hinaan dari orang tua mu, kamu tau orang tuamu memaki orang tuaku" ucap Riko meyakinkan Syah.
" Ta-tapi, bagaimana bisa Riko? kenapa kamu tidak pernah menghubungi ku setelah kamu sembuh?" tanya Syah tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Riko .
" Aku telah berusaha sayang, pernah pada waktu itu aku menelpon mu, namun orang tuamu bilang hubungan kita sudah berakhir, hancur hati ini Syah"
" Dan kamu tahu kenapa mama mu melakukan itu?" sambung Riko.
" Kenapa?" tanya Syah
" Orang tuamu bilang kamu sudah dijodohkan dan untuk itu aku disuruh menjauhi mu selama-lamanya" ungkap Riko dengan suara gemetar.
Melihat mata Riko seperti menahan sesak yang ia rasakan Syah mencoba mencerna kata-kata yang disampaikan oleh Riko.
Pikiran Syah tertuju pada awal perjodohan itu, tapi pada saat perjodohan itu Syah sudah kuliah, jika memang mama papa berniat menjauhkan Riko dari nya, mungkin saja setelah kelulusan waktu itu, atau bahkan saat Syah sembuh dari pisikiater waktu itu mama papa bisa saja menjodohkan Syah tapi nyatanya tidak begitu.
" Tolonglah percaya sayang" ucap Riko dengan mata seperti menahan tangis.
" Bukan hanya sekali, atau dua kali aku mencoba menemui mu Syah, tapi sudah berulang kali, namun apa yang aku dapat! mama papa bilang kalo kamu telah menikah dengan anak sahabat mama" dengan nada mulai emosi.
" Aku mohon Syah, kembali lah padaku" sambung Riko memohon dan berlutut dikaki Syah.
Syah melihat keadaan Riko sungguh hatinya merasa terluka, Syah meraih pundak Riko dan memintanya jangan melakukan ini.
" Aku tidak akan bangun kalo kamu tidak mau menerima maaf ku syahloni Keyla" ucap Riko dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
" Andai saja waktu itu kamu kembali lebih awal, mungkin semua tidak akan terjadi Riko, jujur aku menyayangi mu, tapi aku harus apa Riko! bilang padaku aku harus apa dengan kondisi sekarang ini, hiks...hiks" tangis syah pecah begitu saja setelah berusaha menahannya.
" Aku sudah menjadi milik orang lain, katakan padaku Riko aku harus bagaimana" menggoncang tubuh Riko yang masih berlutut dibawah sana.
" Aku tidak peduli Syah, aku masih mencintaimu, aku tidak peduli dengan statusmu saat ini, yang aku butuhkan hanya satu kamu kembali kepadaku seperti semula"
" Ta-tapi____" ucap Syah terhenti.
" Tapi apa Syah? kamu sudah tidak mencintaiku lagi? atau kamu telah jatuh cinta pada suami fake mu itu?" ucap Riko sembari memegang tangan Syah.
" Jangan buat aku seperti ini Riko, aku sayang kepadamu tapi___ hiks hikss" Syah tidak bisa meneruskan kata-katanya lagi yang terdengar hanyalah suara tangisan.
Di waktu yang sama ditempat yang berbeda.
Juna begitu gusar, dan cemas ketika istrinya tidak berada di manapun, Juna mencari kesana kemari namun Syah juga tidak berhasil ia temui.
Bersambung.....