Mr. Pilot My Husband

Mr. Pilot My Husband
Episode 58



Setelah kejadian Syah pingsan dan dilarikan kerumah sakit, rekan kowas syah memiliki rasa curiga yang tinggi hingga menyelidiki apa hubungan antara Syah dengan Juna si tetangga ganteng yang selalu jadi incaran mereka itu.


flasback on.


" Gimana dok kondisi istri saya?" ucap Juna ketika dokter selesai mencek kondisi Syah.


"Istri? apa gw salah dengar?" gumam Mia pada Rani.


" Apaan sih Mia? mungkin aja siganteng ngomong gitu agar dokter itu cepat menangani kondisi Syah yang tiba-tiba drob" Rani mencoba meyakinkan Mia dengan apa yang telah mereka dengar barusan.


Setelah dokter keluar dari ruangan itu


masih dengan raut wajah yang panik Juna mengelus kepala Syah, sesekali ia mencium punggung tangan Syah.


" Sayang bangun dong jangan bikin aku cemas gini, aku kangen tau liat kamu marah-marah, aku kangen ocehan kamu aku kangen semua tentang kamu, please sayang bangun" tak terasa air mata Juna pun menetes dipipi nya.


" RAN! Lo dengarkan apa yang diucapkan sama kak Juna barusan? nggak mungkin kan kalo kata-kata itu hanya kalimat penyemangat agar Syah segera sadar? ini mustahil ran, coba Lo pikir mana mungkin seorang laki-laki menangis hanya sebatas kasihan dengan orang yang baru ia temui" ucap Mia sembari menyenggol lengan Rani.


" Hmmmm.... kalo dipikir-pikir yang Lo bilang barusan ada benarnya juga sih, tapi masa iya Syah udah menikah? kapan? lagian Lo teman sekelas Syah kan? emangnya Lo nggak dapat isu-isu tentang Syah gitu?" ucap Rani dengan berjuta pertanyaan yang dilontarkan pada Mia.


" Hmmm... yang gw tau Syah itu punya kekasih dimasa lalu yang sangat ia cintai setelah kekasihnya meninggal dunia entah apa penyebab nya gw kurang tau juga, tapi yang pasti sahabat-sahabat Syah bilang bisa dikatakan setelah kekasih Syah meninggal Syah tidak pernah atau tidak ada niat sedikitpun untuk mencari pengganti, itu sih yang gw tau" ucap Mia.


" Mia!" ucap Rani


" Hmmm" jawab Mia yang masih fokus melihat kearah Juna dan Syah.


" Mi! Lo dengar gw nggak sih?" membuyarkan pandangan Mia.


" I-iya apa?" ucap Mia gelagapan.


" Gw akui ya gw juga tertarik sama kak Juna, tapi gw nggak fanatik kayak Lo Mia, seandainya kalo benar Syah sudah menikah dengan kak Juna apa Lo akan menjauhi Syah? apa Lo akan benci sama Syah?" tanya Rani serius.


" Hmmm... gw gak tau ran, tapi jujur dari awal gw liat kak Juna waktu dikampus kita, sampai sekarang dia jadi tetangga kita, gw benar-benar sayang sama dia walapun mungkin dia tidak tertarik sama gw" ucap Mia lesuh.


" Terus? apa Lo udah siap seandainya nanti kalo kak Juna bilang Syah itu istri dia?"


deg... kata kata yang diucapkan Rani bak anak panah yang terlepas dari busurnya yang mengenai sasaran nya, sakit memang tapi mau gimana lagi toh Juna juga belum tentu menyukai Mia.


" Gw gak tau ran, rasanya begitu sesak gw gak tau seandainya apa yang Lo bilang itu menjadi kenyataan" ucap Mia pastrah.


Karena rasa penasaran dalam diri Rani sudah memuncak ia mencoba mendekati bangker dimana Syah masih tidur disana bak enggan terbangun dari mimpinya, dan disamping tempat tidur itu ada sosok laki-laki yang selalu setia menunggu Syah terbangun dari tidurnya.


Rani duduk disamping bangker Syah, sesekali Rani memegang tangan Syah.


" Sabar ya kak, insyaallah Syah akan baik-baik saja" ucap Rani.


Namun Juna tidak menanggapi ucapan dari Rani.


" Kak!" panggilnya lagi.


Juna melirik Rani sekilas kemudian menatap Syah lekat-lekat.


" Kak! maaf sebelumnya, bukannya saya mau ikut campur sama urusan kakak, tapi maaf sebelumnya Syah itu rekan kowas saya, jadi kalo bisa saya sarankan agar Syah kita aja yang jaga" ucap Rani yang ditanggapi tatapan mengerikan dari Juna.


Mia yang semakin penasaran pun mendekat kearah Rani berada.


" Kita janji kak, kita akan menjaga rahasia kakak sebaik mungkin" ucap Rani sembari mengangkat dua jarinya membentuk huruf v, kemudian menyenggol lengan Mia.


" I-iya kak kita janji" ucap Mia gelapan mau jawab apa.


" Hmmm... baiklah sebenarnya syahloni Keyla itu istri saya"


Degggggg.... apa yang ditakutkan oleh Mia sekarang benar-benar terjadi.


" Kapan kak?" tanya Rani sedangkan Mia hanya menunduk dengan mata mulai berkaca-kaca.


" Saya menikahi Keyla tepat berapa bulan yang lalu ketika mama Keyla masuk rumah sakit dimalaysia, awalnya Keyla menolak pernikahan itu namun pada saat itu kondisi mama Keyla sangat kritis dan beliau memintak Syah menikah dengan saya agar beliau ada sumber semngat untuk sembuh kembali" ucap Juna mengingat momen-momen saat itu.


" Terus kak? apakah Syah menyukai kakak? maaf kalo saya lancang" ucap Rani.


" awalnya Keyla tidak menyukai saya, tapi saya benar-benar tulus mencintai Keyla, saya tidak memaksakan agar Syah langsung menerima pernikahan kami namun berlahan-lahan Keyla mulai menerima takdir bahwa saya suami nya yang sah" tutur Juna.


" Jadi saya mohon pada kalian untuk merahasiakan ini semua, saya tidak ingin Keyla tertekan saya takut nanti orang-orang perspekulasi yang bukan-bukan tentang istri saya" sambung nya.


Flasback off.


Seminggu telah berlalu, semenjak Mia tau bahwa orang yang ia cintai itu ternyata suami dari rekan nya sendiri.


semenjak itu juga sifat Mia mulai berubah, ia menghindari Syah dan meminta change kamar dengan Rani.


kadang kadang Syah bertanya-tanya pada dirinya sendiri apa yang salah pada dirinya kenapa Mia sifat Mia berubah pada nya.


" RAN! Mia kenapa sih? apa gw pernah berbuat salah pada dia?" tanya Syah sembari mempersiapkan alat medis yang akan ia bawa nanti kebandara setelah beberapa hari istirahat karena sakit.


" gak tau Syah, mungkin dia kecapean kali, yaudah la ngapain mikirin hal-hal yang nggak penting, mending Lo istirahat nanti pagi kita mulai kerja" sembari tersenyum dan menyemangati Syah.


" Ta-pi ran, pikiran gw masih ada yang mengganjal heran aja gitu, kenapa tiba-tiba Mia berubah semenjak gw masuk rumah sakit waktu itu"


" Perasaan Lo aja kali Syah, nanti tuh anak kembali lagi kek biasa, nggak usah dipikirin Syah"


" Hmmmm...."


" Syah! gw dengar-dengar Lo punya sahabat kan? siapa sih namanya aduh gw lupa lagi" Rani mengalihkan perhatian Syah.


" Kenapa Lo tiba-tiba nanya sahabat gw?" Syah tampak heran.


" Nggak ada cuman nanya aja, kalo Lo gak mau cerita ya gak papa.. hehehe" ucap Rani sembari mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


๐Ÿ‘‘๐Ÿ‘‘


M**aaf ya reader tercinta author jarang up bukan jarang tapi bisa dikatakan nggak up up dalam beberapa hari ini, karena author sibuk direal life tapi tenang aja author akan sempatkan up 1X 2 hari untuk up.


Thank you yang masih setia menunggu๐Ÿ˜˜**