Mr. Pilot My Husband

Mr. Pilot My Husband
Episode 47



Hari ini hari yang ditunggu-tunggu oleh Syah beserta semua fakultas kedokteran, hari dimana mereka dan kelompok yang beranggotakan delapan orang itu menuju lokasi yang menjadi tempat kowas selama tiga bulan, berarti selama itu juga Syah akan berpisah dengan kedua sahabatnya.


" Kowas dimana key?" tanya Juna yang sedang menaruh koper Syah kebagasi mobilnya.


" Bukankah tadi malam sudah aku beritahu?"


" Benarkah? kayaknya aku lupa" sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Hmmm... dasar bapak singa udah tua" gumam Syah.


" What! coba ulangi perkataan yang tadi?" sembari mendekatkan telinganya.


" Nggak ada, betewe kamu pasti senang kan kalo aku kowas agak jauh, jadi kamu bisa bebas keluar Dengan siapa saja" bergumam sendiri yang tentunya masih bisa didengar dengan jelas oleh Juna.


" Key!" memegang pundak Syah agar menatap kearah nya.


" Hmmm" jawab Syah singkat tanpa membalas tatapan tersebut.


" Lihat aku key! selagi aku masih jadi suami kamu, aku tidak akan berani macam-macam dibelakang kamu, aku tahu mana yang baik dilakukan dan mana yang tidak pantas dilakukan sebagai suami" menatap Syah dalam-dalam.


" Aku tidak bilang kalo kamu akan macam-macam diluar sana cuman___" kata-kata Syah terhenti.


" Cuman apa key? Aku tahu kamu belum sepenuhnya menerima ku" melepaskan tangan nya. "sudahlah ayok masuk biar aku anter sampai ketitik kumpul" masuk kedalam mobil.



" Bapak singa!" menoleh kearah Juna.



" Hmmm.." jawab Juna singkat sembari fokus dengan jalan yang ia lalui.



" Boleh aku tanya sesuatu?"



" Tanya apa?"



" Kamu sebenarnya kerja apa?" tanya Syah ragu-ragu.



" Emangnya kenapa? apakah status pekerjaan itu sangat penting? jika pekerjaan ku tidak sesuai dengan apa yang kamu bayangkan bagaimana?" menoleh kearah Syah.



" Hmmm... bukan begitu maksud ku, bukankah kamu ingin aku menerimanya mu sepenuhnya? aku ingin tau apa pekerjaan mu, apa itu salah?"



" Keyla! dengarkan aku baik-baik, suatu saat nanti kamu akan tahu dengan sendirinya status pekerjaan ku, dan aku ingin jika saat itu tiba kau telah sepenuhnya menjadi istri ku" mengelus kepala Syah dengan satu tangan nya dan tangan satunya lagi masih fokus menyetir.



"Hmmm.."



" Mau turun digerbang atau turun didalam?" tanya Juna ketika hampir tiba digerbang kampus.


" Diluar" jawab Syah singkat.


" Baiklah" Juna memberhentikan mobilnya agar Syah bisa turun disana.


" Koper kamu biar aku yang bawah, tenang aja yang lain nggak bakal tahu"


" Tapi kamu mau kemana?" tanya Syah heran.


" Ada urusan sebentar" melajukan mobilnya memasuki gerbang kampus.


" Iss.... mau kemana sih tu orang" kesal Syah lalu berjalan menuju titik perkumpulan.



Semua mahasiswa yang akan mengikuti kowas berkumpul disatu titik SC (Student Center) untuk mendengarkan arahan yang akan disampaikan oleh para pembimbing mereka.



Pada saat itu juga mereka akan bergabung dengan anggota kelompok masing-masing.



" Syahh! jaga diri disana baik-baik ya, gw pasti kangen sama Lo" ujar Naura dan Akilla sembari memeluk sahabatnya itu.



" Astaga gais, kowas kita itu cuman tiga bulan, jangan sedih-sedih kek gini Napa" menenangkan Akila dan Naura.



" Iya Gw tau kalo kowas hanya tiga bulan, tapi tiga bulan itu bagi gw berasa tiga tahun. bukankah selama ini kita tidak pernah pisah? walaupun pernah itu cuman dua Minggu pas Naura nemuin mama papanya diluar negri" Berkata dengan mata yang berkaca-kaca.



" Akilla! dengarkan gw" memegang tangan Akilla. " tiga bulan bukan waktu yang lama Killa, kita masih bisa telponan, WhatsAppan, Vidcall kalian jangan bikin gw sedih kek gini, Lo sama Naura kan kowas bareng sedangkan gw enggak, tapi gw nggak terlalu sedih karena gw tau jarak bukan penghalang dalam persahabatan kita" sambung Syah.




Setelah mereka mendengar arahan dari pembimbing, dan tiba saat nya mereka menuju lokasi kowas.



Bandar udara internasional Sultan Iskandar muda. Bandara tersebut akan menjadi saksi awal perjalanan Syah dan anggota kelompok nya untuk mengabdi disana.


Ditempat itu juga Syah harus belajar dengan sungguh-sungguh, harus semangat dan harus menjalin hubungan kerja yang baik antar anggota tim nya.


" Selamat datang di bandar udara internasional Sultan Iskandar muda para rekan semua" sapa seorang laki-laki dengan senyuman yang melingkar diwajahnya.


Tim Syah bertanya-tanya siapakah orang yang ada dihadapan mereka saat ini, tanpa berpikir panjang mereka memperkenalkan diri mereka terlebih dahulu agar dihari pertama mereka menginjakkan kaki di lokasi kowas tersebut berkesan baik tentunya akan memberi peluang untuk kegiatan yang akan mereka jalankan nanti.


" Perkenalkan saya pemimpin kepala bandara disini, sebelum nya pihak kampus rekan- rekan semua sudah memberitahu kan bahwa rekan-rekan semua akan mengadakan kowas provinsi Aceh ini, saya sangat tersanjung dengan kehadiran para rekan semua" tutur pemimpin cabang tersebut.


Satu persatu tim Syah berjabat tangan dengan pemimpin bandara tersebut.


" Baiklah karena ini hari pertama rekan-rekan berada disini, saya akan menunjukkan tempat tinggal kalian selama tiga bulan mendatang"


Mereka mengikuti langkah kaki pemimpin tersebut yang tentunya akan menunjukkan dimana tempat yang akan mereka tempati nanti.


Mereka berhenti di rumah sederhana yang tidak jauh dari bandara tersebut. jika berjalan mungkin menghabiskan waktu 15 menit.


" Untuk rekan laki-laki akan tinggal disebelah sana" menunjuk rumah yang berjarak sekitar lima buah rumah dari rumah tim ceweknya.


Setiap tim beranggotakan delapan orang yang terdiri dari empat orang cewek dan empat orang cowok.


" Baiklah, untuk saat ini kalian istirahat terlebih dahulu, mengenai kegiatan yang akan rekan lakukan besok akan saya jelaskan" sambung nya.


" Baik pak" jawab Rifki selaku ketua tim.


" Dan satu lagi, Pukul setengah tujuh pagi kalian sudah berada didalam lingkungan bandara"


" Baik pak, terimakasih pak" jawab mereka bersamaan.


Setelah pimpinan bandara tersebut pergi, merekapun kembali ke penginapan masing-masing.


" Jika ada apa-apa kalian bisa hubungi saya secepatnya" ujar Rifki kepada rekan ceweknya.


" Baiklah" jawab Syah sekedarnya.


" Mana handphone Lo?"


" Buat apa?" tanya Syah.


" Mau nyimpan kontak gw, jadi kalo ada apa-apa Lo bisa hubungi gw" sambung Rifki sembari mengulurkan tangannya.


" Owh.." Syah mengeluarkan handphone dan memberikan nya kepada Rifki.




" Hufffff, capek banget hari ini" ucap Mia sembari menjatuhkan badannya diatas kasur.



" Banget Mia, apalagi perjalanan nya lumayan jauh pengen istirahat gw" sahut Syah.



Rumah tersebut hanya memiliki dua kamar yang posisinya bersebelahan. Syah sekamar dengan Mia sekretaris lokalnya. dan dua orang rekan ceweknya tidur dikamar sebelah, mereka berasal dari kelas FK2.



Setelah mereka membersihkan diri, kemudian menata pakaian yang mereka bawah, tiba lah waktunya untuk santai sejenak.



Mia mengeluarkan laptop yang ia bawah, dan mengajak Syah menonton drama Korea kesukaan nya.



" *enggak Akilla nggak Naura sekarang malah Mia, dimana-mana pencinta drakor*" ucap Syah dalam hati



" Mau nonton nggak Syah?" ajak Mia.



" Lanjut mia, gw mau nelpon Naura sama Akilla dulu" sahut Syah sembari mencari benda pipih tersebut didalam tas kecil yang ia bawah.



***Bersambung......



Jangan lupa like, share, dan koment nya reader 🤗



Terimakasih sudah mampir 😘***



"