Mr. Pilot My Husband

Mr. Pilot My Husband
Episode 52



Sekarang posisi keduanya sangatlah dekat, Juna memperhatikan wajah istrinya itu lekat-lekat sedangkan yang ditatap memejamkan matanya, seakan pastrah jika Juna melakukan sesuatu padanya.


Juna membelai rambut Syah dengan lembut, memperhatikan setiap inci wajah Syah sembari tersenyum kemudian berbisik ditelinga Syah.


" Kenapa kamu nutup mata? aku hanya ingin mengambil pakaian dari lemari, minggirlah" sontak Syah membelalakkan matanya bulat sempurna, kesal? marah? dan malu bergabung menjadi satu.


" Iss... Dasar bapak singa kampret!" maki Syah beranjak pergi dengan menutup wajahnya.


" Astaga! sebenarnya aku memikirkan apaan sih! dasar pikiran bodoh! apa sih yang kamu bayangkan!" Kutuk Syah dengan dirinya sendiri.


Juna tertawa senang memperhatikan wajah Syah yang berubah saking kesalnya.


" Aku tau apa yang kamu pikirkan Keyla, aku juga sadar posisiku saat ini, aku tidak akan melakukan apapun yang membuat mu sakit hati, jika ditanya hati sebenarnya aku bisa saja melakukan apapun yang aku mau karena kamu istri sah ku, tapi aku tidak akan memaksa mu karena aku yakin suatu saat nanti kamu akan mencintai ku dengan ikhlas dan menyerahkan hati serta kewajiban mu sebagai istri" gumam Juna dalam hati.


Selesai Juna berganti pakaian ia memperhatikan Syah yang duduk diatas sofa sembari mengetik sesuatu dilayar benda pipih yang ia pegang.


" Key!" panggil Juna


" Hmmm" balas Syah tanpa menoleh pada orang yang memanggil nya.


" Kamu lagi ngapain?" mengambil ponsel Syah.


" Juna!!!! kembaliin nggak!" merebut kembali ponsel tersebut.


" Apa pentingnya benda ini? sehingga kamu sibuk sendiri dan mengabaikan ku? seharusnya tuh kalo suami didepan mata tuh dimanja, disayang, sebelum orang lain yang melakukan nya dengan sukarela" goda Juna.


Ucapan Juna sontak dibalas dengan tatapan yang tajam dari Syah.


" Kenapa? kamu bosan menghadapi Prilaku ku? sehingga ingin disayang oleh wanita lain? kalo bosan bilang!" itu lah kata-kata yang keluar dari mulut Syah.


" Ya ampun... kayaknya gw salah ngomong" ucap Juna dalam hati.


" Key! bukan begitu maksud ku" duduk disamping Syah.


" Aku hanya ingin kamu menghargai kebersamaan kita, selama kamu pelatihan aku tidak pernah mengganggu mu bukan? aku selalu memantau kemana saja kamu pergi key! tapi aku tidak pernah menganggu mu, apa itu salah? aku sadar aku bukan lah harapanmu aku tau itu" jelas Juna panjang lebar, Juna berdiri hendak meninggalkan Syah.


" Juna berhenti" seketika junapun berhenti.


" Maafkan aku, aku tahu aku belum layak jadi pendamping mu sesempurna wanita diluar sana, tapi aku mohon bertahanlah sedikit lagi" ucap Syah sembari memeluk Juna dari belakang.


Sontak Juna kaget mendapati pelukan hangat dari Syah, namun ia tetap diam tak bergeming dan tidak juga menolak.


" Juna! maafkan keegoisan ku, aku janji akan menjadi istri yang baik untukmu, aku cuman butuh waktu untuk itu" mempererat pelukannya.


Juna melepaskan tangan Syah dengan lembut dari perutnya dan menatap Syah.


" Aku tidak perlu janji key, aku mau kamu menunjukkan nya melalui sikap dan tindakan mu" ucap Juna sembari mengelus kepala Syah.


" Ya sudah aku mau keluar dulu" sambung Juna.


" Kamu mau kemana? aku ikut" ucap Syah.


Kening Juna tertaut melihat tingkah Syah, kadang marah-marah nggak jelas, sedetik kemudian bisa bertingkah manja, wanita memang susah untuk dipahami secara keseluruhan.


" Yaudah ayok" sembari tersenyum.



" Malam Capten" ucap salah satu pegawai dengan ramah.



" Malam pak" membalas dengan senyuman manis.



" Maaf sebelumnya Capten kalau saya lancang, apakah gadis cantik ini adek Capten?" ucap pegawai satunya lagi ragu-ragu tapi penasaran.



Karena pegawai disana tahu betul bagaimana Capten Arjuna, seorang Capten pilot ternama, bahkan diusianya yang masih muda saja kekayaan yang dimilikinya sudah berlimpah, menjadi seorang pilot dengan prestasi serta manjadi seorang pengusaha sukses itu jarang sekali bahkan bisa dikatakan ia tidak pernah membawa seorang wanita apalagi sampai sekamar dengannya.



" Oiya pak, kenalin ini istri saya" memperkenalkan Syah pada pegawai disana.



Seketika pegawai yang ada dalam ruangan itu terperangah tidak percaya. banyak pegawai muda khususnya pegawai wanita yang kecewa karena Capten idola mereka itu ternyata sudah mempunyai seorang istri. apalagi Syah itu masih kelihatan seperti anak sekolahan karena wajah Beby face yang dimilikinya.




" Congrat nona, maaf Capten saya tidak tahu kalo nona cantik ini istri Capten. saya pikir nona ini adek capten karena wajahnya masih kelihatan lebih muda masih seperti anak SMA" ucap pegawai itu malu-malu.



" Heheh... tidak masalah pak, lagian kita menikah masih beberapa bulan, jadi belum banyak yang tahu tentang pernikahan kami, doakan ya pak insyaallah setelah istri saya ini selesai kowas kami akan mengadakan resepsi nanti semua pegawai disini juga akan saya undang" ucap Juna



" Yaudah ya pak, kita keluar dulu" pamit juna.



Setelah kepergian Juna dan Syah, disitulah para pegawai bergosip ria, ada yang turut senang mendengar kabar dari captennya, sebagian juga kecewa karena mereka kehilangan kesempatan alias mimpi menjadi pendamping seorang Capten.



Juna mengajak Syah berjalan dipinggir pantai, ia tidak mau kehilangan momen bersama istri tercintanya.


" Jun?" panggil Syah.


" Apa sayang?" memperhatikan Syah.


" Apa yang kamu bilang barusan itu serius?" meyakinkan.


" Yang mana?"


" Tentang resepsi itu? setelah kowas?" sambung Syah.


" Aku serius key, aku ingin orang-orang tahu kalo kamu itu istri aku, mama, papa serta orang tuaku juga mau kita mengadakan resepsi secepatnya, jika aku tanya sama kamu tentang itu aku sudah tau apa jawaban yang akan kamu berikan" jelas Juna.


" Ta-tapi Jun" ucap Syah terbata-bata.


" Aku tau key, kamu menolak nya bukan?" dengan pandangan lurus menghadap lautan yang tenang.


" Bu-bukan begitu maksud ku Jun, aku mau kok, tapi itu terlalu cepat bagiku apalagi sahabat ku belum tau tentang ini, kalo mereka tahu nantinya pasti mereka akan kecewa bukan?" jelas Syah, apalagi Syah tau betul kalo Naura sahabatnya itu juga menyukai Juna.


" Mereka tidak akan marah key, percayalah nanti akan aku jelasin pada mereka"


" Hmmm... baiklah" jawab Syah pastrah.


" Good girl" mengelus kepala Syah.


" Kamu mau makan?" tanya Juna yang dijawab anggukan oleh Syah


" Ayok" menarik tangan Syah.


" Lah kemana?"


" Kita cari makan di ujung sana" sembari menunjuk.


" Isss nggak mau, jauh tau nggak" ucap Syah.


" Jadi nggak mau nih?"


" Ya mau, tapi...."


" Tapi apa key?"


" Mau gendong" merentangkan tangannya.


" Ya ampun istri gw bukan sih? sejak kapan seorang Syahloni Keyla manja begini" ucap Juna dalam hati.


" Tapi key liat sekeliling, banyak orang kamu nggak malu?" ucap Juna meyakinkan.


" Owh jadi kamu malu gendong aku, yaudah aku ngambek nih" sembari cemberut.


Mau tidak mau, Juna langsung menggendong Syah dipunggung nya, Juna tau pasti orang-orang disekitar mereka akan berspekulasi yang macam-macam.


Bersambung.....


**Jangan lupa like, koment dan vote ya reader.


Maaf untuk saat ini author masih tidak bisa mengabulkan permintaan reader tercinta tentang grazy up, karena tugas author yang diberikan dosen direal life juga menumpuk, harap maklum ya😍**