
Setelah merasa puas bermain pancing-pancingan, Juna mengajak Syah untuk melihat wahana lainnya yang tentunya lebih menyenangkan.
" Ceelah kalo jalan tuh nggak baik cengar cengir gitu" ujar Juna yang melirik Syah senyum-senyum sendiri.
" Lo tahu nggak? gue happy banget bisa bermain seperti tadi" ucap Syah saking senangnya tanpa ia sadari memeluk lengan Juna.
" Ehem.... nyamankan lengan gue?" ledek Juna
Syah dengan segera melepaskan pelukannya itu.
" Apaan sih, orang juga reflek tadi jangan Ge-er deh" ujar Syah
" Mau naik itu nggak?" tanya Juna sembari menunjuk permainan kora-kora.
" Lain kali aja deh, gue nggak mood" ucap Syah.
" Bilang aja Lo nggak berani" ledek Juna.
" Gu-gue berani kok" ucap Syah terbata-bata.
" Yaudah ayok naik" sembari menarik tangan Syah.
" Issss lepasin tangan gue! malu tahu diliat orang" kesal Syah.
" Yaudah gue lepas, berani nggak nih?"tantang juna sembari melepaskan tangan Syah.
" Berani la masa enggak" ujar Syah sok berani.
Syah memperhatikan orang-orang yang mengantre dan rela dempet-dempetan agar bisa mendapatkan tiket, sedangkan Juna hanya berdiri dibelakang sana menunggu sampai antrian panjang itu habis.
" Kalo menunggu seperti itu sampai kapanpun loe nggak akan dapat tiket tersebut" ledek Syah yang menghampiri Juna.
" Setidaknya gue sudah berusaha" ujar Juna.
" Serah deh" kata Syah berlalu pergi.
" oiya kalo loe dapat tiket nya panggil gue ya, gue mau kesana dulu" sambung syah.
" Kebiasaan tuh bocah, main pergi-pergi aja belum juga gue jawab iya atau enggak" gumam juna
Syah berjalan sembari memperhatikan sekitar seketika pandangan nya tertuju pada penjual gulali kapas, tanpa pikir panjang Syah langsung membeli gulali yang unik tersebut.
**Ting**......
suara pesan masuk, Syah merogoh tas kecil yang dibawahnya kemudian mencek isi pesan tersebut.
\#**senglek group**
" yummy🤤 siapa yang mau?" (Naura)

"Wihhhh mau dong, Lo keluar kok nggak ngajak-ngajak?" (Akilla)
" Bukan gue yang beli, tadi tuh sepupu gue kesini sekalian dibeliin bakso" (Naura)
" Woi neng syahloni Keyla, ngeread doang tapi kagak dibalas" (Akilla)
"heheh, maaf gais gue lagi makan" (Syah)
" Makan apa?" ( Naura)
"Lagi makan babi" (syah)
"Jangan becanda Syah🙄" ( Akilla)
" Lo kesambet setan apaan? jangan becanda gitu dong, nggak lucu tau nggak😒" ( Naura)
"Gue serius😌" (Syah)
"Jangan main-main sama agama Syah, Lo tau kan hukum makan babi apa?" ( Naura)
"Gue bilang mama Lo tau rasa🙄" (Akilla)
"Gue tahu hukum makan babi, tapi tadi gue tanya sama pedagang nya kalo babi disini tuh halal untuk dimakan gitu kata yang jual" (Syah)
" Kok Lo dodol gini sih Syah! seumur-umur gue kenal Lo tapi ini hal bodoh yang pernah Lo lakuin😑" (Naura)
" Tahu tuh Syah! tambah ngacok tau nggak, halal bagi non muslim tapi bukan untuk kita syah" akila
" Bentar que kirim foto, lah kata sibapak yang jual halal tapi kalian malah marah-marah gitu" (Syah)

" Tuh liat😂😂😂😂" (Syah)
" Syahloni Keyla!!!!! awas aja kalo ketemu😔" (Naura)
" Ya ampun punya teman kelakuannya kek gini amat😥" ( Akilla)
" Udah dibilangin halal kalian pada ngeyel, kalian mau pelihara sapi nggak?" (Syah)
" Mau" ( Akilla)
" Bentar lagi loading" (syahh)

" Wah lucu banget, tunggu deh🤔 nggak mungkin kan kalo malam-malam Lo ke mall sendiri. Lo dimana Syah?" ( Akilla)
" Udah pukul berapa sekarang Syah, Lo kelayapan ya? nggak baik gitu apalagi nggak ngajak kita" ( Naura)
" Heheh,,, gue lagi dipasar malam" ( Syah)
" serius? sama siapa? kok nggak ngajak-ngajak" (Naura)
" Sama anak teman mama" Syah)
" Cewek or cowok?" (Akilla)
"Cewek" ( ucap Syah berbohong)
"Owh gitu, yaudah jaga diri baik-baik takutnya Lo hilang disana😅" ( Naura)
" Jangan lupa nanti ajak juga kita kesana, kan gue juga pengen" (Akilla)
" Ok" (Syah)
Cukup lama mengantre ternyata perjuangan Juna akhirnya membuahi hasil dua buah tiket berhasil didapatkan, Juna segera mencari Syah.
" Keyla!!!!!" teriak Juna sambil melambaikan tangan.
Syah melirik kesana kemari lalu menunjuk dirinya sendiri seakan berkata Syah lah yang dimaksud oleh Juna.
Syah segera menghampiri Juna.
" Lo manggil gue?" ujar Syah.
" Iya, siapa lagi kalo bukan Lo" juna menarik tangan Syah karena wahana yang akan mereka ikuti sebentar lagi akan berputar.
" Aku perut gue sakit Jun, gue tunggu disini aja ya" ujar Syah membuat alasan.
" Tadi aman-aman aja, jangan-jangan Lo takut ya" ledek Juna.
" i-iya sedikit" ujar Syah terbata-bata.
" Sedikit apa banyak?" goda Juna.
" Iya gue takut puas lo!" ujar Syah kesal
" perjuangan gue ngantri demi tiket sia-sia gitu aja" ucap Juna lesuh.
" Yaudah gue ikut, tapi Lo jagain gue ya" ucap Syah rasa bersalah karena Juna antri lumayan cukup lama demi tiket ini.
Syah duduk disamping Juna, permainan akan segera dimulai namun Syah merasa sangat takut, Juna berusaha menenangkan Syah dan memegang tangan Syah.
Akhirnya wahana mulai bergerak, reflek Syah kaget dan memeluk lengan Juna dengan erat.
" Tenang lah key" sembari menggenggam tangan Syah erat.
Semakin lama gerakan kora-kora itu semakin laju Syah semakin mempererat pelukannya.
" Kapan akan Selasai?" ujar Syah mendongak terlihat jelas rasa ketakutan diwajahnya.
Sebagian dari mereka seperti sedang menikmati permainan tersebut ada yang berteriak-teriak seakan-akan melepaskan beban yang dirasakan, ada juga yang mengabadikan moment-moment mereka dengan membuat vlog mungkin akan dijadikan story.
Berapa menit telah berlalu, akhirnya wahana tersebut berhenti, Syah segera turun sembari memegang dadanya.
" Lo baik-baik aja kan?" tanya Juna sembari mengelus kepala Syah.
" Seperti yang Lo liat" cetus Syah sembari menepis tangan Juna.
" Maaf" ucap Juna
" Mau makan nggak?" ujar Juna sembari meraih tangan Syah dan mengajaknya ke warung makan.
Entah terlalu pusing entah apa Syah pastrah dengan perlakuan Juna.
sesampainya di warung Juna memesan dua mangkok bakso karena hanya itu yang tertera di menu.
Dengan sigap pemilik warung segera menyajikan bakso tersebut lalu menaruh bakso itu diatas meja.
" Silakan dinikmati" ujar bapak tersebut ramah.
" Makasih pak" sahut Juna sembari tersenyum.
Syah yang melihat hidangan bakso tersebut menelan ludahnya kasar karena aroma bakso itu sangat mengiurkan. Syah mencoba memegang sendok tetapi tangannya malah bergetar mungkin efek takut yang ia rasakan.
Juna yang memperhatikan Syah dengan sigap mengambil alih makanan tersebut, dan mulai menyodorkan bakso itu pada Syah.
" nggak mau" ujar Syah.
" Gue suapin ya" bujuk Juna.
" Enggak"
" Kalo loe nggak mau, gue cium Lo disini" ancam Juna sembari berbisik.
" Apaan sih, gue bisa sendiri" sambung Syah sembari merebut sendok ditangan Juna sedikit kasar
Syah mulai menyendok makanan nya berlahan-lahan walaupun tangannya masih bergetar.
Juna hanya geleng-geleng melihat sikap Syah "sungguh susah ditebak kadang kekanakan kadang terlalu keras kepala" gumam juna dalam hati.
Bersambung......
jangan lupa like dan koment nya kak
🤗makasih udah mau mampir🤗