Mr. Pilot My Husband

Mr. Pilot My Husband
tak akan ada cinta yang lain



"guna kita dipanggil kesini ngapain Syah? yang jadi modeling kan Naura" bisik Killa penasaran


"jadi figura mungkin heheh" imbuh Syah sambil menutup mulutnya.


"issss gue serius Lo mala becanda" kesal Killa


"gue juga nggak tahu Killa sayangggg dipanggil ya maju duduk manis didepan, bukannya Lo senang ya dekat sama kak Rendi" bisik Syah


"senang la masak kagak "


dekan memberi apresiasi kepada Naura. Syah dan Kila menjadi penonton setia menyaksikan Naura bersalaman serta berfoto dengan dekan serta perangkat kampus lainnya.


acara selanjutnya sepatah kata yang akan disampaikan oleh Juna dkk. ketika Juna memperkenalkan diri ada mahasiswi yang mempertanyakan status nya.


"status kak juna apa?" tanya seorang mahasiswi


degggg seketika Syah melirik Juna,


"awas aja kalo bilang gue istri Lo, bisa bisa gue dijadiin samsak oleh Naura" gumam Syah.


"status saya sudah punya keluarga" kata yang dilontarkan Juna sontak membuat Syah dan mahasiswi yang berada dalam aula kaget.


seketika itu omongan Juna langsung dibantah Rendi "Juna orangnya memang suka becanda, bukan begitu Juna?" tanya Rendi


"serius, saya sudah punya keluarga punya orang tua saya" sembari tersenyum manis.


"Huffff lega... idih sok tebar pesona banget tuh orang, senyum-senyum kek gitu dihadapan mahasiswa, pas sama gue galaknya minta ampun seperti bapak singa" gumam Syah


pertanyaan demi pertanyaan diajukan oleh mahasiswa kepada Juna dkk. Rendi dan kawan-kawan lainnya menjawab silih berganti. sebelum pertemuan berakhir dekan memintak Syah dan akila menghibur para tamu yang hadir.


"menghibur? gimana caranya syah?" tanya Killa sembari menarik-narik tangan Syah saking nervous nya.


"mungkin Lo disuruh jadi badut kali Killa,hehehe" ledek Syah


"yaelah ni anak dari tadi becanda Mulu, Lo nggak dengar apa? tadi dekan mintak kita berdua" kesal Killa


kating memberikan gitar meminta Syah memainkan gitar tersebut untuk mengiringi nyanyian killa.


Syah dan Killa duduk dikursi yang telah disiapkan. Killa mulai menyanyikan sebuah lagu yang diiringi alunan gitar Syah. lagu yang dibawakan oleh Killa berjudul tak akan ada cinta yang lain (dewa 19).


🎤🎤


Haruskah kuulangi lagi


Kata cintaku padamu


Yakinkan dirimu


Masihkah terlintas di dada


Keraguanmu itu


Susahkan hatimu


Tak akan ada cinta yang lain


Pastikan cintaku hanya untukmu


Pernahkah terbersit olehmu


Aku pun takut kehilangan dirimu


Ingatkah satu bait kenangan


Cerita cinta kita


Tak mungkin terlupa


Buang semua angan mulukmu itu


Percaya takdir kita


Aku cinta padamu


Tak akan ada cinta yang lain


Pastikan cintaku hanya untukmu


Pernahkah terbersit olehmu


Aku pun takut kehilangan dirimu


Akankah nanti terulang lagi


Jalinan cinta semu


Dengarlah bisikku, bukalah mata hatimu


Tak akan ada cinta yang lain


Pastikan cintaku hanya untukmu


Pernahkah terbersit olehmu


Aku pun takut kehilanganmu.



**prokk prokk prokk**


suara tepuk tangan mahasiswa dan para tamu yang terkesima mendengar suara merdu Killa ditambah alunan gitar yang dimainkan oleh Syah. entah mengapa lirik lagu tersebut sangat mewakili perasaan Syah dimana ia tak ingin kehilangan sosok pria yang dicintai namun pada akhirnya ia benar-benar merasakan kehilangan. tanpa disadari mata Syah berkaca-kaca.



"Lo kenapa Syah?" tanya Naura ketika Syah dan Killa kembali duduk disampingnya.



"nggak apa-apa, gue okey kok" jawab syah



"udahlah Syah lo nggak pintar menyembunyikan sesuatu, liat tuh mata Lo seakan memberi tahu gue kalo Lo merindukan seseorang" ujar Naura sembari memegang tangan Syah.



tanpa disadari Juna mendengar apa yang dikatakan Naura.



"*apa dia merindukan kekasihnya yang meninggal itu*" gumam Juna sesekali melirik Syah.



"kak Rendi kak Juna dan kakak lainnya kita pamit dulu ya" ujar Killa



"kok buru-buru?" tanya Rendi



"nggak papa kak, lagian kita mau cari makan dulu soalnya" sahut Naura.



"kakak juga mau makan bareng aja yuk" usul Rendi.



Naura dan Killa senang bukan kepalang, apalagi mereka akan makan bersama laki-laki incarannya.



"kayaknya kita duluan aja deh kak, takut nanti malah ganggu kakak juga" sahut Syah



"ehh nggak papa Syah, bareng aja kakak nggak keberatan kok, nggak papa kan bro" tanya Rendi pada Juna.



"hmmm... gue ngikut aja" ujar Juna santai



"*issss apaan sih bapak singa pakai ngikut segala, cari alasan kek kan gue malas liat Lo Mulu*" gumam Syah dalam hati.



"kalo kakak ikut juga nggak papa, kita senang mala" sambung Killa girang.



"hyyyy kak Juna" sapa seseorang yang baru muncul entah dari mana sembari memegang lengan Juna.



"Lo apa-apaan sih" sahut Naura sembari menepis tangan cewek itu dari lengan juna.



"awww sakit tahu... Lo iri gue megang tangan kak Juna?" ujar cewek itu siapa lagi kalo bukan Yolanda.



"udahlah Nau, mending kita pergi aja ngapain lama-lama disini toh mereka bukan urusan kita juga" ucap Syah agar sahabatnya itu tidak berdebat lagi.



"dasar ulat bulu nemplok sana sini" gumam Killa samar-samar



"apa Lo bilang!!! gue ulat bulu, Lo kali yang ulat bulu" bentak Yolanda tak terima.



"kalo Lo ngerasa yaudah berarti tepat sasaran heheh" ujar Killa sinis.



"kak rendi kita pamit ya" ucap Syah sembari menarik tangan sahabatnya itu agar menjauh..



sampainya diparkiran kampus Syah menuju mobilnya.


"issss gue kesal tau nggak, pengen gue tarik tu rambut siulat bulu" ucap Killa



"sejak kapan ulat bulu punya rambut, heheh" kekeh Syah.



"Syah!!!!!!" teriak Killa dan Naura



"hehehe.... gue becanda gais, nggak baik marah-marah nanti kalian tua sebelum waktunya loh abis itu keriput mana kalian belum nikah lagi" ledek Syah mencair kan emosi sahabatnya itu



"Lo kan juga belum nikah Syah" balas Killa



"maksud gue itu, dahla lupakan aja" ujar Syah yang menyadari perkataan nya tadi. "mobil kalian mana?" tanya Syah.



"tadi pagi gue diantar supir, mungkin supir gue lupa jemput deh" ucap Naura.



"kalau gitu kalian masuk mobil gue, hari ini kita keresto yuk nanti gue masakin deh" ujar Syah.



"beneran nih? lo mau masakin kita nanti pas nyampe disana malah kita yang disuruh masak" cemberut Killa



"hehehe.... janji deh gue yang masakin" jawab Syah.



***bersambung***.......