Mr. Pilot My Husband

Mr. Pilot My Husband
Eps 53



" Pelan-pelan makannya key, belepotan gitu" Juna mengambil secarik tisu lalu memberikannya pada Syah.


" Yaelah kirain mau ngelapin kek yang disinetron-sinetron eh ini malah kagak" umpat Syah dalam hati mengambil tisu yang diberikan Juna.


" Good girl" Juna tersenyum sembari mengacak-acak rambut Syah.


" Isss Anoying!, berantakan tau!" cemberut Syah.


Juna mendekatkan wajahnya pada Syah.


" Bibirnya kenapa manyun gitu, ngajak silaturahmi kah?" goda Juna.


" Apaan? ngeres tau nggak!" dengan wajah kesalnya kemudian fokus menyantap makanannya.


Juna tersenyum tipis melihat tingkah Syah, Hari ini hari dimana mereka layaknya seperti pasangan lainnya bisa menghabiskan waktu, bercanda, makan bareng, bercerita tanpa ada kata penolakan dari salah satu pihak.


Bisa dikatakan hari ini hari terindah bagi Juna, sedikit demi sedikit Syah mulai menerima dirinya.


Syah sibuk menghabiskan beberapa makanan dihadapannya, tanpa malu-malu seperti kebanyakan cewek diluar sana, Syah bukanlah tipe orang yang gengsi menghabiskan makanan dihadapan cowok, kalo ia merasa lapar dia akan makan dengan lahap, tanpa mubazir dengan makanan.


" Hey Arjuna! masih ingat aku kan?" sapa cewek yang baru datang.


" Maudy kan?" tanya Juna sembari tersenyum.


" Wahhh ternyata Capten masih ingat dengan saya, kirain udah lupa, betewe boleh gabung nggak ni?" ucap cewek tersebut tanpa basa basi.


" Nih cewek siapa sih, cantik sih tapi auranya negatif banget" memperhatikan cewek tersebut dari atas sampai bawah.


" Arjuna! hello! boleh apa enggak nih aku gabung?" tanya nya lagi.


Juna memperhatikan Syah, seperti memintak persetujuan dari Syah.


" Gabung aja kak, lagian kak Juna juga senang banget tuh kalo kakak ikut gabung" jika saja cewek dihadapan nya mengerti dengan tekanan kata-kata Syah pasti dia akan menolak.


Tanpa aba-aba tuh cewek langsung duduk disamping Juna.


" Key?" ucap Juna.


" Kenapa kak? kakak terganggu kalo aku disini? yaudah aku pergi" aura cemburu terlihat jelas diwajah Syah, walaupun kata-kata yang ia keluarkan seolah-olah cuek dan tidak peduli.


Juna menahan tangan Syah, dan memberikan isyarat jangan pergi. Syahpun kembali duduk.


" Hyy cantik, kamu cantik banget kamu sepupunya Arjuna ya? " ucap Maudy sembari mengulurkan tangannya.


" Yaelah tanpa Lo puji juga orang-orang juga tau kali gw cantik, basi banget tau cara Lo! bilang aja Lo mau caper sama Juna" ucap Syah dalam hati.


" Dia bukan sepupu gw Maudy tapi orang yang ada dihadapan Lo ini sebenarnya is____" ucapan Juna terhenti setelah Syah menatap tajam pada nya.


Maudi tanpa heran melihat sikap Juna.


" Maksud nya apaan Arjun?" tanya nya lagi.


" Gak apa-apa kok kak, betewe kakak siapa nya kak Juna? udah lama kenal sama kak Juna?" Syah ingin mencari tahu apa yang sebenarnya cewek itu inginkan.


" Key ayok pulang" ajak Juna.


" Kenapa kak, bukankah tidak sopan jika kita meninggalkan orang yang ingin bicara sama kita" ucap Syah dengan wajah datar.


" Kamu kenapa Arjun? seperti tidak nyaman jika aku disini, bukankah dulu kamu senang kalo aku duduk disamping mu?" ucap cewek itu lagi.


" Benarkan apa yang gw pikirkan, pasti nih orang ada apa-apa nya sama Juna"


" Maudy maksud Lo apaan ngomong kek gitu! lagian kita tidak ada hubungan apa-apa jangan membuat orang-orang berspekulasi yang bukan-bukan" Juna mencoba mengingat kan.


Saat ini Syah mendengarkan perdebatan antara maudi dengan suaminya. sebenarnya Syah bisa menilai dari gelagat serta cara tuh cewek bicara kelihatan banget kalo dia menyukai Juna, dan kata-kata yang dikeluarkan tadi sedikit melebih-lebihkan cuman Syah pengen melihat apa tindakan yang akan di ambil Juna.


" Dengar Maudy! lo bukan siapa-siapa gw, bukankah dulu gw juga bilang sedikit pun gw nggak ada rasa sama Lo, jadi jangan pancing emosi gw" tutur Juna.


" Oiya asal Lo tau, cewek yang saat ini ada dihadapan Lo itu adalah istri gw, jadi jangan katakan apapun lagi" sambung juna. karena ia tidak mau Syah menilai dirinya yang bukan-bukan.


Maudy menatap tajam pada Syah, memperhatikan Syah dari atas sampai bawah.


" Aku nggak percaya kalo dia istri kamu! itu mustahil! apa yang kamu cari dari dia, kalo diliat dari fisik jauh lebih cantikkan aku! sedangkan dia " menunjuk Syah dengan emosi yang menggebu-gebu.


" Stoppp Maudy! gw nggak mau Lo bilang apapun mengenai istri gw, bagi gw dia orang yang special yang bisa melengkapi kekurangan gw jadi stopp jangan menilai istri gw lagi, gw nggak butuh itu!" jawab Juna yang mulai emosi.


Juna menarik tangan Syah, lalu meninggalkan maudi sendiri disana.


Didalam mobil...


" Key?" sesekali menatap Syah sembari fokus melajukan mobilnya.


" Hmmm" ucap Syah sembari memperhatikan jalan yang ia lalui.


" Kamu marah?" tanya Juna hati-hati.


" Enggak, lagian nggak penting juga bagi gw" ucap Syah datar.


Juna terdiam ketika Syah mulai merubah panggilan pada dirinya itu pertanda hati Syah sedang tidak baik-baik saja, Juna memaklumi itu.


Sesampainya di villa Syah langsung menarik selimut tidur membelakangi Juna.


" Sayang! kamu marah ya? maaf ya?" memegang pundak Syah namun Syah tidak menggubris.


" Syahloni Keyla, aku mintak maaf kamu harus memaafkan aku karena aku sama dia tidak pernah memiliki hubungan apapun baik itu dimasa lalu maupun yang akan datang" ucap Juna meyakinkan.


" Key!" panggil Juna lagi.


Karena Juna selalu mengoceh Syah langsung beranjak dari tempat tidur menuju sofa, Syah memilih tidur disana dibandingkan harus bersebelahan dengan Juna.


Ketika Syah turun dari tempat tidur Juna langsung menarik tangan Syah, sontak Syah terjatuh tepat mengenai tubuh Juna.


" Aku mau lihat keseriusan mu Juna, sabar atau tidak kamu menghadapi sikap ku ini, aku ingin melihat seberapa besar kamu bisa membujuk ku" ucap Syah dalam hati sembari menatap Juna.


" Isss lepas nggak" Syah berusaha melepaskan diri.


" Kenapa? kamu istriku bersentuhan gini juga nggak dosa bukan?" goda Juna semakin mempererat pelukannya.


" Isss kamu kenapa sih Jun, aku ngantuk mau tidur"


" Yaudah tidur gih lagian lebih nyaman beginikan" tersenyum licik


" Aku serius Jun, aku ngantuk besok aku ada pelatihan dibandara" sambung Syah sembari berusaha mengangkat dirinya namun kekuatan Juna lebih besar dibandingkan Syah.


" Besok nggak usah kebandara nanti aku bilangin sama atasan mu itu kalo salah satu anggota kowasnya aku pinjam dulu" menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Syah.


" Isss pokoknya aku nggak mau! emang nya kamu siapa bisa bilang gitu sama atasan ku"


" Jadi kamu tidak percaya?, oke aku buktiin" Juna meraih ponselnya dengan satu tangan dan tangan satunya lagi menahan Syah.


" Assalamualaikum pak, maaf mengganggu waktu anda malam-malam begini, saya mau menyampaikan kalo Anggota kowas dibandara anda yang bernama Syahloni Keyla besok tidak dapat hadir karena dia sedang bersama saya hari ini" ucap Juna sembari mengaktifkan speaker ponselnya agar bisa didengar oleh Syah.


" Baiklah Juna, anggota kowas atas nama Syahloni Keyla saya izinkan untuk libur hari besok" itulah kata-kata yang diucapkan oleh pimpinan kepala bandara.


Bersambung....