Mr. Pilot My Husband

Mr. Pilot My Husband
Lo vegetarian?



pagi mulai menyapa, cahaya matahari berlahan masuk memenuhi sudut-sudut kamar. tebalnya gorden berwarna kuning keemasan nyatanya tidak bisa menghalangi cahaya itu masuk kedalam ruangan. perlahan Syah mulai mengerjapkan mata betapa terkejutnya ia melihat Juna sedang berdiri hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang.


"aghhh!!!! apa yang Lo lakuin dalam kamar gue" teriak Syah sembari menutup matanya.


" kamar siapa? lihatlah disekeliling Lo" ujar Juna.


Syah membuka mata lalu pandangan syah menelusuri setiap sudut dalam ruangan itu, seketika ia sadar bahwa ini bukan kamarnya.


"kok gue ada disini, Lo nggak ngapa-ngapain gue kan" ujar Syah sembari menarik selimut menutupi badan hingga kedadanya.'


bukannya menjawab Juna mala mendekat kearah Syah.


" jangan macam-macam mundur nggak" semakin mempererat selimut itu.


Juna yang melihat wajah kesal Syah semakin bersemangat mengerjainya, Juna menaiki tempat tidur sehingga jarak diantara mereka semakin dekat. Syah yang begitu panik malah meringsut sampai tertumpu dikepala ranjang.


Juna menatap wajah Syah semakin dekat, Syah yang takut malah menutup mata.


clakkkk, satu centilan mendarat di kening Syah.


" awww" ringis Syah kesakitan sambil memijat keningnya.


" Lo mikir apa? dasar otak mesum" ujar Juna semakin membuat Syah kesal.


" apaan sih Lo, orang nggak mikir apa-apa juga" cetus Syah sembari mendorong tubuh Juna dan bergegas turun dari tempat tidur.


"mau kemana Lo? enak aja mau pergi, bersihin dulu kamar gue habis itu baru keluar" meraih tangan syah.


"ngapain juga gue yang beresin, Lo kan punya tangan" kesal Syah


" lo nggak ingat kejadian semalam? Lo pingsan didepan kamar gue, karena gue orangnya nggak tegaan makanya gue bawa Lo kesini, eh pas Lo sadar tanpa aba-aba Lo mala meluk gue, gue udah berusaha lepasin pelukan Lo tapi Lo malah bilang gini Juna gue takut jangan tinggalin gue" kata Juna sedikit menambahkan kata-kata nya.


"masak gue bilang gitu?" berusaha mengingat.


"nggak usah mikir lagi, sebagai gantinya Lo bersihin kamar gue sampai bersih, Lo bisa masak nggak? sekalian masakin gue sarapan" kata Juna sembari meraih baju kaos berwarna hitam lalu memakai nya.


"ettttsss... Lo ngapain? pakai celana tuh dikamar mandi bukan disini" sambil menutup sebelah matanya.


"idihhhhh apaan sih, pikiran Lo itu harus dibenerin padahal gue pakai celana pendek jadi terserah gue dong mau buka handuk dimana aja, ya kali gue liatin masa depan gue ke elo" cetus Juna sembari melempar kan handuk yang dipakainya pada Syah.


Juna berjalan menuju balkon sembari membawa laptop.


Syah membersihkan kamar Juna seperti yang telah diperintahkan, setelah itu Syah pergi ke kamarnya.


melihat Syah yang keluar dari kamar Juna tertawa karena berhasil membuat Syah kesal pagi ini.




" *kenapa juga tadi malam lampu tiba-tiba mati, kalo bukan karena takut gue nggak akan tidur sekamar dengan orang nyebelin itu*" gerutu Syah dibawah shower.



selesai mandi Syah segera menuruni anak tangga menuju dapur dan mulai mempersiapkan bahan yang akan ia masak. Juna yang baru turun menghampiri Syah.



"apa cuman sayur yang bisa Lo masak? nggak ada makanan lainnya gitu?" tanya Juna yang memperhatikan makanan yang dimasak Syah.



![](contribute/fiction/1559199/markdown/14408040/1628676037327.jpg)



" masih mending gue mau masak, pergi sana" ujar Syah kesal



junapun kembali kemeja makan, beberapa menit setelah itu Syah membawakan sepiring nasi goreng.



" ini buat Lo" sambil meletakkan nasi goreng itu dihadapan Juna.



![](contribute/fiction/1559199/markdown/14408040/1628676037331.jpg)



"hmmm,,, dari segi tatanan nya lumayan menarik" ujar juna sembari mengamati makanan itu.



"gue nggak butuh penilaian dari Lo toh ini juga bukan ajang master chef, yang bisa Lo nilai seenak nya" ujar Syah kemudian mulai memakan makanan yang beda dari Juna.



![](contribute/fiction/1559199/markdown/14408040/1628676037329.jpg)



"apa Lo spesies vegaterian? dimana-mana hanya ada sayur dan buah, jangan bilang Lo sedang diet?" ujar Juna yang memperhatikan makanan Syah.



"kalo gue diet emangnya kenapa emangnya ada yang salah gitu?" kesal Syah.



"nggak ada sih, gue cuman ngasih saran aja mending Lo nggak usah diet badan Lo itu kurus banget kalo Lo diet maka makin kurus jelek lagi, hehehe" ledek Juna.



" nggak lucu" ujar Syah kesal.



merekapun melanjutkan makan tanpa ada perdebatan lagi antara keduanya.


selesai makan Syah merapikan meja makan kemudian mencuci piring.




" itu buat Naura dan Akilla" ucap Syah singkat.



"owh..." beranjak pergi sembari membawa sebotol minuman.



selesai mencuci piring Syah bersantai diruang tengah sambil menonton drama Melayu kesukaannya. hari ini Syah tidak ada kegiatan sama sekali, kuliah yang patutnya diadakan jam 2 siang malah diundur besok pagi.



Tut.....Tut.....


handphone Syah berdering, ternyata vidcall dari sahabatnya.



" tadi katanya mau ngirim tumis, kok sampai sekarang belum nyampe juga sih, sampai belumut gue nungguin didepan pintu" kata Naura.



"heheh,,,, gue lupa gais, tunggu ya gue mau mesan Go-Jek biar dianterin kerumah kalian" kata Syah kemudian Syah menunggu Go-Jek yang telah ia pesan.



"Killa kok off kamera sih?" tanya Naura.



"hmmm, in-ni gue lagi nyuci muka" ujar Akilla berbohong padahal ia masih ditempat tidur.



"nggak percaya gue, coba on camera dong" kata Syah.



"heheh,,, iya iya gue masih ditempat tidur, malas on camera masih belekkan gue" ujar Akilla



"ya ampun Akilla liyodra arganta, dirumah Lo ada jam nggak sih? sekarang sudah pukul 11 dini hari" kata Naura.



"yaelah, nggak usah panggil nama lengkap gue juga kali udah kek mami gue aja" sahut Akilla



"Lo juga sih, anak perawan nggak boleh bangun kesiangan" ujar Syah.



" biasanya tuh anak perawan nggak boleh pulang kemalaman, sejak kapan berubah nya Syah?" sambung Akilla



"eh salah ya, pokoknya intinya gitulah" kekeh Syah. "sebentar ya gais kayaknya Go-Jek yang gue pesan dah nyampe" berjalan menuju pintu.



setelah Syah mengirimkan makanan itu kemudian kembali mengambil handphone yang ditinggal kan nya diruang tengah.



"coba liat foto yang gue kirim di group gais" ujar Naura.



![](contribute/fiction/1559199/markdown/14408040/1628688630561.jpg)



"wihhh bagus banget gelangnya" ucap Syah.



" pasti bagus dong, siapa yang milih coba" sambung Naura.



" kapan loe beli Naura? kok gue nggak tahu" ujar Akilla.



" hehehe,,, rahasia dong, intinya gue beli couple khusus buat kita bertiga" ucap Naura semangat.



" kalo bertiga bukan couple namanya dodol, tapi treeple" kekeh Syah.



" pokoknya gitulah" sambung Naura.



" jangan lupa bawa besok ya, nggak sabar gue mau makainya" ucap Akilla antusias.



"iya bawel besok gue bawah, udah dulu ya Go-Jek Lo udah nyampe depan rumah syah, gue mau kesana dulu papay" sembari mengakhiri vidcall.



***Bersambung***.....