Mr. Pilot My Husband

Mr. Pilot My Husband
Episode 43



" Boleh gw tanya sesuatu?" sembari melirik Juna sekilas.


Kening Juna tertaut " Tanya apa?"


" Apakah foto anak kecil dalam kamar Lo itu adalah orang yang Lo maksud waktu itu?"


" Maksud nya" Juna balik bertanya.


" Hmmm... Itu maksud gw waktu itu kan Lo bilang Lo hanya menyukai satu orang yaitu teman masa kecil Lo" tutur Syah


" Terus?" sok tidak mengerti apa yang dikatakan Syah.


" Isss nyebelin" mengerucutkan bibirnya.


" Ya ampun manis banget sih istri kecil ku ini gemez" ucap Juna dalam hati.


" Intinya apa key? coba jelaskan secara rinci agar gw bisa mencerna nya dengan baik"


" Itu maksud gw, kalo seandainya cinta pertama Lo itu hadir lagi apa Lo akan ninggalin gw, apa Lo akan kembali sama dia?"


" Key dengerin gw baik-baik" menatap Syah serius. " Gw nggak akan ninggalin Lo kecuali Lo yang mintak pisah sama gw, gw sadar mungkin kehadiran gw tidak diwaktu yang pas, dan gw sadar Lo masih terjebak dengan perasaan dimasa lalu Lo" sambung Juna.


" Tapi bukankah dia cinta pertama Lo?" Tanya Syah lagi.


" Hmm... Dia memang cinta pertama gw tapi dia sudah melupakan gw"


" Hmmmm... Lo mau nungguin gw sampai gw benar-benar bisa menerima takdir kita?" tanya Syah ragu.


" Syahloni Keyla" sembari meraih tangan Syah. " Bersama gw mungkin tidak seindah ketika Lo bersama masa lalu Lo, tapi percayalah bahwa gw akan berusaha menjadi yang terbaik untuk Lo"


Syah menyandarkan kepalanya dipundak Juna.


" Key! bisakah kita memulai nya dari awal?"


Syah mendongak Sekarang malah ia yang merasa heran.


Juna mengelus puncuk kepala Syah lembut.


" Izinkan aku mengetuk hati mu, aku janji jika dalam kurun waktu empat bulan kedepan kamu masih tidak bisa menerima ku dan pernikahan kita aku akan mencoba melepaskan mu"


Degggg..... Entah kenapa ketika kata-kata itu berhasil keluar dari mulut Juna, Syah merasa ada sesuatu yang sakit dihatinya, ia tidak tahu entah perasaan apa itu.


" Hmmm... Baiklah gw setuju" menatap Juna lekat.


" Itsss sekarang tidak boleh manggil Lo gw lagi"


" Terus manggil apa? bapak singa?" kekeh Syah.


" Panggil aku kamu aja gimana? setuju nggak?" tutur Juna.


" Baiklah, itu jika dihadapan ortu kita saja dan pada saat kita lagi berdua"


" Tidak masalah" sambung Juna tersenyum manis memperlihatkan rentetan giginya.




Dikampus.



" Syah kenapa kemaren Lo nggak masuk tanpa kabar apapun?" tanya Naura



" Hmmm.. itu kemaren gw pulang kampung heheh" jawab Syah cengengesan.



" What!!! Kampung?" Akilla terperangah tidak percaya sejak kapan seorang syahloni Keyla mau diajak kekampung.



Jangan berprasangka buruk dulu ya, bukan tanpa alasan Akilla berkata seperti itu. ia tahu betul siapa Syah dan bagaimana keluarga Syah. semenjak Syah berumur 10 tahun setelah kejadian kebakaran rumahnya yang dikampung sehingga membuat ingatan masa kecil Syah hilang total semenjak itu juga keluarga Syah memutuskan untuk tinggal dikota dan membangun kehidupan baru bagi Syah agar ia tidak trauma dengan masa kecilnya.



Bahkan Syah sendiri tidak ingat bagaimana wajah waktu kecilnya, bagaimana kehidupan nya dikampung saat itu dan siapa saja teman-teman nya. Memory masa kecil Syah benar hilang bersama puing-puing rumahnya.



Jika kalian tanya sekarang apakah rumah Syah dikampung masih ada? jawaban nya yaitu masih. Keluarga Syah membangun kembali rumah tersebut sesuai dengan desain rumah lamanya, pernah kedua orangtua syah mengajak Syah kembali untuk mencoba mengingat kan nya dengan memory lamanya alhasil Syah mengalami sakit kepala yang sangat hebat dan seketika itu Syah pingsan.



Jika mengingat kejadian itu papa, mama Syah memutuskan untuk mengubur memory Syah selamanya, dan membiarkan putrinya itu hidup tenang dengan hidup barunya dikota.



Oke kita kembali pada topik yang sebelumnya.



" Kampung maksudnya gimana Syah?" sambung Naura.



" Iya kampung, kenapa kalian kelihatan heran gitu"



" Ti-tidak kenapa-kenapa" sambung Naura terbata-bata.



" Teman anak mama ngajak gw liat-liat kampungnya makanya gw ikut lagian gw juga nggak pernah kekampung sebelumnya, kalian tau nggak dikampung anak teman mama itu udara nya segar banget, banyak tanaman beras disana" cerita Syah antusias.



" Tanaman beras?" mengangkat sebelah alisnya sembari meletakkan satu tangannya di kening Syah.



" Isss apaan sih naura" menjauhkan tangan sahabatnya itu dari keningnya.



" Ya ampun syahloni sayang ku cintaku, mana ada namanya tanaman beras, yang ada tuh padi" kekeh Naura.



" Heheh... ngakak tau nggak Syah, baru kali ini gw dengar ada tanaman beras" kekeh Akilla sembari memegang perutnya yang sakit karena tertawa.




" Ya beda la, beras tuh biasanya dijual sama orang-orang setelah melalui banyak proses" masih menjelaskan dengan diiringi tawaan.



" Isss pokoknya sama" sambung Syah.



" Atur gimana baik nya aja menurut lo Syah yang penting Lo bahagia" ucap Akilla sembari mengontrol tawanya.



" Terus kenapa Lo nggak ngasih kabar sama kita?" tanya Naura



" Itu handphone gw ketinggalan makanya lupa ngabarin" sambung Syah



" Owh"



Setelah beberapa menit mereka mengoceh tentang banyak hal. akhirnya dosen masuk juga.



" Selamat sore semua, baiklah bapak akan memberitahu kan kepada kalian semua bahwa Senin depan kalian akan mengikuti pelatihan selama Tiga bulan" tutur pak Ardi



" Izin bertanya pak" suara kating lokal K5



" Silakan Nanda" mempersilakan



" Maaf sebelumnya pak, Apakah pelatihan ini wajib bagi semua mahasiswa kedokteran pak? terimakasih" tutur kating.



" Pertanyaan yang bagus, pelatihan ini wajib untuk diikuti bapak akan menjelaskan sedetail mungkin, Mahasiswa kedokteran terdiri dari delapan lokal maka karena itu kalian akan dibagi dalam beberapa kelompok setiap kelompok akan diposisikan ditempat yang berbeda-beda nanti bapak akan menshare nama masing-masing kelompok di group kedokteran bp 19" jelas pak Ardi.



" Baik pak" jawab seluruh anggota kelas.



" izin berbicara pak" suara Mia sekretaris lokal



" Iya silakan ananda"



" Maaf sebelumnya pak, saya mau bertanya tempat yang menjadi sasaran dalam pelatihan ini dimana saja pak?"



" Baiklah, sasaran kita yaitu mahasiswa kedokteran akan diposisikan di setiap provinsi yang ada Indonesia tepatnya di dunia penerbangan" ujar pak Ardi.



" Maaf sebelumnya pak, kenapa mahasiswa kedokteran tidak diterjunkan ke masyarakat saja, yang saya tahu kita akan bermanfaat jika terjun langsung pada masyarakat diluar sana" suara Syah.



" Benar ananda, semua keputusan sudah ditentukan langsung oleh dekan, kita hanya mengikuti instruksi yang telah diberikan, yang bapak tahu yang akan terjun ke masyarakat yaitu mahasiswa prodi keperawatan" jelas pak Ardi.



" Mungkin kalian akan diposisikan di bandara untuk memeriksa keadaan kru maupun penumpang" sambung pak Ardi.



" Wahhh bisa ketemu pilot-pilot ganteng dong pak" semuapun menoleh pada sumber suara, siapa lagi kalo bukan suara dari Akilla.



" Ups maap-maap pak" menutup mulutnya karena malu.



" Heheh... santai ananda bapak dulu juga pernah muda jadi bapak paham isi pikiran kalian" ucap pak Ardi geleng-geleng kepala mendengar penuturan mahasiswa nya.



" Suttttttt diam la Akilla" ucap Naura menyenggol lengan Akilla.



" Ya maap, gw keceplosan"



" Astaga punya sahabat gini amat" ujar Syah menutup mukanya karena malu.



" Apa ada lagi yang ingin bertanya" sambung pak Ardi.



" Saya pak" sembari mengangkat tangan nya.



" Jangan bertingkah Akilla" geram Naura.



***Bersambung***.....



**jangan lupa like, koment dan aktifkan tanda favorit nya reader 🤗**