Mr. Pilot My Husband

Mr. Pilot My Husband
Episode 24



Hari ini hari dimana Syah dan sahabatnya kembali kekampus, kating memberitahukan kepada anak kelasnya segera berkumpul di aula.


" Emangnya ada acara apa kating? pakai acara ngumpul segala" ujar Syah


" Katanya fakultas kita kedatangan tamu spesial mungkin para donatur kampus, saya kurang tahu juga" jelas kating.


" Maaf sebelumnya kating apakah anak kedokteran aja yang disuruh ngumpul?" tanya Naura penasaran


" Hmmm, dari info yang saya dapat anak keperawatan, kedokteran, satu lagi anak pendidikan juga disuruh berkumpul disana" jelas kating sembari membaca selembar kertas ditangannya.


" Boleh izin nggak kating?" tanya Killa


" Nggak boleh pas jam terakhir saya akan mengambil absen kelas kita bagi yang tidak ada didalam aula saya anggap absen"


Semua mahasiswa kedokteran menuju aula begitu juga Syah dan sahabatnya.


" Gue malas banget ke Aula apalagi kalo gabung sama anak keperawatan, mending kita kekantin yuk" ajak Killa


" Kita ikut aja dulu, toh gue penasaran siapa sih yang datang mengunjungi kampus kita" ujar Naura.




Tiga jurusan yang diundang telah tampak memenuhi kursi didalam aula. tidak lama setelah itu dekan mamasuki aula serta mulai memberikan alasan mengapa mahasiswa disuruh untuk berkumpul.



Hampir setengah jam dekan dan perangkat lainnya menjelaskan mengenai fasilitas kampus ini itu segala macam, yang tentu saja materi yang disampaikan terasa membosankan bagi Syah dan dua sahabatnya itu.



Syah yang merasa bosan kemudian mengeluarkan handphone nya lalu memasang handset dan menonton drama Melayu kesukaan nya tanpa menghiraukan suasana sekitar.



" Benarkan yang gue bilang mending kita kekantin aja tadi, percuma kita disini toh yang disampaikan nggak ngerti juga malah membuang buang waktu aja" kesal Akilla.



" Yang sabar orang sabar disayang Tuhan contoh Syah tu nggak banyak ngoceh, bosan tinggal main handphone aja" ujar Naura sambil melirik Syah.



Tiba-tiba tamu yang dimaksud oleh dekan masuk, mahasiswa yang ada didalam aula bertepuk tangan tidak sedikit dari mahasiswi memuji ketampanan pria yang ada dihadapannya itu.



" Astaga gais, tamu yang ditunggu oleh dekan kita ternyata kak Rendi dan teman-teman nya yang lain, mana ganteng semua lagi" ujar Kila senang sembari memegang kedua pipinya.



" Bukan kah itu temannya kak Rendi yang waktu itu ya? siapa sih namanya aduh gue lupa lagi, ganteng banget sih calon imamku" sahut Naura saking senangnya.



" Yang itu ya? kalo nggak salah namanya kak Juna bukan sih" ucap Kila mencoba mengingat.



Syah yang masih fokus menonton drama Melayu kesukaannya itu tidak menggubris perkataan Killa dan Naura.



Dekan memberitahukan bahwa 50 persen dana kampus berasal dari Juna Dkk.



" Wihhh keren banget nggak sih udahlah ganteng, kaya pula" bisik salah seorang mahasiswi yang duduk tidak jauh dari Naura.



" Lihat kedepan dong Syah" ujar Naura dan Killa sembari menarik handset ditelinga Syah.



" Apa sih gais? ada apa? ganggu aja" ujar Syah tak terima.



" Nanti aja sambung nonton nya ih, liat tuh didepan ada siapa" ujar Killa sambil memainkan alisnya.



" Tau ah, mending gue nonton lagi" sahut Syah ala kadarnya sembari meraih handset nya.



" Syahhhh" Killa merebut hp Syah agar Syah menghadap depan.



Kemudian Syah memperhatikan orang-orang yang sedang berdiri didepan itu betapa kagetnya syah melihat Juna diantara orang-orang tersebut.



" *N*gapain *sih tuh orang ada disini*?" gumam Syah




"*K**erja apa sih tuh orang sampai-sampai jadi donatur kampus*" gumam Syah dalam hati.



" Loe dengar gue kan Syah?" tanya Naura sembari mengibas-ngibaskan tangannya diwajah Syah.



" A-apa gue dengar kok" jelas Syah terbata-bata



" Loe lagi mikirin apa Syah? jangan bilang Lo terpana dengan ketampanan kak Juna, awas ya Syah kak Juna itu udah gue tandai mulai dari sekarang" celoteh Naura



" Kak Rendi punya gue ya" imbuh Killa



" *Bagaimana* *nanti Naura tahu kalo orang yang ia suka itu sudah punya orang lain tepatnya suami gue, ehh sejak kapan sih gue anggap dia suami. maksudnya pernikahan yang tidak gue inginkan, jika Naura tahu dia marah nggak ya? isshhh pusing lama-lama kek gini, dahla nggak usah gue kasih tahu aja toh hubungan gue dan Juna nggak akan berjalan lama*" gumam Syah dalam hati



" Syahhhh, ihhhh kok lo ngacangin kita sih" cemberut Kila



" Heheh, kalo kalian suka kejar aja gais gue nggak minat tu" jelas Syah



Entah apa yang dilakukan kating didepan sana, kemudian dekan memanggil nama syah Killa serta Naura untuk maju ke depan.



" Gara-gara kalian ni gais, pasti dekan memperhatikan kita yang ngoceh dari tadi" ujar Syah kesal



" Sorry-sorry " jawab Killa pastrah



Syah, Naura serta Kila melangkah menuju dekan berada, langkah mereka tak luput dari pandangan mahasiswa yang ada dalam aula tersebut.



" Maaf sebelumnya, ada apa ya pak memanggil nama kita" tanya Syah sopan.



" Tidak apa-apa, kalian duduk disana ya" menunjuk kursi yang berhadapan dengan para tamu.



Syah bersikap tenang seolah-olah dia tidak mengenal laki-laki yang ada dihadapannya itu, Juna sesekali melirik kearah Syah.



" Hayy kak, sapa Killa yang berhadapan dengan Rendi"



" Hyy juga killa, nggak nyangka ya kalo kita ketemu lagi bukan kah begitu Syah" ujar Rendi tersenyum manis pada Syah.



" Ahem..ahem... kita lagi dikampus orang jaga sikap Lo" ujar Juna pelan.



" Iya...iya.... tenang aja bro" bisik Rendi.



" Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa mereka bapak panggil kedepan, sebelum nya bapak mengucapkan terimakasih kepada Naura yang telah memperkenalkan kampus kita diluar sana, dua hari yang lalu acara fashion ternama Singapore memberitahukan bahwa mahasiswa kampus kita mengikuti acara tersebut, dan bapak sangat bangga bahwa orang tersebut tidak lain adalah Naura sadiqin dari fakultas kedokteran menjadi salah satu modeling dengan mencantumkan kampus kita tercinta dan menjadi salah satu modeling terbaik pada acara tersebut." jelas dekan pada seluruh mahasiswa dalam Aula.



mahasiswa bertepuk tangan dengan riuhnya



**Bersambung**.........



***Jangan lupa like, vote dan koment nya kak🤗😍***