Mr. Pilot My Husband

Mr. Pilot My Husband
episode 60



Setelah sampai didepan pintu yang dituju kepala staff itu pun pamit dan meninggalkan Syah sendirian.


Tok...Tok...Tok.... Syah mengetuk pintu berkali-kali namun tak kunjung ada sautan, Karena panik takut Juna kenapa-kenapa Syah langsung membuka pintu tersebut dan ternyata pintu itu memang sengaja tidak dikunci.


Ketika Syah baru melangkah kedalam kamar, ruangan itu sangat gelap, cemas dan takut rasanya bercampur aduk, dikala kegelapan itu Syah memberanikan diri untuk maju berapa langkah sampai ia tak sengaja menginjak sesuatu "Doarrrr..." dan seketika lampu pun menyala.


" Happy birthday istriku" ucap seorang laki-laki yang berdiri tepat didepannya.


Mendengar suara yang tidak asing itu, Syah mulai membuka matanya sedangkan satu tangannya mengusap dadanya.


Syah terkagum-kagum melihat isi kamar itu yang dipenuhi dengan hiasan ulang tahun beserta kelopak mawar merah yang menghiasi lantai, serta para pegawai disanapun ikut andil dalam pesta itu.


" Juna! dimana kamu tau kalo aku ulang tahun?" ucap Syah terheran-heran karena ia sendiri hampir lupa kalau hari ini hari special nya, Akilla dan Naura belum mengirimkan pesan apapun pada nya sehingga Syah benar-benar lupa akan hari special nya sendiri.


" Tahu dong sayang, apa sih yang aku gak bisa" ucap Juna dengan bangganya sembari memegang tangan Syah. " Kamu tahu gak sayang? aku bersyukur memiliki kamu, aku bersyukur sang pencipta menitipkan kamu terlahir dari sang mama yang luar biasa" sambungnya.


Entah kenapa air mata Syah mengalir begitu saja mendengar ungkapan hati Juna. " Makasih sayang, maaf kalo selama ini aku belum bisa menjadi istri yang baik bagi kamu"


Juna membawa Syah dalam pelukannya, dan mencium kening Syah. " Bagi ku kamu segalanya sayang, kamu adalah anugerah Tuhan yang terindah yang aku miliki"


" Capten! ini acara ulang tahunkan ya? kenapa mengandung bawang, heheh mending kita celebrat party" Ujar asisten Juna sembari memulihkan suasana.


Semua pandangan tertuju pada asisten itu, bagaimana tidak hanya asisten Juna lah yang berani mengatakan itu sedangkan pegawai yang lai diam saja, bukan berarti mereka takut sama Juna tetapi lebih menghormati.


Mendengar Penuturan asistennya, Juna pun tertawa semua orang disanapun ikut tertawa.


Lebih kurang satu setengah jam acara itupun selesai, sekarang tinggal lah Syah dan Juna dalam ruangan itu.


" Sayang makasih ya untuk semua nya" ucap Syah yang disambut senyuman manis oleh Juna.


" sayang pakai ini ya, aku mau kasih surprise buat kamu" sembari memakai kan penutup mata pada Syah.


" Sayang kamu dimana?"


" Bentar sayang, aku masih disini!" Juna bergegas menuju lemari dan mengambil sesuatu dari sana.


Juna memegang tangan Syah lalu berlutut. " Sekarang kamu boleh buka penutup mata itu" sambung Juna.


" Ini kado dari aku untuk istri tercintaku syahloni keyla" Syah kaget bukan kepalang, bagaimana tidak hadiah yang diberikan Juna itu bukanlah sembarangan apalagi dilihat dari desain luarnya, Juna membuka kotak perhiasan itu satu persatu.


Kotak yang pertama berisi kalung berlian harganya mungkin bisa untuk membeli satu mobil secara kontan, Kotak kedua berisi cincin, anting dan gelang, Syah terdiam dengan hadiah-hadiah itu, walaupun selama ini Syah tidak pernah membeli barang tersebut bukan berarti ia tidak mampu membelinya tetapi syah lebih memikirkan bagaimana kehidupan nya dimasa yang akan datang, walaupun begitu Syah bisa menebak harga barang yang diberikan oleh Juna.


" Apakah hadiah ini tidak terlalu berlebihan untuk ku sayang? pasti harga nya mahal bukan? lebih baik uang nya kamu simpan untuk kehidupan kita dimasa mendatang" ujar Syah.


" Dibandingkan dengan hadiah ini, kamulah yang paling berharga bagiku, jadi tidak ada kata penolakan" mencium kening Syah.


Junapun Memakai kan kalung itu dileher mulus Syah. " Makasih" ucap Syah dengan mata berkaca-kaca.


" Sama-sama sayangku" memeluk Syah.


" Kamu jahat Juna!" kata-kata itu sontak membuat Juna kaget.


" Aku? kenapa aku sayang?" mengernyitkan keningnya.


" Iya kamu jahat! Kamu tau gak kalo aku khawatir dengan keadaan mu, kenapa pakai alasan sakit segala!"


" Heheh... berarti kamu benar-benar sudah menerima ku sepenuhnya, makasih sayang" memeluk erat tubuh Syah.


Entah kenapa Juna melepaskan pelukannya, lalu menuju pintu.


" Mau kemana?" Syah tampak heran. Tiba-tiba Juna mengunci pintu itu lalu mendekat pada nya.


" Sayang aku mau kamu" bisik Juna ditelinga Syah.


Syah menelan ludah kasar, " Ya ampun suami gw ngapain bikin jantung berdetak tak karuan aja" ucap Syah dalam hati.


" Boleh kan sayang?" bisik Juna lagi.


Belum sempat Syah mengeluarkan sepatah katapun, Juna langsung mengendong Syah ala bridal style.


Juna menurunkan Syah berlahan diatas tempat tidur, lalu menindih kedua tangan Syah. " Sayang bolehkan?" ucap Juna memastikan.


Seketika tatapan Syah tertuju pada Juna mata coklat yang begitu indah.


" Bentar-bentar" cegah Syah.


" Kenapa sayang?"


" Aku punya syarat, kalo kamu bisa menghubungi kepala bandara untuk mengizinkan ku maka aku akan menuruti keinginan mu" tantang Syah, bagaimana mungkin kepala bandara mau mengizinkan anggota kowasnya, gw yakin Juna tidak akan bisa melakukan itu.


Syah tidak tahu saja kalo Juna memiliki pengaruh yang cukup besar dibandara tersebut.


" Hanya itu? easy" ucap Juna penuh semangat.


" What!! easy? segampang itu ia bilang easy? mana mungkin kepala bandara mengikuti kemauan Juna, lagian Juna bukan siapa-siapa" ucap Syah dalam hati.


Dengan wajah sumringah Juna meraih telpon nya diatas nakas kemudian menghubungi kepala bandara.


" Hallo selamat malam pak" Juna sengaja menekan speker hp nya agar Syah bisa mendengarkan pembicaraan mereka.


" Iya Capten Juna, ada apa menghubungi saya malam-malam?" ucap nya.


" Ini pak, saya mau bapak memberikan izin kepada rekan kowas yang bernama Syahloni Keyla untuk dua hari ini, karena ada keperluan mendesak pak" tutur Juna sembari tersenyum ke arah Syah.


" Baiklah Juna"


" Terimakasih pak" telpon pun berakhir.


" Nah, udah dengarkan?" ucap Juna dengan senyuman yang sulit untuk di artikan.


" Kamu milikku malam ini sayang" goda Juna.


" Etsss... tunggu-tunggu" ucap Syah.


" Kenapa lagi sayang?"


" Aku takut"


syahpun tidak bisa lagi mengelak, malam itupun mereka telah seutuhnya jadi pasangan suami istri.



jam menunjukkan pukul 05:00 dini hari.


"Pagi sayangku, makasih untuk semuanya" ucap Juna menatap wajah Syah dan sekali-kali ia mengecup bibir Syah.



Syah tersenyum lalu membalas kecupan suaminya, lalu memalingkan wajahnya.



Rasanya begitu campur aduk, rasa malu dan bahagia menjadi satu.



" Yuk mandi dulu sayang, abis itu kita sholat" ajak Juna.



Syah masih menutupi wajahnya dengan selimut yang ia kenakan.



Bersambung.....