
Jam menunjukkan pukul setengah 10 pagi, Syah terbangun karena cacing-cacing dalam perutnya mulai demo memintak makan.
Syah meraih jedai dinakas lalu menjedai rambutnya dan segera menuju kamar mandi.
" Jam segini baru bangun? itu tidur atau latihan meninggal" ledek Juna yang sedang duduk disofa dalam kamar itu.
" Sejak kapan Lo berada disini? siapa yang mengizinkan lo masuk kamar gue tanpa izin, oh ya satu lagi Terserah gue dong mau bangun jam berapa aja toh mama tidak melarangnya kok Lo yang sewot dengan hidup gue" Ujar Syah sinis sembari menatap Juna sekilas.
" Emangnya gue perlu buat janji dulu agar bisa di izinin masuk kesini? ribet banget kayak ketemu sama CEO aja" ujar Juna tersenyum tipis.
" Gue malas ribut jadi jangan pancing emosi gue lagi" ujar Syah sembari meninggalkan Juna.
Setelah Syah keluar, Juna berniat untuk menyimpan beberapa baju nya dalam lemari Syah, siapa tahu mungkin suatu hari nanti Juna membutuhkan baju tersebut.
Juna membuka pintu lemari berlahan lalu ingin menaruh bajunya di samping baju Syah, Juna berdecak kagum ketika melihat susunan baju didalam sana sangat lah rapi tersusun sesuai dengan warna.
Kemudian Juna meletakkan bajunya menyesuaikan dengan warna pakaian didalam lemari tersebut agar Syah tidak menyadarinya jika ia membuka lemari tersebut.
Ketika Juna hendak menutup lemari tersebut Juna tidak sengaja melihat kotak berwarna hitam yang ada di rak paling atas, Juna yang merasa penasaran kemudian meraih kotak tersebut dan membukanya.
Kotak itu berisi berbagai macam barang dan juga beberapa foto, tentu saja barang-barang tersebut pemberian dari Rico kekasih syah.
Ketika juna memperhatikan satu persatu foto tersebut, Juna terkejut dengan satu foto yang dipegangnya
didalam nya terdapat gambar Syah bersama sahabatnya dan siapa sangka ada gambar dirinya juga memakai seragam pilot tepat dibilang mereka berarti tiga tahun sebelumnya ia pernah bertemu dengan Syah.
Juna mengambil foto itu dan menyimpannya agar Syah tidak menyadari terdapat dirinya dalam foto tersebut.
Juna segera beranjak dari kamar kemudian menuruni anak tangga.
" Ma, Pa Juna keluar sebentar ya" pamit Juna kepada mertuanya.
" Mau kemana Jun? kan Juna baru sampai masa pergi lagi" sahut mama.
" Mau kemana lagi sih ni orang, pergi dan pulang sesuka hati d**ia kira rumah gue hotel apa" kesal Syah dalam hati.
" Ada urusan bentar ma, nanti Juna akan kembali" sembari membuka gagang pintu.
" Bentar Jun" pintah mama.
" Masa suami pergi nggak pamit sama istri dan syah harus belajar bagaimana jadi istri yang baik untuk juna, jadi istri itu harus tahu suami mau kemana dan ngapain" ujar mama.
" Kenapa harus Salim ma? toh dia mau kemana aja kan hak dia, lagian Juna itu udah gede dia bisa jaga diri sendiri ngapain Syah repot-repot mau nanya kemana mau apa seperti kurang kerjaan aja" sambung Syah sembari minum secangkir coklat dingin.
" Liat kan ma? anak mama tuh orang nya keras kepala, nggak nurut sama suami" sambung Juna sembari mendekat ke arah Syah yang lagi duduk santai di atas sofa.
Juna mengulurkan tangannya dihadapan Syah.
" Mau ngapain?" tanya Syah polos.
" Ya Allah Syah anak mama, itu tandanya Juna ingin Syah mencium tangan nya" ucap mama geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan menantunya.
" Nah tuh dengerin apa yang disampaikan mama" ledek Juna
Dengan terpaksa Syah menuruti apa yang disampaikan mamanya, Syah mencium tangan Juna.
Juna merasakan kehangatan dari sentuhan itu jantungnya mulai merasakan desiran yang ia sama sekali tidak tahu apa itu.
" Udah kan? kenapa masih disini" ujar Syah yang menyadari Juna terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
" a-apa? ya udah aku pergi ya sayang" goda Juna sembari mengacak-acak rambut Syah ia ingin melihat kekesalan syah hari ini mumpung ada mertuanya Syah tidak akan berani membalas perbuatan nya.
" Cih... sayang? gue nggak salah dengar kan? Lo bisa membohongi orang tua gue tapi gue tidak mempan dengan kata- kata seperti itu " decis Syah dalam hati sembari menatap Juna tajam.
" Nggak sekalian Syah nya di ajak Jun? kan bisa sekalian melepas rindu, kayaknya Syah juga rindu selama dua Minggu Juna pergi" ujar papa juga ikut-ikutan menggoda Syah.
" Papa!!!!" kesal Syah
" Hehehe, nanti Juna akan ngajak Keyla pa, ma" mencium tangan mertuanya kemudian pergi.
" Lo kira gue mau ikut sama Lo" Gumam Syah.
Syah memutuskan menelpon seseorang.
" Hallo ada apa Syah?" kata orang diseberang sana.
" Lo dimana? keluar yok, nanti gue ajak Naura sama Killa" sambung Syah.
" Ayok, gue juga bosan nih dibengkel Mulu" ucap orang itu yang tidak lain adalah Riki.
Semenjak pulang dari makam Rico waktu itu, Riki dan Syah sudah menjadi dekat layaknya seperti Syah dan sahabatnya itu. sesekali Riki juga menelpon Syah hanya untuk bercerita hal sepele. walaupun awalnya Riki sangat menyukai Syah tetapi ia mundur karena hati Syah hanya untuk Rico.
Riki tidak memaksa Syah menyukai nya, bagi Riki ketika Syah mau menjadi sahabat nya itu jauh dari cukup.
" Kita ketemu di taman hijau kota aja, oiya Lo perginya pakai motor gue ya, gue pengen banget Makai tu motor walau hanya sebentar" sambung syah
" Baik buk boss" ucap Riki.
Tut..... panggilan di akhiri.
Setelah itu Syah juga menelpon sahabatnya, dan tentunya sahabatnya itu juga menyetujui nya karena mereka juga merasa suntuk seharian di rumah tanpa melakukan aktivitas lainnya.
Bahkan seorang akila saja mengeluh saking bosannya rebahan dengan gaya apa lagi karena semua gaya rebahan sudah ia lalui namun tetap membosankan.
" Apa perlu gue bawa gitar?" kata Akilla.
" Ide yang bagus, itung-itung cari hiburan" sahut Syah.
" Gue bawa Snack sama cemilan lainnya anggap saja kita piknik dalam hitungan jam" kekeh Naura.
" Gue setuju, oiya nanti yang akan main kan gitar kan Syah, terus bekas Snack jangan di buang ya gais" ucap Akilla
" Emangnya buat apa?" ujar Syah dan naura bersamaan.
" Kan bisa dipakai buat ngamen itung-itung kalian cari uang tambahan. hehehhe" kekeh Akilla
" Heheh, kampret Lo Killa" kata Naura sembari tertawa.
" Heheh, sekalian aja lo nyuruh kita ngemis" sambung Syah.
" Jangan ngemis deh, wajah kalian nggak mendukung untuk itu" kekeh Akilla.
" Serah deh, pokonya jangan lupa nanti sore udah pada nyampe di taman hijau" sambung Syah.
" Asyiappp" ucap Naura dan Akilla.
Bersambung....