
Syah berdiri hendak meninggalkan ruangan yang panas itu bahkan AC yang berada dalam ruangan itu tidak bisa menjalankan fungsinya.
" Saya belum memerintahkan siapapun untuk meninggalkan ruangan ini!" Seketika Syah kembali duduk
Syah duduk dengan wajah yang ditekuk.Terjadi keheningan yang cukup lama dalam ruangan itu tanpa ada sepatah katapun.
Dosen pembimbing berdiri kemudian berjalan mendekati Syah, Syah tidak berani menatap sang dosen yang sedang berdiri dihadapannya itu. pastrah ya begitulah yang ada dibenak syahloni saat ini, Syah siap menerima apapun yang akan dilontarkan oleh dosen pembimbing nya itu.
" HAPPY BIRTHDAY Syahloni Keyla" ucap sang dosen sembari tersenyum.
" Selamat menua, mahasiswa kesayangan, semoga apa yang Syah ingin kan dan apa yang Syah cita-cita kan terkabulkan" sambung sang dosen sembari memeluk tubuh Syah.
" Hiks...hiks..." tangis syah semakin pecah dikala pelukan sang dosen.
Semua yang ada dalam ruangan itu bersorak-sorak, karena misi mereka berhasil, mereka sengaja mengerjai Syah dan memintak tolong sang dosen untuk ikut serta dalam rencana mereka.
" Syah kena prank" tawa teman lainnya.
" Maaf ya sayang, maaf ibuk membentak Syah, ibu sebenarnya tidak tega melakukan itu, tapi ini semua sudah termasuk dalam scribt, hehehhe" canda sang dosen pembimbing sembari menyeka air mata Syah.
" Berarti Syah gak kena scor kan Bu?" Tanya Syah ditengah isakan.
Sontak orang-orang yang berada dalam ruangan itupun terkekeh sejadi-jadinya.
" Heheh....tidak sayang, ini semua hanya lakonan, ibu bikin Syah sedih ya ulu ulu" goda sang dosen sembari kembali memeluk mahasiswi nya itu.
" Happy birthday sahabat baikku yang cengeng" ucap Naura sembari membawa cake ditangannya.
" Lo tega banget si Nau, bikin gw cemas" dengan wajah kesal.
" Hehehe... Udah-udah jangan nangis lagi Syah, kita semua minta maaf, sekali lagi happy birthday sahabatku"
Ketika Syah hendak meniup lilin itu tiba-tiba Naura menghalangi.
" Jangan ditiup Syah" ucap Naura sontak mereka pun tampak heran.
" Kenapa?" Tanya Syah
" Ya jangan ditiup, nanti Akilla gak bisa kembali ke wujud aslinya" kekeh Naura.
" Yeaiii enak aja Lo, Lo kira gw lagi ngepet apa!" Akilla menyenggol tangan sahabatnya itu karena tak terima dengan apa yang diucapkan sahabatnya itu sontak merekapun tertawa.
" Becanda Akilla sayang" mereka bertiga pun meniup lilin bersamaan.
" Syah, gw mintak maaf masalah yang kemaren" ucap Mia menghampiri.
" Masalah? Masalah apa Syah?" Tanya Akilla dan Naura bersamaan.
" Gak apa-apa Mia, gw paham kok. Yaudah lah lupain aja, seharusnya gw yang bilang makasih sama Lo, karena Lo sudah banyak bantuin gw apalagi pas gw sakit waktu itu" ucap Syah
" Sekali lagi gw mintak maaf Syah" sembari mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Syah.
" Sekali lagi happy birthday wish you all the best deh pokoknya" sambung Mia sembari tersenyum.
" Thank" ucap Syah.
" Masalah apa yang dimaksud Mia Syah?" Tanya Akilla tambah penasaran.
" Oww gitu" ucap Akilla dan Naura bersamaan.
" Oiya Syah, hari ini kita jalan-jalan yok, udah lama juga kan kita gak kemana-mana, gw kangen jalan-jalan bareng sama sahabat gw" ajak Naura.
Merekapun menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan sembari mengunjungi resto mereka.
____
Sebulan telah berlalu, Hari-hari yang dijalani Syah dan Juna berjalan seperti pasangan seperti umumnya, semakin hari cinta Juna pada Syah semakin bertambah begitupun sebaliknya. resepsi pernikahan mewah bak cerita Disney telah dipersiapkan disebuah hotel yang mewah.
Kalangan pebisnis dan rekan-rekan kerja Juna juga diundang untuk menghadiri pesta itu. Syah juga mengundang teman-temannya, tak terkecuali sahabat baiknya itu walapun awalnya mereka syok dan tak menyangka Syah akan menikah dengan seorang pria tampan yang sangat disukai oleh kaum hawa khusus nya mahasiswi kampus mereka.
Ditambah lagi Juna itu seorang donatur terbesar kampus mereka, ada yang mendukung dan sebagian juga ada yang perspikulasi yang tidak-tidak mengenai hubungan Syah dan Juna.
Flashback on.
Di taman kampus.
Syah menceritakan semuanya pada sahabat nya, bahwa Syah sudah menikah dari lima bulan yang lalu awalnya pernikahan itu tidak berdasarkan dengan cinta tapi, lama-kelamaan rasa itu tumbuh dengan sendirinya. Syah menjelaskan semuanya dari awal tanpa ada yang ketinggalan sedikit pun.
" Jujur gw kecewa Syah, kenapa Lo gak pernah bilang selama ini kalo perjodohan itu benar-benar terjadi, bahkan langsung kejenjang yang serius, di satu sisi gw sebagai sahabat Lo bahagia kalo Lo bahagia Syah" ucap Akilla sembari memegang tangan Syah.
" Nau? Lo kenapa diem? Lo marah sama gw?" Syah menyadari kalo sahabatnya itu tak mengatakan sepatah katapun.
" Lo gak bilang kalo orang yang dijodohkan itu adalah kak Juna Syah, Lo tau sendirikan kalo gw dari awal menyukai dia, jujur gw sangat kecewa"
" Maafin gw Nau, inilah alasannya kenapa gw gak bilang dari awal kalo orang yang Lo sukai itu suami yang dipilihkan oleh oleh nyokap bokap gw, gw takut hubungan kita jadi renggang, so hari ini Lo kesal sama gw, gw tau gw salah" ucap Syah rasa bersalah.
" Bilang sama gw apa yang harus gw lakuin agar Lo bisa maafin gw Naura? Gw gak bisa Lo diemin kek gini, ini sudah seminggu lebih Lo diemin gw Naura"
Ya seminggu telah berlalu, segala cara telah dilakukan oleh Syah agar sahabatnya itu tidak mendiami nya lagi, bahkan seorang Akilla saja dibuat pusing oleh kedua tingkah sahabatnya itu, Akilla berada diposisi yang serba salah, seminggu itu juga mereka berangkat kekampus, bahkan kekantinpun mereka lebih memilih duduk terpisah.
Akilla pernah membujuk Naura agar bersifat biasa saja pada Syah, namun tak digubris sedikit pun oleh Naura. Dan pada akhirnya Naura membuang egonya jauh-jauh ketika melihat sahabatnya itu didorong oleh Yolanda sampai Syah jatuh kelantai.
" Yolanda!!!! Apa yang Lo lakuin hah!!!" Bentak Naura
" Lo gak usah ikut campur sama urusan gw! Kalian bukan sahabat lagi kan! Jadi Lo gak usah sok keras gitu sama gw!" Bentak Yolanda tak mau kalah.
" Siapa bilang kita gak sahabatan lagi, asal Lo tau gak ada seorangpun yang bisa merusak hubungan gw, Akilla dan Syah, paham!!!!!"
" Whatever, Lo kira gw percaya!!!!"
Plak.....
Reflek Naura menampar pipi Yolanda dengan keras.
" Jangan bikin kesabaran gw habis! Gw sudah bilang sebelumnya Lo jangan ikut campur dengan masalah persahabatan gw, dan gw sudah memperingatkan Lo jangan usik sahabat-sahabat gw'
"KAU!!!!!!" Menunjuk Naura
" Apa!!!!! Lo kira gw bakalan takut! Bahkan gw gak takut kalo Lo ngadu sama kakek Lo itu!" Bentak Naura.
Bersambung...