
Keesokan harinya seperti biasa rekan Syah, heboh dengan tetangga yang mereka kagumi itu, gimana tidak selama lebih kurang dua Minggu mereka tidak melihat tetangga ganteng itu.
" Wih tetangga kita udah pulang gais, kira-kira selama dua Minggu ini dia kemana ya?" gumam Rani, Mia serta teman satunya lagi sembari mengintip dari pagar pembatas penginapan mereka.
" Assalamualaikum" ucap Juna yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka dimana mereka mengintip.
" Astaga copot!!" ucap Rani terkejud dengan kemunculan Juna Secara Tiba-tiba dihadapan nya.
" Lagi ngapain?" tanya Juna sembari tersenyum ke arah mereka.
"I-Itu kak, anu nggak lagi ngapa-ngapain kok kak hihihi..." ucap Mia salah tingkah
" Owh... kirain lagi ngapain" ujar Juna.
" oiya kalian mahasiswa dari kampus x yang sedang melakukan penelitian dibandara bukan?" tanya Juna padahal sebelumnya ia sudah tahu itu.
" I-iya kak, kami mahasiswa yang sedang melakukan penelitian heheh" ucap Rani gugup.
" Bukannya utusan dari kampus itu empat orang cewek dan empat orang cowok? kenapa kalian hanya bertiga?" tanya Juna yang celingak-celinguk mencari keberadaan istri tercintanya.
" Oitu kak, rekan kita yang satu lagi sedang tidak enak badan kak, dia sedang istirahat didalam kak" balas Mia sembari tersenyum.
" ha! sejak kapan rekan kalian demam? apa sudah dibawah berobat?" terlihat dengan jelas rasa khawatir dari wajah Juna terhadap istri kecilnya itu.
" Apa boleh saya menjenguk nya?" sambung Juna.
Mereka saling Memandang satu sama lain.
" Tentu kak, boleh" balas Mia.
" Syah!! ada yang mau jenguk Lo nih! kita boleh masuk kan?" ucap Mia sembari mengetuk pintu kamar nya.
" Masuk aja Mia, pintunya gak gw kunci!" ucap Syah dari dalam.
" *Astaga kenapa harus bapak singa sih yang jenguk gw, padahal lagi berantakan belum mandi juga*" gumam Syah dalam hati sembari mencium baju nya sendiri.
" Lo kenapa Syah?" tanya Mia, ia tampak heran kenapa Syah tiba-tiba melamun.
" A-apa! gw nggak apa-apa kok, ini siapa?" tanya Syah pura-pura tidak mengenal Juna.
" *Astaga ni anak banyak tingkah nya, sabar Juna sabar... bagaimanapun dia tetap istri Lo, tarik nafas dan tersenyum*" gumam Juna dalam hati.
" Hello! kenalin saya arjuna panggilan Juna tetangga kamu" ucap Juna sembari tersenyum manis.
" *Wahh bagus juga aktingnya,hufff*" menarik nafas panjang.
" Maaf sebelumnya apa boleh saya memeriksa rekan kalian?" ucap Juna sopan.
" Boleh kak silakan " ucap Rani.
" Beri saya waktu 10 menit boleh? saya janji nggak akan macam-macam sama rekan kalian" ujar Juna.
Mia, Rani serta teman satunya lagi saling senggol.
" Kalian ngerti kan maksud nya?" bisik Rani.
" Iya gw ngerti, tapi kenapa kita harus pergi coba? kan bisa meriksanya dihadapan kita gw nggak takut kalo dia ngapa-ngapain Syah" bisik Mia.
" Lo takut Syah kenapa-kenapa? atau Lo cemburu?" goda Rani.
" Iss... apaan sih Ran nyebelin" beranjak keluar kamar.
" Yaudah kak, aku percaya sama kakak, tapi ingat cuma 10 menit nggak kurang dan nggak boleh lebih" ucap teman Syah yang satunya lagi.
" Oke" ucap Juna sembari tersenyum.
Setelah Mia, Rani, telah keluar sekarang tinggal lah Juna dan Syah dalam kamar itu.
" Ekting kamu bagus ya sayang, segitu nggak maunya kamu ngakui aku sebagai suami didepan teman-teman mu" ucap Juna tersenyum tipis.
" Kan dulu kamu juga yang bilang kalo pernikahan kita tidak boleh ada orang yang tahu" ucap Syah singkat sembari memalingkan wajahnya.
" Key! aku lagi ngomong sama kamu kenapa nggak pandang aku"
" Ya terserah aku la, lagian kamu pergi selama dua Minggu juga nggak kasih tahu sama aku, kamu mau kemana? sama siapa"
" jadi kamu marah nih ceritanya" menggoda Syah.
" Enggak! ngapain juga aku marah"
" Kalo nggak marah coba pandang kesini" sembari memegang dagu Syah.
" Juna kamu ngapain sih! nanti teman-teman aku liat" menepis tangan Juna.
" Iss... kepedean tau nggak! gih Sono! sok soan mau meriksa aku emangnya kamu dokter?" ucap Syah.
" Lah.. kamu nggak tau ya kalo selama ini aku dokter?" canda Juna
" Hmm... dokter apaan kek gini, dahla pergi sana" usir Syah.
" Aku ini dokter cinta sayang" bisik Juna ditelinga Syah.
" Isss... Juna!!!!!!! aku kesal nih, mending kamu keluar aja aku mau istirahat"
" Yaudah istirahat aja sayang, aku tungguin disini" kekeh Juna.
" Juna!!!!!"
"Sutt!" meletakkan jari telunjuk nya dibibir Syah.
" Kamu kenapa sayang? aku hanya ingin melihat keadaan mu kenapa harus marah-marah, kamu tau nggak selama dua Minggu ini aku ngurusin usaha papa yang lagi bermasalah makanya aku pergi, maaf ya sayang" mengelus rambut Syah.
" Nggak nanya" ucap Syah dengan egonya.
Juna mendekat kan wajahnya pada Syah " kamu tau selama dua Minggu itu juga aku selalu ingat kamu, yang aku butuhkan hanya kamu sayang"
"Ta-tapi\_\_" belum sempat Syah meneruskan ocehannya.
" Cup..."Juna langsung mencium bibir Syah sekilas.
" Aku sayang kamu Syahloni Keyla, jangan gini lagi aku rindu kamu bagaimana caranya agar kamu melihat ketulusan ku key"
Syah diam menanggapi ucapan Juna.
" Yaudah kalo kamu tidak mau aku disini aku pergi dulu" pamit Juna hendak meninggalkan kamar.
" Jun" ucap Syah pelan karena suaranya merasa berat.
Tiba-tiba Syah memeluknya dari belakang.
" Jangan tinggalin aku lagi" itulah kata-kata yang Syah lontarkan sembari memeluk erat tubuh Juna.
" Makasih sudah bertahan dengan sikap ku, Aku juga sayang kamu Juna mungkin aku terlambat menyadari nya tapi ketahuilah jika dengan mu aku merasakan ada yang berbeda dalam diriku" sambung Syah lagi.
" Benarkah? kamu serius sayang" membalikkan badannya kearah Syah lalu memeluk kembali istrinya itu.
" Makasih sayang aku benar-benar tidak menyangka hari yang sudah lama aku tunggu-tunggu jadi kenyataan" memeluk Syah dengan erat serta mencium kening Syah.
" Jun aku lelah" kata-kata itu keluar dari mulut Syah sebelum ia benar-benar hilang kesadaran dan semuanya terasa gelap.
" Sayang! sayang!" panggil Juna karena merasa tubuh istrinya itu tidak lagi bisa menopang badannya sendiri.
" Ya Allah, Keyla bangun sayang kamu kenapa sayang" menggendong tubuh Syah lalu membawa Syah keluar.
Cekleg.... semua mata tertuju pada Syah dan juga Juna.
" Syah kenapa kak?"
" Syah!!!"
" Keyla pingsan, biar saya yang membawanya kerumah sakit"
Teman-teman Syah mengekor dari belakang, serta membukakan pintu mobil Juna.
" Kak aku ikut ya" ucap Mia, Rani dan teman satunya lagi.
" Masuk" ajak Juna.
mereka pun menuju rumah sakit terdekat.
**Bersambung**.....