
sesampainya di resto mereka disambut oleh Winda yang kebetulan hari ini Winda full time berada di resto karena hari ini customer lumayan banyak sehingga Winda membantu pegawai lainnya untuk melayani mereka secara langsung.
"hyy gais,,, apa kabar?" sapa Winda ramah kepada Syah dan sahabatnya.
"Alhamdulillah kita baik win, Lo apa kabar? gimana perkembangan resto Minggu ini?" tanya Syah sembari tersenyum.
"gue juga baik gais, sebulan belakangan ini resto rame banget gais, apa kalian lapar? bentar ya gue masak dulu untuk tamu spesial hari ini" jawab Winda sembari mulai melangkah tetapi ditahan oleh Killa
"Lo nggak usah repot-repot win, kita tahu Lo bekerja agak keras bulan ini Lo istirahat la dulu biar Syah yang siapin makanan buat kita berdua, bukan begitu Syah?" ujar Killa
"iya win, toh tadi gue juga janji bakalan masakin sesuatu untuk Killa dan Naura" jawab Syah lalu menyuruh Winda untuk istirahat di ruangan khusus dalam resto ini, Winda mengikuti apa yang dikatakan teman-teman nya itu.
"tunggu apa lagi Syah? tuan putrimu ini sangat lapar" ujar Killa sembari memegang perutnya.
"hehehhe, tuan putri apaan modelan kayak lu" canda Naura.
"baiklah tuan putri, izinkan hamba untuk memasak sebentar" ujar Syah sembari membungkuk kan badan nya ala-ala menuruti perintah tuan putri sungguhan.
Naura menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.
ketika Syah menuju dapur, Killa memanggil nya lagi.
"jangan lupa bikinin tuan putri mu ini jus buah naga, makan nya nasi goreng aja, stik kentang juga enak deh kayaknya, oiya satu lagi nugget goreng juga ya" ujar Kila
"yaelah,,,, gue biarin malah melunjak ni anak, baiklah tuan putri" ucap Syah mencubit Killa kemudian bergegas menuju dapur.
Killa terkekeh melihat ekspresi kesal syah. ia merasa puas mengerjai sahabatnya itu.
"hyy mbak, mbak kok masak? biar aku aja mbak" ujar salah satu pegawai yang merasa segan dengan atasannya.
"ehhh nggak papa kok mbak, Syah lagi pengen masak aja oiya panggil aja Syah toh umur mbak jauh diatas saya" ucap Syah sembari tersenyum.
"baiklah mbak ehh maaf baiklah Syah" ujar pegawai itu sungkan karena belum terbiasa.
"apa ada yang perlu saya bantu Syah?" tanya nya lagi.
"tidak ada mbak, mbak bantu pegawai yang lain ya" kata Syah ramah.
"baiklah Syah" jawab pegawai itu meninggalkan Syah.
selesai memasak, Syah membawa makanan itu kehadapan sahabatnya. merekapun nampak menikmati makanan yang dibuat Syah.
sementara dimeja lain terdengar lah suara marah-marah Syah dan sahabatnya tidak terima ketika melihat salah satu pegawai mereka dibentak oleh orang tersebut, kemudian mereka mendekati pusat suara.
"maafkan saya mbak, saya betul-betul tidak sengaja" ujar pegawai sembari mencoba membersihkan baju cewek itu dengan tisu tetapi ditepisnya.
"ada apa ini?" betapa kagetnya Syah ternyata cewek yang memarahi pegawai nya itu ialah Yolanda, bahkan Rendi dan suaminya juga ada disini.
"it-itu mbak, saya tersandung dan tidak sengaja menjatuhkan jus dipakaian mbak ini" jawab pegawai rasa bersalah.
"tidak sengaja Lo bilang! baju gue ini mahal bahkan gaji sebulan Lo kerja disini tidak akan sanggup membelinya" bentak Yolanda.
"mbak kebelakang dulu ya, nggak usah nangis ini hanya masalah kecil biar kita yang urus" kata Naura yang kasihan melihat pegawai itu
"heeii!!! tunggu dulu!! panggil atasan kalian sekarang juga" teriak Yolanda
suara berisik itu sontak membuat Winda kaget kemudian mencari asal suara.
"maaf,,,, ada apa ya mbak?" tanya Winda sopan.
"apakah kamu manager resto ini?" tanya Yolanda masih dengan nada tinggi.
"iya saya manager resto ini" jawab Winda
"pegawai Lo itu tidak becus bekerja, Lo liat baju gue ini! baju gue rusak dan kalian harus ganti rugi" ujar Yolanda.
Syah kesal melihat tingkah Yolanda lalu berkata
"berapa harga baju Lo itu? biar gue yang ganti" ujar Syah.
"Lo nggak usah ikut campur, ini urusan gue sama pegawai resto ini" kesal Yolanda.
"sudahlah Yolanda, lagian kamu bisa beli baju baru" ucap Juna
"nggak bisa gitu dong kak, mereka harus tanggung jawab dengan ulah pegawai nya itu" kata Yolanda.
"idihhhhh.... kalo punya cewek tuh diajarin sopan santun napa, masak ceweknya ngamuk-ngamuk didepan umum, emangnya nggak malu apa" gumam Syah pelan tetapi bisa didengar jelas oleh Juna.
seketika itu Juna melotot kearah Syah.
"apa Lo! berani Lo sama gue, gue congkel juga tuh mata" gumam Syah dalam hati sembari menantang pandangan juna
Rendi yang melihat pandangan Syah kemudian mencoba membujuk Yolanda dan yang lainnya agar tidak usah membesarkan masalah.
"Yolanda, udahlah lagian bisa beli baju baru lagi" ujar Rendi sembari memegang pundak Yolanda agar tenang.
"ta-pi kak" ujar Yolanda
"yaelah baju jelek gitu aja berapa sih harganya" ujar Killa
"apa Lo bilang? baju gue jelel! asal Lo tahu baju gue itu limited edition nggak bisa dibeli sembarang tempat" ujar Yolanda.
"idihhhhh,,, waktu kita kepasar malam banyak tuh orang yang jual baju itu sama persis Malah,, hehehehe" ledek Naura.
tanpa sengaja Winda juga ikut tertawa mendengar perkataan naura. Yolanda yang merasa sangat kesal ingin menampar Winda dengan sigap Syah memegang tangan Yolanda.
"lepasin tangan gue" ujar Yolanda
"jangan mentang-mentang Lo kaya, Lo bisa melakukan seenaknya pada orang lain kenapa Lo ingin menampar dia, bukankah yang bilang itu Naura kalo Lo berani tampar Naura bukan dia" sembari menunjuk Winda.
Syah tahu Yolanda tidak akan berani menampar Naura karena dari segi materi Yolanda nan Naura seimbang.
makanya Yolanda berani dengan orang yang dibawahnya.
Juna merasa kagum dengan sifat Syah, "ternyata bocah itu pikirannya dewasa juga" sembari tersenyum
"emangnya Lo yang punya tempat ini! sampai segitunya bela-belain pegawai yang ada disini!!" bentak Yolanda setelah tangannya dilepaskan.
"Lo mau tahu siapa gue? asal Lo tahu pegawai yang Lo bentak itu pegawai gue dan resto ini milik gue dan sahabat gue mending Lo pergi dari sini atau gue akan laporin lo kepolisi karena telah membuat keributan disini" ancam Syah.
"dan satu lagi, tolong ya kak Juna yang terhormat bawa pacar anda keluar dari resto ini" kata Syah
"wah..wah..wah.. bocah ini nantang gue kayaknya, gue kunciin juga Lo biar nggak bisa masuk rumah" gumam Juna dalam hati.
Yolanda yang merasa sangat marah pergi begitu saja. Rendi dan Juna kembali duduk karena makanan yang mereka pesan tadi belum sempat mereka makan.
Bersambung......