
" kenapa nggak kejar yolanda kak?" tanya Naura padahal sebenarnya ia sedang cemburu.
bukannya menjawab Juna malah mengernyitkan dahinya.
" dari pada bahas itu lagi mending kalian gabung aja disini makin rame kan makin bagus, kita bisa makan sembari bercerita " ujar Rendi mencari kesempatan agar bisa dekat dengan Syah.
" Bisa aja Lo bro, padahal modus tuh mencari kesempatan dalam kesempitan agar bisa dekat dengan Keyla" gumam Juna dalam hati
" Beneran boleh gabung kak?" tanya Akilla yang kegirangan.
" ya boleh dong, Lo nggak keberatan kan bro" tanya Rendi
" Hmmm" jawab Juna singkat
"Btw, kalian bertiga seriusan pernah kepasar malam?" tanya Rendi mengingat apa yang dikatakan oleh Akilla tadi
"heheh.... nggak pernah kak itu cuman taktik Killa saja, tapi kalo beneran kayak nya seru deh" jawab Syah.
"kalo kalian pengen pergi nanti kakak temenin, kapanpun kalian mau" sambung Rendi
"hmmm,, kak Juna kok diam aja?" tanya Naura yang memperhatikannya
" lagi galau kali kan kekasih hatinya pergi begitu aja, nggak romantis amat padahal kalo difilm yang gue tonton kalo cewek pergi seperti tadi pasti cowok itu mengejarnya,,, heheh" ledek Syah.
" dasar bocah, liat aja pembalasan gue pas nyampe rumah" gumam Juna dalam hati sembari menatap Syah tajam
"Syah cuman becanda bro, nggak usah dibawa serius bukankah begitu Syah?" kata Rendi
mendengar apa yang disampaikan Rendi, Syah tersenyum menandakan kalo perkataan nya tadi hanya becanda padahal dalam hati Syah sangat senang melihat Juna yang sedang kesal.
" boleh nggak Syah mintak kontak kak rendi?" kata Syah
"dasar genit" gumam Juna pelan tetapi masih bisa didengar jelas oleh Syah.
"maksudnya kak?" tanya Killa yang mendengar samar ucapan Juna
"ehh enggak apa-apa kok, ini kakak lagi liat sosmed ada cerita seorang cewek yang telah menikah mendekati cowok lain padahal suaminya ganteng, dan baik hati tapi begitulah dasar cewek" kata Juna.
"hehhee kirain apa, ada-ada aja si kakak" sahut Naura
"dia lagi nyindir gue nggak sih? tapi buat apa juga dia bilang seperti itu? apa dia cemburu, issss mana mungkin bapak singa cemburu mungkin dia cuman mancing emosi gue aja, ee pikiran Lo kenapa Syah? apakah Lo mulai menyukai orang itu padahal gara-gara dia Lo terikat dalam pernikahan yang sama sekali tidak pernah Lo bayangkan selama ini" gumam Syah yang bertengkar dengan pikirannya sendiri.
" handphone Syah mana? ini nomor kakak" ujar Rendi senang ini pertanda yang sangat bagus agar ia bisa selangkah lebih dekat Syah
"ini kak" ujar Syah sembari memberikan handphone Akilla sebenarnya Akilla yang memintaknya sebagai janji yang telah Naura dan Syah setujui sebelum berangkat ke Singapore.
Flashback on.....
setelah Yolanda meninggalkan resto, Syah menyuruh Winda kembali istirahat, Akilla yang melihat Syah pergi bersama Winda ia juga mengikuti temannya itu.
"nggak usah dipikirkan, Yolanda orang nya emang gitu kalo nggak bikin orang lain murka bukan Yolanda namanya" ujar Syah pada Winda setelah mereka sampai dalam ruangannya.
"tapi Syah......" ujar Winda langsung dipotong oleh Killa
" udahlah Win Lo nggak usah takut, kita ada disini Yolanda itu memang biang segala masalah membesar-besarkan hal kecil sudah mendarah daging pada dirinya" ujar akilla
"makasih gais" sembari memeluk Syah dan Akilla
" kebetulan sekali kak Rendi ada disini Syah, Lo masih ingatkan waktu itu Lo janji akan ngabulin 2 permintaan gue?" ujar Akilla ketika berjalan keluar dari ruangan Winda
"iya inget, Lo mau mintak apa?" tanya Syah
"gue mau Lo mintak kontak kak Rendi buat gue"
"ya ampun Killa, nggak ada permintaan lain gitu? masa iya gue yang mintak" kata Syah
" ayoklah Syah pleseeeee...." ujar Kila memohon seperti anak kecil yang meminta sesuatu pada ibunya
"hmmm... iya deh iya" ujar Syah
"makasih sahabat ku yang paling cantik" kata Akilla sambil memeluk Syah.
flashback off..
sesampainya Syah dirumah, mobil Juna telah terparkir disana yang menandakan Juna telah sampai dirumah lebih awal dari syah, Syah membuka pintu berlahan-lahan berharap Juna sudah tidur.
ketika Syah membuka pintu kamarnya tiba-tiba lampu mati mendadak, seketika itu Syah sangat panik dia merogoh tasnya berharap menemukan handphone tetapi sialnya handphone Syah ketinggalan didalam mobil.
Syah berusaha menenangkan dirinya sendiri sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar Juna.
"juna!!!!! tolong buka pintu nya, gue takut" kata Syah tetapi Juna masih belum membukakan pintu tersebut.
beberapa kali Syah mencoba mengetuk pintu tetap saja Juna tidak membukanya.
"ju-na gue mohon buka pintunya, hikk hikkkk" Syah terduduk sembari merangkul kedua lututnya didepan pintu kamar juna, keringat dingin mulai dirasakan Syah.
Juna dengam sengaja mematikan saklar lampu tidak mengetahui dampak besar yang akan terjadi, Syah phobia dengan kegelapan.
setelah suara Syah tidak terdengar lagi, Juna berpikir Syah telah pergi dari sana kemudian Juna membuka pintu secara berlahan betapa kagetnya Juna melihat orang yang dikerjainya itu tergeletak dilantai.
Juna segera mengangkat badan Syah dan membawa syah masuk kedalam kamarnya dan meletakkan Syah diatas tempat tidur.
" Keyla bangun.... maafin gue" ucap Juna panik menepuk-nepuk pipi Syah pelan.
"keyyyy bangunnnn jangan pikin gue tambah rasa bersalah begini, gue tau gue memang salah maafin gue" sambil menggenggam erat tangan Syah.
Juna yang masih dihantui rasa bersalah mencoba menyalakan beberapa lilin dan menghidupkan flash hp dan mengarahkan sinar tersebut kepada Syah.
berlahan Syah mulai sadar dan membuka matanya, tanpa aba-aba Syah langsung memeluk juna.
"gue takut,,,, hik hikkkk" tangis Syah sembari memeluk juna.
Juna terkejut ketika Syah memeluk nya secara tiba-tiba ia tidak menolak pelukan tersebut karena memang ini ulahnya.
"tenanglah Keyla,, jangan menangis lagi gue ada disini" mengelus kepala Syah mencoba menenangkan nya.
"*maafin gue Keyla, akibat perbuatan gue Lo ketakutan seperti ini*" ucap Juna rasa bersalah
***Bersambung***.......
jangan lupa like dan koment nya kak, agar author semangat up nya 🤗