
" Turun!"
" Turun? emang nya sudah sampai?" ucap Syah tampak heran tanpa memperhatikan sekeliling nya.
" Ya ampun keyla, liat noh kampus kamu dihadapan mata" mengarahkan dagu Syah menghadap depan.
" Oiya ya, heheh" cengengesan sembari membuka pintu mobil.
" Makasih suami pilihan mama" tersenyum lalu menutup pintu.
Juna tersenyum mendengar ucapan yang dituturkan oleh Syah, lalu memundurkan mobilnya hendak meninggalkan kampus.
" Tok.... tok..." suara ketukan seseorang dari kaca mobil.
Juna menurunkan kaca nya dan memperhatikan wanita yang ada dihadapannya itu.
" Ada yang ketinggalan key?"
" Hmmm... itu___"
" Itu apa?" memperhatikan Syah sedikit heran.
" Hmmm.. mau Salim" ucap Syah malu-malu.
Juna tersenyum lalu mengulurkan tangannya yang kemudian disambut oleh Syah.
" Udah" tersenyum memperlihatkan rentetan giginya.
" Itu doang?"
" Lalu?" tanya Syah heran.
" Mendekatlah"
Ketika Syah mendekatkan wajahnya. tanpa aba-aba Juna mencium kening Syah, seketika itu Syah kaget disertai rona diwajahnya.
Syah membalikkan badan sembari memegang kening nya.
" Key!" panggil Juna.
" Hmmm... aku duluan ya" sembari melangkah pergi.
" Keyla! nggak sopan menjawab pertanyaan tanpa menoleh ke lawan bicara apalagi yang berbicara itu suami sendiri" goda Juna.
" Bodok, aku udah telat"
Melihat Syah berlari menuju gedung kedokteran, kemudian Juna menancap gas menjauh dari kampus tersebut.
Juna sengaja mengantarkan Syah hanya sampai gerbang kampus karena itu permintaan dari Syah sendiri. Setidaknya hubungan antara keduanya sekarang jauh lebih baik dari bulan yang lalu, sepertinya Syah mulai menerima takdir dan sudah mulai menerima kehadiran Juna di hidup nya walaupun kadang Juna sulit untuk menilai sifat Syah, kadang-kadang prilaku Syah seperti memberikan peluang pada Juna dengan sepenuh hatinya kadang juga perilaku nya berubah secara tiba-tiba.
" Sedikit demi sedikit aku yakin kamu akan menerima ku sepenuhnya key aku yakin itu" gumam Juna dalam hati sembari menatap foto yang ada dilayar ponsel.
Didalam kelas FK5
" Bagaimana rekan semuanya apa sudah melihat nama-nama kelompok yang sudah saya kirimkan digrup Bp 19?" tanya pak Ardi pada seluruh penghuni lokal FK5
" Sudah pak" jawab mereka serentak.
" Bapak harap kalian tidak ada yang komplent dengan pembagian nama-nama tersebut, karena itu keputusan dari dekan agar kalian juga bisa menjalin silaturahmi dengan mahasiswa dari lokal lainnya" jelas pak Ardi.
" Baik pak" jawab teman-teman sekelas nya.
" Yaelah si bapak, padahal gw mau protes kenapa nama kita diletakkan dengan kelompok yang berbeda" bisik Akilla pada kedua sahabatnya itu.
" Sama Killa, gw juga mau protes sebenarnya tapi ya sudahlah" ucap Naura pastrah.
" Yaudah la gais, yang penting kita harus fokus terhadap kowas yang akan kita hadapi selama tiga bulan kedepan, gw nggak sabar mau cepat-cepat dapat gelar sebagai dokter muda" ucap Syah sembari menopang dagunya seperti nya Syah sedangkan membayangkan mimpinya sedikit lagi akan segera ia raih.
" Apa ada yang mau ditanyakan?" ucap pak Ardi.
" Kalo tidak ada mungkin pertemuan kita hari ini bapak sudahi sampai disini, mengenai prosedur yang akan kalian hadapi, nanti bapak share dalam group"
Setelah pak Ardi berlalu, disitulah suasana kelas mulai riuh. ada yang keberatan dengan lokasi yang ditempatkan, ada juga yang senang karena bisa berbaur dengan mahasiswa lainnya.
" Setidaknya kalian masih bisa kemana-mana berdua, sedangkan gw diposisikan di provinsi Aceh berarti di bandar udara internasional Sultan Askandar muda" jelas Syah karena ia diposisikan disana bersama Mia sekretaris kelasnya dan juga teman kelas lainnya.
" Berarti selama tiga bulan juga kita nggak bakal ketemu dong Syah" sambung Naura.
" Hmm.. sepertinya begitu ya mau gimana lagi kan? mau nggak mau kita harus jalani semuanya dengan ke ikhlasan agar semua berjalan lancar" tutur Syah yang langsung dibalas amin oleh kedua sahabatnya itu.
" Awalnya qw kira kita akan kowas diluar negri, seperti kowas kakak kelas tahun kemaren, ada yang dimalaysia, Singapura, Amerika, dan yang paling beruntung nya ada tuh mereka di posisikan dikorea gw kan juga mau siapa tau ketemu sama idola gw" celetuk Akilla.
" Idihh nih anak, seharusnya Lo bersyukur karena kowas tahun ini masih berada di Indonesia walaupun di provinsi yang berbeda-beda, jadi kalo Lo mau pulang atau rindu sama mami papi Lo, langsung cus nyampe rumah" ledek Naura.
" Benar tuh, lagian kalo diluar negri belum tentu juga Lo ketemu sama idol yang Lo damba- dambakan itu, siapa sih nama nya? bilas apa siapa ya, lupa gw" ucap Syah sembari memikirkan nama idol K-Pop yang sering diucapkan oleh kedua sahabatnya itu.
" Bilas! bilas! Lo kira cucian yang mau dibilas, namanya tuh Bias calon suami gw nanti" sewot Akila dan Naura bersamaan.
" Heheh... santai dong, gw kan nggak tau namanya" kekeh Syah. " lagian kalo kita kowas diluar negri kita tetap fokus dengan tujuan" sambung Syah.
" Intinya dimanapun tempat yang akan kita tempati nanti kita harus semangat" sambung Naura.
" Semangat" ucap Syah serta Akila sembari mengangkat tangan nya.
" Dahla gw malas mikir gais, kita kekantin yok, atau nggak kita kebengkel Riki" ujar Naura.
" Hmmm, kita kekantin aja yuk ngapain kita kebengkel" ajak Syah, karena Syah tau kalo Riki sedang tidak berada dibengkel karena ia sibuk dengan provesi baru dan gelar baru yang ia dapatkan otomatis Riki sibuk pelatihan kesana kemari.
" Gw setuju sama ide Naura, mending kita kebengkel gw mau gangguin tuh biawak kucrut lagian udah lama juga kita nggak bikin tuh anak kesal" sambung Akilla.
" Bilang aja Lo kangen sama Riki, sok mau bikin anak orang kesal segala kalo rindu bilang" kekeh Naura dan disambut ketawa oleh Syah. yang membuat Akilla kesal pada sahabatnya itu hingga membatalkan niatnya mau kebengkel.
Mereka bertiga memutuskan untuk makan di kantin.
Dirumah.
Syah dan Juna sedang berada di ruang tengah sembari menonton televisi.
" Jun!" panggil Syah sembari memakan buah apel ditangannya.
" Hmmm"
" Isss.. orang mau cerita juga, malah sibuk sama tuh laptop" dengus Syah.
" Iya key" menatap Syah.
" Kamu sibuk ya?"
" Enggak kok, ini cuman memeriksa kegiatan untuk bulan depan kok" ucap Juna sembari mematikan laptop nya.
" Lah kok ditutup? aku mau liat"
" Kan udah aku bilang key ini privasi"
" Isss... Lo selingkuh ya" kesal Syah.
" Syahloni Keyla, kita kan sudah sepakat jangan manggil aku dengan sebutan Lo gw lagi, kalo gw selingkuh emang nya kamu cemburu? apa jangan-jangan kamu benar-benar cemburu ya?" goda Juna sembari mendekat ke arah Syah.
" Isss... nggak kok aku nggak cemburu"
" Benar nih? kalo cemburu bilang dong sayang" mengelus kepala Syah.
Bersambung.....