Mr. Pilot My Husband

Mr. Pilot My Husband
Episode 35



" Kayaknya kita nggak jadi kesana Syah, kita lagi dijalan tiba-tiba mobil Naura ketusuk paku kempes deh ban nya" vidcall dari Naura sembari menunggu dibawah pohon di tepi jalan.


" Ya ampun Naura, kalian dijalan mana? biar gue sama Riki kesana nyusul kalian" seraya dengan panik


" Nggak usah bawa biawak itu kesini syah" sahut Akila yang baru nongol


" Siapa juga yang mau bantuin Lo, mending gue disini sama Syah dan anak gue" Riki merebut ponsel dari tangan Syah.


" Riki!!!!!" sembari menatap Riki tajam


" Gue becanda Syah" kekeh Riki.


" Anak? maksud biawak kucrut itu apa Syah?" Akilla yang tampak heran dengan apa yang didengarnya barusan.


" Bukan apa-apa Kila, tadi gue ketemu anak manis ini sendirian kayaknya ia tersesat oleh karena itu gue dan Riki memutuskan untuk menjaganya sampai orang tuanya mencarinya disini" sembari mengarahkan camera ke arah anak kecil itu


" Kasihan sekali ia, tapi anak itu lucu sekali Syah mending bawa pulang" ujar Akilla asal.


" Woi kutilang ini anak orang! jika kita bawah pulang kalo ibunya mencarinya bagaimana? bisa-bisa gue sama Syah dituduh sebagai penculikan anak, makanya kalo punya mulut jangan sembarang ngerocos aja. Kalo Lo mau anak kecil cepatan nikah nanti dapat deh dedek bayi" sambung Riki


" Apaan sih Lo! gue ngomong sama Syah bukan sama Lo dasar biawak kucrut" balas Akilla tak terima kalau Riki memanggilnya kutilang.


" Berantam terus! seandainya kalian berjodoh pasti rumah kalian bakal rame dengan suara piring terbang, panci melayang hehehe" sambung Naura mengambil alih ponsel dari tangan Akilla.


" Amit-amit cabang babu" ujar Akilla tak terima.


" Lo kira gue mau sama Lo! dasar kutilang!" balas Riki saking geramnya memukul-mukul pelan kursi panjang yang ia duduki.


Syah merebut handphone dari Riki karena ia tahu jika dibiarkan maka perdebatan Riki dengan Akilla tidak akan ada habisnya.


" Kalian dijalan mana? biar gue kesana ya" sambung Syah pada sahabatnya itu.


" Tidak perlu Syah, disini ada kak Juna sama kak Rendi yang membantu kita, lihat tuh" sambil mengarahkan camera tersebut ke arah Rendi dan Juna yang sedang sibuk memasang ban serap.


" What!!!!!, kok bisa"


" Ya bisalah kalo jodoh memang tidak akan kemana-mana" kekeh Naura pelan agar ucapan nya itu tidak kedengaran oleh Juna maupun Rendi.


" Kak Rendi coba liat sini" pintah Naura pada Rendi yang sedang sibuk dengan perkakas nya.


" Siapa?" Tanya Rendi


" Syah kak" sambung Naura.


" Benarkah? sini handphone nya" sembari meraih handphone yang ada ditangan Naura


" Hy Syah, Syah lagi dimana? ehh anak siapa itu?" sambung Rendi ketika melihat Syah kecil memeluk nya.


Juna yang mendengar Rendi menyebut nama Syah, iapun kemudian mendekat ke arah Rendi sembari memperhatikan orang yang berada didalam layar tersebut.


" A-aku lagi ditaman hijau tengah kota kak" sembari mengelus kepala anak itu.


" Hello kak rendi, masih ingat gue nggak?" ujar Riki sembari merebut handphone Syah.


" Hmmm gue ingat, ngapain lo berduaan sama Syah? nggak baik kalo berduaan sama orang yang bukan muhrim" ujar Rendi sok padahal ia sedang cemburu melihat Syah berduaan dengan Riki.


" Siapa anak itu? apakah Syah sudah mempunyai anak dengan lelaki itu tanpa sepengetahuan dari orang tuanya? Sial! masa iya gue menikahi bekas orang apalagi___" gumam Juna dalam hati saking kesal nya dengan siapa Syah pergi.


" Gue disini nggak sendirian kok kak, disini sangat ramai orang. oiya tentang anak yang kakak lihat tadi Syah tidak sengaja melihat nya lagi sendirian. Syah merasa kasihan makanya Syah dan juga Riki memutuskan untuk menjaganya disini sampai ibunya datang" jelas Syah yang melihat ada Juna disana ia takut kalau Juna menilainya yang tidak-tidak walaupun sebenarnya ia tidak terlalu peduli masalah itu tapi tetap saja ia takut kalo Juna mengadu pada mama dan papanya.


" Baiklah kakak dan teman-teman Syah akan kesana lagian mobil Naura sudah beres, kalian jangan kemana-mana tunggu kakak disana" sambung Rendi.



" Maaf pak buk, apa anda melihat anak kecil sekitar sini" ujar seorang wanita muda dengan wajah yang sangat panik bertanya kesana kemari sembari melihatkan sesuatu dari handphone nya.



" Rik! coba liat kesana" sembari menunjuk ke arah yang lumayan jauh dari posisi mereka.




" Liat kesana?" sembari memegang pipi Riki dengan kedua telapak tangannya dan mengarahkan ke arah yang ia tunjuk nya tadi.



" Terus?" tanya Riki santai.



" Terus Lo bilang! Lo paham nggak sih maksud gue" kesal Syah.



" Kan Lo nggak ngasih tau gue gimana gue bisa paham yang ingin Lo sampaikan" sambung Riki seadanya karena memang dia tidak paham.



" Isss Riki yang on nya nggak ketulungan, liat wanita yang ada disana apa mungkin ia sedang mencari sesuatu karena terlihat jelas diraut diwajahnya yang begitu panik" jelas Syah geram.



" Owh, mungkin dia kehilangan kalung atau apalah" sambung Riki.



" Lo tunggu sini ya, gue mau nyamperin dia" sembari beranjak dari bangku tersebut dan meninggalkan Riki yang sedang sibuk memperhatikan Syah kecil.



" Maaf sebelumnya saya mengganggu kamu, dari tadi saya perhatikan wajahmu begitu panik" ucap Syah pada perempuan itu.


" Apakah kau melihat anak ini?" sembari menyodorkan handphone nya " Dia anak ku" sambungnya.


Syah terkejut dengan apa yang ia lihatnya karena layar tersebut memperlihatkan wajah Syah kecil.


" Apa kau yakin dia anak mu?" tanya Syah meyakinkan jika wanita muda yang ada dihadapannya ini adalah orang tua Syah kecil, seperti nya umur Syah dan wanita itu seumuran.


" Apakah kau pernah melihat nya? aku mohon jika kau melihat anak ku beri tahu aku Dimana dia sekarang hiks hikkkks" ucap wanita itu sembari menangis.


" Hey tenanglah, sekarang aku yakin jika kau ibu dari anak yang ada didalam layar ponsel ini, mari ikut dengan ku" sembari menarik tangan wanita itu pelan.


Tanpa berpikir panjang lagi wanita itu menurut saja dan mengikuti langkah Syah pergi.




" Lihatlah, apakah dia yang kau cari?" sambung Syah.



" I-iya dia anak ku, terimakasih banyak kau telah menjaganya, saya takut Jika terjadi apa-apa dengan nya bisa-bisa suami ku mengubur ku hidup-hidup" ucap wanita itu sembari menghapus air mata yang membanjiri pipinya kemudian memeluk anaknya.



Syah kecil terbangun karena merasakan tubuh nya terangkat dari posisi nya semula.



" Mommy, mommy ini mommy ca kan?" ucap Syah kecil senang karena bertemu dengan mommy nya lagi.



" Maaf sebelumnya, apa boleh saya melihat bukti jika dia benar-benar anak anda" sambung Riki karena ia takut jika wanita dihadapan nya itu bersandiwara hanya ingin mendapatkan Syah kecil apalagi sekarang sedang maraknya penculikan anak.



***Bersambung***.....