
" liat aja nanti! gw bakal balas kalian berdua! cam kan itu" Yolanda pergi dengan kesal dan amarah.
" Makasih Nau" Syah tau mungkin Naura masih marah padanya sehingga ia memutuskan pergi dari sana.
" Syah, tunggu!!!"
syahpun berhenti.
" Syah, gw tau gw sudah keterlaluan sama Lo, gw mintak maaf, gw gak bisa kalo kita saling diem-dieman kek gini Syah" tutur Naura pada sahabatnya itu. sontak Syah langsung memeluk Naura.
" gw juga gak bisa kek gini Naura, gw sayang sama lo, alasan gw gak kasih tau tentang pernikahan itu, awal nya gw yakin pernikahan itu tidak akan berjalan lama Nau, tapi lama kelamaan Juna membuktikan kalo dia bisa jadi imam yang baik buat gw, maafin gw Nau" ucap Syah dalam pelukan Naura.
tiba-tiba Akilla yang melihat sahabatnya itu baikan ia menghampiri nya.
" Misi,misi, boleh gw ikut pelukan juga?" tanya Akilla sontak sahabat nya itu langsung memeluk Akilla merekapun tertawa.
" kantin yuk" ajak Akilla
" boleh juga tuh, lapar banget nih" sambung Naura sambil memegang perutnya yang mulai keroncongan.
Dikantin.
" Pagi buk kantin" sapa Syah dengan ramah.
" Ehh mbak Syah mau pesan apa mbak? cieee udah ada yang baikan ni e, kalo gini kan enak diliat nya" ucap buk kantin karena memang seminggu yang lalu buk kantin menjadi saksi kalo Akilla, Naura, dan Syah berantem.
" Hehe... kemaren cuman salah paham aja kok buk, sekarang udah aman terkendali kok" kekeh Akilla.
" Oiya mau pesan apa mbak-mbak cantik?" goda buk kantin.
" Hehehe... bisa aja ni ibuk, bakso tiga mangkok ya buk yang pedes, trus jus alpukat dua sama vanilla latte satu buat Syah" ucap Syah lalu kembali duduk.
" Woke mbak" ucap buk kantin sembari tersenyum.
sembari menunggu makanan mereka nyampe, Akilla bertanya pada Naura.
" Nau!"
"iya? kenapa?" jawab Naura sembari memainkan ponselnya.
" Sebenarnya alasan Lo segitu marahnya sama Syah apa Nau?gak mungkin kan cuman gara-gara Lo juga suka sama kak Juna? setau gw Lo orangnya gak gitu Nau" tanya Akilla serius, naurapun meletakkan ponsel nya.
"Hmm... sebenarnya gw kasian sama Syah, seharusnya diawal-awal pernikahan itu terjadi kita ada disampingnya, kita bisa menghibur Syah, tapi yang terjadi apa? kita gak ada disaat Syah benar-benar butuh kita Killa, gw gak bisa bayangin sahabat kita menderita tanpa kita bisa berbuat apa-apa, kita gak tau apa yang Syah lalui sampai akhirnya Syah mau menerima kak Juna" sontak Syah terharu mendengar penuturan Naura.
Syah meraih tangan Naura, dan Akilla. Syah berterima kasih pada sahabatnya itu, Syah tidak menyangka kalo sahabatnya begitu sayang padanya.
" Udah ihh dramanya, bikin gw mewek aja sih kalian" ucap Akilla sontak merekapun tertawa lepas.
Makanan yang dipesan pun sampe, mereka makan dengan lahapnya.
Flashback off.
____
Hari yang ditunggupun tiba, Akilla dan Naura tersenyum bahagia ketika sahabatnya itu terlihat begitu cantik mengenakan dress berwarna biru yang begitu indah, sesuai dengan tema hari ini.
" waw... Lo cantik banget Syah, yuk kita kesana pangeran Lo udah nungguin tuh" goda Naura sehingga Syah tersipu malu.
Juna dan juga Syah bak pangeran dan juga ratu pada hari itu, semua rekan bisnis kolega lainnya datang menyaksikan resepsi Juna dan Syah.
Foto prewedding mereka terpampang disetiap sudut ruangan itu. Juna juga mengajak Syah melakukan foto prewedding outdoor dengan tema pesawat, Syah yang sebelumnya bingung kenapa harus foto bertemakan pilot sehingga Syah bertanya pada suaminya itu namun Juna hanya menjawab dia menyukai pesawat dan juga pilot.
Mendengar itu Syah tidak terlalu memikirkan nya lagi, apalagi yang ia tahu Juna adalah seorang pengusaha yang sukses, mungkin semua tema bisa ia kenakan.
Setelah berapa ritual telah selesai para tamu undangan mengucapkan selamat pada Syah dan Juna.
" Selamat ya capten, saya tidak mengira anda memiliki istri secantik nona syahloni Keyla" ucap cop pilot yang selalu menemani Juna dikala penerbangan sebut saja dia Andre
" Makasih kak" ucap Syah sembari tersenyum manis.
Andre bukan hanya seorang rekan tetapi Juna telah menganggap dia sebagai seorang sahabat.
" Makasih bro, Lo kapan nyusul kita" canda Juna pada Andre.
" Hehhe... gak tau, jodoh gw masih nyasar kek nya" celetuk Andre sehingga merekapun tertawa.
____
Juna menghampiri rekan nya yang lain, begitu juga dengan Syah yang sibuk mengobrol dengan sahabatnya itu.
" Sebenarnya suami Lo kerja apa Syah? kenapa dari tadi kebanyakan rangkaian acara berupa abdi penerbangan?" tanya Akilla pada Syah.
" Hmm.... yang gw tau Juna itu seorang pengusaha tapi gw juga heran kenapa kebanyakan rangkaian acara tadi bertema penerbangan" gumam Syah pada sahabatnya itu.
" Gak mungkin kan kak juna memiliki dua profesi?" tanya Naura.
" Hmmm.. gw juga gak tahu, mungkin saja itu hanya sebuah acara yang sengaja dibayar Juna, karena sebelumnya Juna bilang kalo dia menyukai pesawat mungkin dia berangan menjadi seorang pilot" ucap Syah.
" Maybe" sambung Akilla
Syah meminta sahabatnya itu tidak terlalu pusing memikirkan hal itu, lalu Syah meminta sahabatnya itu untuk menikmati pesta yang diadakan.
" Gw kesana dulu ya, kalian silakan nikmati Jamuan hari ini" sembari tersenyum.
" Woke Syah" balas Naura.
Syah pamit pada sahabatnya itu, dan menghampiri nyokap bokap serta mertuanya.
" Apa Syah menyukai pesta ini sayang?" tanya mama mertua Syah.
" Syah sangat suka ma" sahut Syah sembari memeluk mertuanya lalu memeluk kedua orang tuanya. kemudian Syah duduk disamping mamanya.
" Syah!" panggil sang mama yang melihat putri nya itu tiba-tiba melamun.
" Iya kenapa ma?"
" Kamu kenapa sayang?" membelai rambut Syah.
" Syah baik-baik aja kok ma, Syah ketoilet dulu ya ma, pa" ucap Syah sembari tersenyum lalu meninggalkan tempat itu.
" Ada apa dengan anak itu? barusan Syah bilang sangat bahagia tapi kelihatannya Syah begitu gusar" gumam mama dalam hati.
" Kenapa jeng? seperti lagi memikirkan sesuatu?" tanya mama Juna pada mama Syah.
" Gak kenapa-kenapa jeng, mungkin saya cuman kelelahan maklum udah tua" canda mama Syah.
" Hehhe... bisa aja kamu jeng"
Ketika Syah berjalan menuju toilet, ada seseorang yang mengikuti Syah dari belakang. Syah menoleh kebelakang tapi tidak ada seorang disana.
" Hmmm... mungkin gw kecapean kali yak" gumam Syah dalam hati.
Syah hendak membuka pintu toilet tiba-tiba ada seseorang yang menutup mulutnya mengunakan kain yang sudah diberi obat bius dari belakang sehingga Syah pingsan seketika.
bersambung.....