Mr. Pilot My Husband

Mr. Pilot My Husband
eps 61



Setelah kejadian semalam perasaan Syah jadi campur aduk, bahkan batas empat bulan perjanjian itu sudah hilang begitu saja semenjak Syah menyerahkan kesucian nya pada sang suami.


Cinta? hati Syah belum seutuhnya menerima tapi juga tidak ada salahnya untuk membuka lembaran baru dengan orang yang sudah tentu sah untuknya, Syah akan belajar menjadi istri yang baik bagi Juna.


" Hufff.... Bismillah mudah-mudahan ikatan pernikahan ini berjalan baik kedepannya, Maafin aku Rico bukan maksudku untuk menghianati cinta kita tapi semua sudah takdir, tapi aku janji kamu akan selalu ada dihati ini" gumam Syah dalam hati sembari memandang orang-orang yang keluar masuk bandara.


Sesuai dengan jadwal pelatihan maka hari ini merupakan hari terakhir Syah dan rekan nya mengikuti kowas dibandara ini.


" Besok kita akan balik kekampus Syah, Lo pasti senang kan kumpul lagi sama bff Lo" ucap Rani sembari merapikan peralatan yang menemani mereka selama kowas.


" Tentu gw senang banget Ran, Lo tau kan gw tanpa mereka rasanya begitu hambar, mereka itu pelengkap kehidupan gw, mereka sabar menghadapi tingkah laku gw, mereka slalu ngertiin gw" ucap kyia sembari membayangkan momen-momen berharga yang pernah ia lalui bersama sahabatnya itu.


" Mia gimana ran? Masih ngambek sama gw?"


" Hmmm... Kayaknya begitu, yaudah lah ngapain bahas Mia nanti dia bakal kek biasa lagi" Rani memberi semangat Syah agar tidak memikirkan hal-hal yang bisa mengganggu pikirannya. " Tap-i" Rani memperhatikan sekelilingnya.


" Tapi maksud nya?" Tanya Syah tampak heran.


" Lo jujur sama gw Syah, sebenarnya Lo sama tetangga kita itu udah menikah kan? Kenapa Lo harus nutup-nutupin hal itu?" Bisik Rani pada Syah.


Deggg.... Syah kaget mendengar penuturan dari Rani, dimana Rani tau hal itu bahkan Syah sendiri belum memberi tahu siapapun bahkan sahabatnya sendiri belum mengetahui nya. Syah enggan untuk menjawabnya.


" Kenapa Syah? Lo pasti kaget kan kenapa gw tahu hal itu, sejujurnya gw sama Mia kita sama-sama tertarik sama tetangga kita itu, sebelum gw tahu kalo dia suami Lo, dan mengenai Mia mungkin dia kecewa karena cowok yang dia taksir itu ternyata suami orang dan orang itu adalah Lo"


" Hmmmm.... Jadi karena itu Mia marah sama gw? Tapi Lo? Lo juga suka kan sama Juna? Lo gak marah juga sama gw?" Ucap Syah sembari meraih tangan Rani.


" Heheh... Awalnya gw sakit hati Syah, tapi percuma juga kan, kita itu tim gak semestinya perihal pribadi dicampur dengan kowas kita, lagian Lo tenang aja semenjak gw tahu kalo kak Juna itu suami Lo apalagi ketika Lo sakit gw bisa liat ketulusan kak Juna terhadap Lo, dia takut jika hal buruk terjadi pada Lo, gw udah ikhlas kok lagian diluar sana masih banyak cowok yang ganteng dari suami Lo, tapi belum tentu juga akan menyukai gw sih" canda Rani pada Syah.


" Cerita dong Syah, kok bisa Lo nikah sama kak Juna? Penasaran nih cerita dong" sambung Rani antusias


" Hmm... Gw gak tahu juga sebenarnya Ran, yang jelas pernikahan gw itu terjadi karena perjodohan inti nya gitu"


" Gw doain mudah-mudahan pernikahan Lo kekal, dan Lo harus jagain kak Juna Syah, masa suami ganteng-ganteng kek gitu di anggurin, diluar sana masih banyak cewek-cewek centil yang menginginkan posisi Lo Syah, hati-hati"


" Iya Ran iya, makasih ya Lo udah banyak bantuin gw selama ini" sembari memeluk Rani.


_____


Dilain wilayah, Akilla sama Naura sedang sibuk memilih ole-ole dari Sumatra barat, karena memang dari kemaren mereka sudah menyelesaikan prakteknya serta kemaren merupakan hari pelepasan tim kowas di bandara internasional Minangkabau itu.


Apalagi masyarakat serta staff tempat mereka kowas sangat lah ramah.


" gw mau beli ole-ole yang banyak buat nanti, gw mau beli cemilan khas Sumatra barat dan nanti akan gw bagiin deh buat Syah, gak sabar gw pen ketemu sama tuh anak" ucap Akilla sembari masih memilih-milih makanan.


" Benar banget Killa, gw juga gak sabar mau pamer sama Syah, gw mau liatin foto-foto ini" memperlihatkan momen momen mereka disambut dengan baik oleh masyarakat sekitarnya apalagi penginapan mereka berada ditengah-tengah masyarakat.


" Semuanya bagus, borong aja apa susah nya sih Lo bikin gw pusing aja nentuin pilihan" Naura pusing memperhatikan Akilla yang kerepotan sendiri dengan pilihannya, bagaimana tidak semuanya dibikin puyeng sama Akilla barang belanjaan nya itu banyak sekali sampai-sampai belanjaan nya dibawah oleh tim cowok aneh memang tapi begitulah Akilla.


" Gw balik dulu gais, kalian lama amat belanjanya, liat tuh si Killa beli cemilan segenung kayak gitu" ucap salah satu rekannya.


" Heheh... sabar, nama nya juga cewek liat makanan semuanya diborong" sahut yang lainnya yang ditanggapi tawaan oleh rekan nya.


" Killa! udah belom nih? kaki gw udah pegal nih ngikutin Lo belanja gak kelar-kelar" Naura duduk disalah satu kursi sembari memijat kakinya.


" Bentar Nau, dikit lagi ini nanggung"


" Lo belanja apa kesurupan sih, liat tuh barang-barang Lo udah satu troli penuh isinya cuman makanan doang, ditambah lagi cemilan yang Lo beli di pinggiran ASTAGA Killa, benar-benar gak abis pikir gw" celoteh Naura.


-------


di daerah yang berbeda di waktu yang sama, Riki baru saja selesai melakukan penerbangan pertamanya sebagai pilot bukan pendamping lagi.


kerja keras Riki serta kegigihannya dalam belajar membuat Riki semakin mahir dan mengetahui seluk beluk dunia penerbangan.


Flight pertama Riki yaitu menuju Singapura. semuanya berjalan dengan mulus, waktunya untuk beristirahat dari aktivitas yang melelahkan. Riki dan staf penerbangan menuju kesalah satu hotel untuk beristirahat sebelum melakukan penerbangan lagi di paginya.


" Huffff... akhirnya bisa rebahan lagi di sprei yang empuk" Riki merebahkan badannya sembari menatap langit-langit kamar.


Setelah berapa menit, Riki memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu agar kembali fresh.


Tak tahu apa yang akan dilakukan lagi, Riki menatap layar ponselnya dan menekan nama seseorang untuk melakukan vidcall.


" ASTAGA Nau! Lo kenapa? mukanya ditekuk gitu"


" Hmm... liat tuh" Naura mengarahkan kamera ponselnya pada Akilla yang masih asik dengan belanjanya.


" Noh Lo liat sendiri kan, jadi Lo udah tahu dong jawabannya"


" He.he. jadi Lo cemberut karena nungguin kutilang? wkwkwk kasian banget gw liat Lo" kekeh Riki.


" Bacot Lo, wait... wait... tumben banget nih Lo vidcall, kangen?" ucap Naura dengan pedenya.


" Yeahh GeEr amat lu, gw lagi bosan makanya vidcall Lo soalnya yang lain lagi sibuk"


" Alasan! bilang aja Lo sengaja vidcall gw, supaya bisa kepoin Akilla kan? ayok ngaku" goda Naura.


Bersambung.....