
Banyak pepatah mengatakan kehidupan bak roda yang berputar, pepatah yang bijak!. karna memang semua yang hidup akan merasaka pahit manis perjalanan hidup bagai roda yang melewati jalanan tak selamanya melewati jalan yang mulus terkadang ada jalan berlubang dan juga kerikil tajam yang mau tidak mau harus di lewati meski membuat rusak pada roda yang tengah berputar seperti itu jugalah kehidupan, setiap kehidupan yang baik dan buruk akan di lalui.
[●]
Bergelut dengan beberapa berkas pekerjaan yang biasa dikerjakan tak membuat seorang syane pengusaha muda, merasa lelah dengan apa yang menjadi kesehariannya semua pencapain yang di raihnya membuat dirinya semakin semangat untuk mengerjakan pekerjaan yang menjadi hobi nya.
Dengan kerajaan atau kekuasaan yang ia miliki apapun yang ia inginkan akan mudah ia dapatkan hanya dengan satu jentikan jari.
Hari ini ia melihat ada beberapa berkas dan juga agenda penting di meja kerjanya dan saat syane melihat pada satu surat syane melihat sebuah surat undangan di meja kerjanya syane membuka dan membacanya.
Syane memanggil asisten pribadinya hilda setelah yang di panggil datang syane menanyakan skezul apa saja yang tercatat di agenda sang asisten dan juga sekertaris kantor untuknya hari ini.
"Hilda apa skezul saya hari ini?" Tanya syane.
"Hari ini anda ada pertemuan dengan tuan lee kyuna dari perusahaan suzi production sekitar pukul 09.00 pagi ini, pukul 11.30 meeting dengan beberapa stap dari kantor cabang andrayan properti dan juga jam tiganya ada pertemuan lagi dengan perusahaan asing yang akan datang kesini menemui anda secara langsung" tutur hilda.
"Oke, ini apa?" Tanya syane seraya mengacungkan sepucuk surat undangan khusus pada hilda.
"Oh ituu.. saya kurang tau" ujar hilda.
"Panggil yuan!" Seru syane pada hilda untuk memanggil sekertaris kantornya setelah di panggil hilda, yuan pun masuk keruangan syane.
Syane minta penjelasan soal surat undangan yang ada di meja kerjanya.
"Apa ini?" Tanya syane.
"Surat undangan makan malam dari CEO dan kelurgannya dari perusahaan MTR entertainmen salah satu agence perfileman, undangan makan malam khusus untuk anda" kata yuan.
"Ya saya tau itu perusahaan agence perfilman, maksud saya dalam rangka apa ngundang saya makan malam?" Tukas syane.
"Silaturahmi saja" ujar yuan.
"Silaturahmi?" Syane diam sejenak berpikir dan belum memutuskan untuk menjawab surat undangan yang ia terima.
"Hilda, untuk besok ada jadwal apa saja?" Tanya syane pada hida.
"Hanya ada satu pertemuan bu, dengan direktur dan dewan direksi ATV yang akan sampai disini sekitar jam 09.00 besok pagi dari indonesia.
"Oke jadwalkan makan malam nya besok malam saja, hari ini saya gak bisa" kata syane, pada dasarnya syane orang baik dan bukan orang yang sombong hanya untuk memenuhi undangan makan malam saja selagi ia bisa pasti akan bisa memenuhinya.
"Baik bu" hilda mencatat acara undangan makan malam yang masuk untuk jadwal besok malam.
"Yuan beritahukan besok malam saya baru bisa, karna hari ini jadwal saya padat dan satu lagi gak ada daging babi karna saya muslim" tandas syane.
"Baik bu" ujar yuan.
"Oke kalian boleh kembali!"
"Baik bu terima kasih" kedua orang pun pergi.
Syane memulai pekerjaan yang di jadwalkan hari ini, hingga matahari mulai menyembunyikan cahayanya baru syane selesai dengan pertemuan beberapa rekan bisinisnya.
Di hari esoknya seperti yang sudah di jadwalkan syane mengadakan pertemuan dengan dengan direktur dan dewan direksi dari ATV untuk membicarakan terkait soal stasiun televisi yang lama ia tinggal namun meski syane tinggal ia selalu memantau perkembangan perusahaannya tersebut agar perusahaannya jauh dari kebangkrutan dan dengan kemampuannya syane mampu menghandle semua perusahaannya meski ia tidak berada di tempat selesai dengan beberapa agendanya, malam harinya syane memenuhi undangan dari keluarga besar CEO agance MTR entertainment di rumah besarnya.
sampai di rumah CEO syane yang datang bersama hilda di sambut baik oleh pemilik rumah syane dipersilahkan masuk oleh keluarga yoon tak hanya yoon dan ibunya? di sana juga ada sang ayah suami dari hye hoon dan juga suami yoon dan kedua anaknya sedangkan minho adik yoon sendiri tidak dapat ikut dalam acara makan malam tersebut karna terhalang perkerjaan yang sangat padat, setelah bercengkrama sejenak syane langsung di ajak ke meja makan beberapa makanan sudah tersaji di meja makan dari mulai makanan khas korea sampai makanan luar pun tersaji disana.
Selesai makan syane juga hilda kembali bercengkrama di ruang tamu bersama tuan rumah, syane duduk dengan penuh keanggunan dan wibawa yang tinggi di hadapan tuan rumah.
Dari pertama syane masuk ke rumah sang CEO kedua bola mata syane tertuju pada sudut ruangan yang menuju kearah ruang makan, syane melihat sebuah photo dengan ukuran yang sangat besar photo seorang aktor yang ia kagumi baru-baru ini, matanya sesekali menoleh ke arah photo tersebut namun syane enggan bertanya karna ia pikir keluarga itu termasuk salah satu pemilik agence perfilman yang dimana di dalamnya ada sang aktor tersebut mungkin wajarlah kalau memang mereka juga mengagumi sang aktor yang terbilang sukses.
"Nona apa anda punya sodara atau kerabat di korea?" Tanya yoon.
"punya, saya punya sodara sepupu namanya lani kalau gak salah ia menikah dengan anak pemilik agence perfilman juga di korea" jawab syane.
"Lani? Lani Istrinya kim hye jin?" Tanya Yoon .
"Iya betul" jawab syane.
"Iya, anda pasti kenal soalnya agencenya satu grup sama anda kan ya?"
"Terlalu kenal sih nggak, cuman pernah beberapa kali bertemu saat ada acara yang mengharuskan keluarga untuk hadir, kalau sama hyejin nya saya kenal bisa di bilang akrab soalnya dia satu sekolahan dengan saya cuman dia beda satu kelas di atas saya" ujar yoon.
"Oya?" Syane.
"Istrinya hye jin sudah lama juga tinggal di korea?" kata yoon.
"Dari sebelum menikah, awal nya dia tinggal di korea karna ada salah satu dari keluarga kami yang lebih dulu tinggal di sini" kata syane.
"Anda sendiri masih lama tinggal di korea?" Sambung ayah yoon.
"Saya gak tau juga soalnya saya tinggal di sini juga karna terbentur perusahaan yang harus saya jalankan" ujar syane.
"Saya kagum sama anda di usia yang masih sangat muda tapi sudah sukses dengan beberapa perusahaan yang anda bangun sendiri" sang tuan besar mengagumi syane.
"Nggak sendiri, saya juga di bantu beberapa orang kepercayaan yang selalu setia membantu saya dalam menjalankan perusahaan dalam segala bidang yang saya geluti" tandas syane.
"Tapi tetap anda yang memajukan perusahaan anda dan mampu membangunnya hingga sesukses sekarang" kata suami yoon, kim bok yun.
"Maaf nona syane kalau boleh saya tau anda kenapa masih betah untuk menyendiri" Tanya ibu yoon yang bernama hye hoon.
"Belum, belum ada yang mau sama saya" celoteh syane.
"Saya ragu kalau tidak ada yang suka sama anda mungkin anda sendiri yang masih menutup diri, atau mungkin sekarang sudah ada calon yang masih di rahasiakan maaf kalau saya lancang bertanya!" Kata nyonya hye hoon.
"Nggak apapa,ungkin salah satunya itu saya masih belum ada niat untuk sampai kesana, tapi nggak tau kalau kedepannya saya di pertemukan dengan seorang laki-laki yang membuat hati saya jatuh cinta" jawab syane.
"Mudah-mudahan anda segera di pertemukan dengan pengeran itu" kata yoon.
"Amiin" syane. "Oh iya kalau boleh tau anak anda satu lagi kerja di mana?" Tanya syane..
"Dia aktor" ujar nyonya hye hoon.
"Saya rasa anda sendiri juga mengenalnya" kata yoon.
"Saya nengenalnya?" Syane mengrutkan alisnya.
"Min ho, adik saya namanya min ho" tandas yoon.
"Min ho?" Syane kaget mendengar kalau min ho salah satu anggota tuan rumah yang tengah mengajaknya pada jamuan makan malam.
"Iya, anda kenal kan?" yoon.
"Oh jadi min ho tuan rumah disini? Sebenarnya bos saya ini awalnya tidak pernah tertarik pada artis dan dia juga sama sekali tidak mengenal min ho tapi karna dia sempat melihat min ho secara langsung saat di indonesia waktu itu, di sana baru bos saya ini tau yang namanya min ho" tutur Hilda
"Oh gitu?" yoon.
"Iya tapi gak ada salahnya kalau anda kenal lebih dekat sama dia, dia orang nya baik kok" timpal bok yun, syane hanya tersenyum menanggapi ucapan bok yun.
"Boleh juga tuh" ujar hilda.
"Saya minta maaf saya benat-benat tidak tau kalau dia bagian dari keluarga ini" ucap syane.
"Gak apapa santai saja" yoon.
"Tapi kok gak ikut makan malam bersama" ucap hilda.
"Yaa seperti yang saya bilang tadi, dia selalu sibuk, untuk makan malam seperti ini sangat jarang dia bisa ikut karna pekerjaannya yang gak bisa dia tinggalkan" nyonya hye hoon.
"Iya juga kalau sudah menyangkut pekerjaan susah untuk kegiatan hal hal yang seprti ini" ujar syane.
Makin lama obrolan mereka nampak semakin akrab dan hangat sesekali terdengar suara tertawa di antara mereka pada dasarnya syane memang mudah bergaul dan akrab dengan siapapun tanpa pandang bulu mau dia orang kaya ataupun miskin buat syane samuanya sama, bagi syane pergaulannya dengan orang kaya hanya semata-mata batas perusahaannya, dan orang yang ia kenal di perusahaannya selalu syane hargai karna ikatan kerja, tapi di luar itu syane selalu mementingan orang yang derajatnya di bawah dirinya syane tidak pernah sombong dengan apa yang di milikinya.
To Be Continue