Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
Bab 37



Sampai di rumah tuan andrayan ayah winda berteriak-teriak agar semua penghuni rumah mendengarnya.


"Tuan! tuan! keluarlah tuan!" Seru ayah winda dengan suara sangat keras hingga berkali-kali.


Mendengar suara orang memanggilnya tuan andrayan yang berada di kamar sedang dan siap untuk membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk yang biasa di tidurinya ia pun kembali bangkit.


"Siapa di luar mah? Berisik banget!" Kata tuan andrayan.


"Sebaiknya di lihat dulu pah!" Ujar alma muda.


"Ya sudah aku lihat dulu" tuan andrayan turun menemui ayahnya winda, sesampainya di bawah tuan andrayan merasa kesal karna kembali melihat winda di sana.


"Ada apa malam-malam begini teriak-teriak di depan rumah orang?" Celoteh tuan andryan pada ayahnya winda.


"Tuan saya minta suruh anak anda untuk bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap anak saya!" Seru ayahnya winda.


"Siapa kamu berani-beraninya mengatur saya?" Cetus tuan andrayan.


"Tuan anak saya hamil, anak anda harus bertanggung jawab atas kehamilan anak saya" tukas tuan andrayan. Tuan andrayan tertawa mendengar ayahnya winda menuntut pertanggung jawaban anaknya.


"Hahahahahaha silahkan kalian sendiri yang menyuruh anak saya untuk bertanggung jawab karna saya tidak akan sudi anak saya menikahi anakmu yang murahan dan matre itu" perkataan tuan andrayan membuat ayahnya winda semakin marah.


Sementara itu alma mendengar kegaduhan di luar rumahnya ia pun keluar melihatnya.


Ibunya winda yang melihat alma keluar ia langsung menghampiri dan memohon agar alma bisa membujuk anaknya agar menikahi winda.


"Nyonya saya mohon! Bujuk anak agar bertanggung jawab atas perbuatannya" ibu winda mengatupkan kedua telapak tangannya di hadapan alma.


Alma dia tak bergeming tak sepatah katapun yang keluar dari mulut alma.


"Nyonya saya mohon nyonya"  kembali ibunya winda memohon.


"Sudahlah sebaiknya kalian pergi dari sini, oh iya bukankah saya sudah memberimu uang kan? agar kamu pergi dari kehidupan kami dan uang yang saya berikan tidak sedikit saya tidak perduli uang itu mau kalian apakan mau kalian menggugurkan anak itu atau kalian mau membesarkannya saya nggak perduli karna saya dan anak saya tidak akan sudi menerima anak yang kamu kandung sebab saya juga tidak yakin kalau itu mutlak anak dari anak saya" tuan andrayan menegaskan pada winda.


Ayah winda kaget mendengar winda di beri uang oleh tuan andrayan ia menatap tajam winda dengan kemelut kemarahan di hatinya yang semakin berkobar.


"Tuan berhenti terus menghina saya dan keluarga saya, saya tau saya salah sudah berhubungan dengan anak anda" winda angkat bicara.


"Bagus kalau kamu menyadari kesalahanmu" timpal tuan andrayan.


"Tuan saya akan ingat sampai kapanpun malam ini, malam dimana anda menghina saya dan keluarga saya, saya pastikan kalian tidak akan bisa hidup tenang setelah anak ini lahir dan dewasa nanti anda akan merasakan akibat dari penghinaan anda ini dan sya sumpahi anda tidak akan memiliki keturunan seorang putra dari untuk meneruskan kerajaan yang anda banggakan itu taun andrayan yang terhormat, saya akan ingat penghinaan anda ini sampai mati" tandas winda ia meluap kan amarahnya terhadap tian andrayan.


"Kamu pikir saya takut dengan acaman perempuan ingusan macam kamu saya nggak perduli saya memiliki keturunan laki-laki atau tidak karna apapun jenis kelamin cucu saya kalau bukan dari wanita murahana saya akan menyayanginya, ingat itu" tukas tuan andrayan, lalu tuan andrayan pergi meninggalkan winda dan orangtuanya ia masuk kedalam rumah.


"Nyonya" ucap ibunya winda lagi.


"Istriku ayok masuk" ajak tuan andrayan.


"Maafkan saya" tiba-tiba kata maaf keluar dari mulut alma.


"Alma!" Kembali tuan andrayan memanggil alma. Dengan segera alma pergi dari hadapan keluarga winda lalu pintupun di tutup.


Sesak yang di rasakan keluarga winda tak menyangka anaknya mau berbuat hina dengan pria anak keluarga kaya raya yang angkuh.


Sekembalinya dari rumah tuan andrayan winda di usir oleh ayahnya semua pakaian winda di lempar keluar rumah.


"Kamu benar-benar anak tidak berguna, tidak tau diri, pantas orang itu menyebutmu murahan bagaimana bisa kamu menerima uang itu, itu sama saja dengan kamu menjual harga dirimu sekarang kamu pergi dari sini jangan pernah datang lagi kerumah ini! sekarang kamu bukan anak saya lagi,pergi! pergi sekarang juga! Dan ini uang hasil penjualan harga dirimu bawa!!" Ayah winda benar-benar marah hati dan pikiranya sudah di kuasai amarah.


"Pak jangan usir anak kita pak" kata ibu winda, memohon agar suaminya mencegah agar anaknya tidak di usir namun ayahnya winda tidak mau mendengar permintaan istrinya.


Winda memunguti semua pakaiannya dan memasukanya kedalam tas yang juga di lemparkan ayahnya, akhirnya windapun pergi.


Beberapa tahun kemudian surya kembali ke indonesia ia telah menjelma menjadi seorang pengusaha muda, surya di berikan kuasa untuk menjalankan bisnis keluarganya, kabar soal kehamilan winda surya  mengetahuinya dari tuan andrayan sendiri  beberapa tahun tahun silam namun tuan andrayan mengatakan pada surya kalau winda menggugurkan kandungannya setelah menerima uang yang di berikannya.


Dari situlah surya kecewa pada winda hingga akhirnya surya memutuskan untuk melupakan winda dan memutuskan untuk tidak memikirkan percintaan dulu.


Setelah 3 tahun barada di indonesia surya bertemu dengan astri gadis cantik anak dari rekan bisnisnya dari sana surya mulai kembali membuka hatinya pada seorang wanita surya jatuh cinta pada astri dan ternyata perasaan cinta surya di sambut hangat oleh astri.


Astri gadis yang sangat baik selama berpacaran dengan surya astri begitu manjaga kehormatannya sebagai seorang wanita, astri seorang wanita terpelajar usianya 7 tahun lebih muda dari surya astri benar-benar cantik parasnya sangat menawan dan kebaikan hati astri dan kelemah lembutannya dalam bersikap membuat surya benar-benar memantapkan hatinya untuk menikahi astri surya berjanji dia akan menjaga astri, hubungan merekapun di setujui oleh kedua orangtua astri maupun surya apa lagi tuan andrayan begitu menyetujui hubungan mereka dan ingin segera menikahkan mereka ketika surya memutuskan untuk mempersunting astri tuan andrayan sangat senang.


akhirnya mereka merekapun menikah. Setelah 2 tahun menikah mereka pun di karunia seorang putri yang sangat cantik yang menjadi kesayangan keluarga andrayan, kehadiran seorang putri di keluarganya adalah sebuah anugrah untuk keluarga itu.


perusahan surya berkembang pesat dari mulai mendirikan stasiun televisi yang di beri nama ATV yang artinya kepanjangan dari andrayan televisi sampai perushaan lainnya semua aset di atas namakan nama anaknya yang bernama syane mutiara andrayan.


Sementara di kota lain seorang wanita di tuntut untuk hidup mandiri tinggal bersama anak yang kini  sudah beranjak dewasa winda mulai mempelajari hidup nya yang penuh kepahitan bertahan hidup di luar kota dengan Jauh dari orang-orang yang dia sayangi dan juga orang yang ia benci.


Dengan mengandalkan uang hasil pemberian tuan andrayan yang ia jadikan modal usaha winda dapat bertahan hidup dan menjadi seorang wanita yang cukup tangguh.


2 tahun setelah dirinya keluar dari rumah orang tuanya ayahnya winda di kabarkan meminggal karna depresi setelah winda pergi ia pun di pecat oleh tuan andrayan sebagai buruh di pabriknya tak hanya itu kabar kehamilan winda mulai menyebar dan yang membuat ayahnya malu hingga depresi berat, banyak yang mengatakan kalau winda hamil oleh anak majikannya karna winda dan keluarganya  sengaja ingin menjebak surya agar menikahi winda agar menjadi orang kaya dan hidup enak tanpa harus susah bekerja kabar tuan andrayan memberikan uang pun banyak rumor yang mengatakan kalau windalah yang meminta uang itu kabar tersebut membuat ayahnya winda semakin depresi dan akhirnya meninggal tak lama kemudian ibunya winda pun meninggal winda membawa adik laki-lakinya untuk tinggal bersama.


Winda yang semakin merasa terpojok saat itu ia bertekad akan membalas sakit hatinya rasa dendam dalam dirinya semakin menyelimuti winda mulai merencanakan balas dendamnya yang di bantu adiknya.


To Be Cintinue