
Syane tersenyum melihat wajah kekasihnya yang baru selsai di introgasi neneknya.
"Kamu jangan memandang aku seprti itu" kata minho, syane tersenyum membuat minho merasa gemas pada kekasihnya yang duduk di samping dia.
Min ho tersenyum pada syane lalu mencium kening syane hilda yang keluar dari kamar melihat adegan dua sejoli itu, hilda sudah terbiasa melihat kemesraan mereka berdua yang dulunya min ho adalah idolanya dan terkesan asing tapi sekarang malah dia terbiasa melihat minho.
"Bu aku berangkat sekarang ya" kata hilda.
"Oke maaf ya lagi-lagi harus kamu yang menghandle semuanya!"
"Iya bu tenang saja" ujar hilda kemudian ia bergegas pergi.
"Kamu nggak kerja sayang" tanya min ho.
"Nggak nenek melarang aku tadinya aku mau kerja karna hari ini aku ada pertemuan penting dengan pemilik perusahaan dari canada yang sengaja datang hanya untuk menemuiku tapi mau gimana lagi presiden melarangku" kata syane minho tersenyum. "Sorry ya neneku memang gitu dia orangnya bawel" ucap syane.
"Gak apa-apa sayang kan dia juga neneku" kata minho. "Kamu cantik sayang" minho memuji syane seraya mengelus rambut syane.
"Sayang aku nggak mau pisah dari kamu!" Kata syane ia menggengam tangan minho.
"Aku juga"
"Tapi apa kita bisa bersatu?"
"Pasti"
"Caranya?"
"Pokonya kita akan bersatu kita akan menikah"
"Tapi kita beda..."
"Kamu jangan khawatir aku akan cari jalan keluarnya" minho menghentikan perkataan syane.
"Ya baik lah aku akan tunggu"
Minho tersenyum lalu syane mengecup bibir minho, sebenarnya minho ingin mencumbu syane jika saja di apartemen tidak ada sang nenek mungkin minho akan mencumbunya seperti biasa dia lakukan setiap bertemu syane.
Syane yang manja padanya membuat minho sebagai seorang pria merasa di butuhkan oleh seorang wanita apa lagi syane di korea tidak ada siapa-siapa lagi selain lani sodaranya yang sudah berumah tangga, hingga sebelum neneknya datang berkunjung ke korea apapun yang syane alami atau keluh kesahkan minho selalu menjadi pendengar yang baik untuk setiap curhatan syane.
Setelah berapa lama ngobrol dengan syane minho berpamitan untuk pulang
Satu tahun kemudian
Hubungan syane dengan minho semakin erat tak ada keraguan lagi dalam diri minho untuk semakin mencintai syane.
Kabar kedekatan minho mulai tercium oleh para penggemarnya karna seringnya minho bertemu syane bahkan kadang minho datang menemui syane di kantornya mereka menghabiskan waktu bersama di sana minho selalu menyempatkan waktu luangnya untuk selalu bersama kekasih tercintanya.
Tak sedikit para karyawan atau stap kantor syane melihat kedekatan syane dan min ho awalnya mereka mengira ada hubungan bisnis tapi makin kesini mereka curiga karna seringnya minho datang menemui syane dan berada cukup lama di ruangan syane bahkan ketika minho berada di ruangannya syane selalu melarang siapapun untuk menemuinya.
Tak hanya itu akhir-akhir ini minho mulai berani mempost kebersamaannya dengan syane meski wajah syane masih di rahasiakan, kadang minho hanya mempost tangan atau bagian belakang tubuh syane saat mereka berpelukan atau melakukan adegan ciuman kadang minho hanya mempost bagian kaki saat berjalan berdua.
Para pans minho semakin heboh banyak di antara mereka yang menghujat dan juga yang mendukung atas hubungan syane dan minho.
Tapi mereka penasaran dengan wanita yang akhir-akhir ini selalu bersama minho kabar kalau syane berasal dari indonesia pun mulai di ketahui para pernggemarnya.
Tak sedikit pula yang mengatakan keberuntungan syane karan di cintai minho yang bukan hanya memeiliki wajah yang tampan tapi minho juga sang aktor yang sudah mendunia.
Sebelum menemui syane, minho terlebih dahulu mengabarinya bahwa dia akan menemuinya syane yang tadinya memiliki jadwal pertemuan dengan orang-orang yang bergabung dengan perusahaannya terpaksa syane membatalkannya karna sang kekasih akan datang ketempatnya bekerja.
Sampai di basman gedung sopir memarkirkan mobil lalu turun untuk membukakan pintu minho, minho yang datang bersama managernya ia di sambut oleh para bodyguard yang sengaja syane suruh untuk mengawal minho saat sampai digedung untuk mencegah para pans panatik minho yang datang kesana, minho sedangkan manager minho memutuskan untuk tidak ikut bertemu syane pulang lebih dulu karna ia pikir jika ikut dengan minho tidak ada gunanya mengingat minho menemui syane tidak kaitan dengan pekerjaannya dan itu hal yang membosankan menurut kim bum.
Minho berjalan masuk ke gedung dengan di kawal beberapa bodyguard suruhan syane sampai di lantai yang di tuju minho berjalan menyusuri koridor para stap dan karyawan syane sudah tidak asing lagi melihat kedatangan minho keperusahaan tempat mereka bekerja semua membungkukan badan ketika melihat minho melintasi mereka untuk memberikan hormat pada minho, minho berjalan dengan santai sambil sesekali ngobrol dengan orang suruhan syane.
Semua yang melihat minho mereka membukukan kepala pada minho tanda kehormatan dan tak sedikit di antara mereka yang membicarakan minho dengan syane karna akhir-akhir ini minho sering kedatangan minho.
"Aku rasa dia ada hubungan khusus dengan bos kita" kata salah satu stap.
"Iya aku rasa begitu" timpal satu lagi.
"Kalau memang iya mereka cocok bos kita cantik minho juga tampan"
"Iya cocok banget"
"Aku setuju kalau sampai mereka pacaran"
"Kalau mereka sampai pacaran aku orang pertama yang mengidolakan mereka"
"Iya bener" kata para stap kantor saling bersahutan setelah minho lewat di antara mereka.
Sampai di ambang pintu ruangan syane orang yang mengawal minho mengetuk pintu ruangan tersebut.
"Masuk!" Seru syane dari dalam setelah pintu terbuka sang bodyguard memberitahukan kalau minho sudah datang.
"Maaf bos tuan minho sudah datang" kata orang syane.
"Iya masuk saja!"
Pengawal mempersulahkan minho untuk masuk dan rupanya di dalam syane sedang bersama empat karyawannya tengah membicarakan seputar pekerjaan mereka.
Syane melihat minho masuk ke ruangannya ia tersenyum syane
"Hi! Tunggu sebentar ya kamu bisa duduk di kursiku gak apapa kan?" Kata syane stelah melihat kekasihnya masuk tapi syane gak ada kursi yang kosong dan mungkin mengajak minho bergabung dengannya di sofa yang tengah di duduki para karyawannya.
Minho tersenyum ia menganggukan kepala dan berjalan menuju kursi kebesaran syane lalu duduk di sana.
Syane memperhatikan syane yang tengah ngobrol dengan para pegawainya termasuk juga hilda sang asisten pribadi syane.
Minho melihat syane yang terlihat begitu tegas dan cerdik dalam menyampaikan apa yang ia harus sampaikan pada semua yang karyawan yang sedang bersamanya.
Selesai dengan urusannya semua karyawan pun keluar dari ruangan syane stelah sempat memberikan hormat dengan membukukan kepala pada minho, setelah keluar mereka saling membicarakan bosnya yang sering kedatangan aktor besar itu.
"Aku rasa bos kita pacaran sama minho" kata salah satu karyawan syane.
"Iya aku rasa begitu"
"Iya mudah-mudahan saja"
Hilda yang mendengar percakapan mereka dia hanya tersenyum karna hanya dia yang tau dari awal perjalanan cinta bosnya lalu hilda masuk keruangannya.
To Be Continue