Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
Bab 35



Nenek alma mulai menceritakan dengan detail kisah percintaan anaknya sebelum bertemu ibunya syane, pada syane cucunya.


Flash back


35 tahun lalu pria bernama surya menjalin cinta dengan seorang wanita bernama wilda semasa kuliah surya begitu di segani karna selain surya dari keturunan orang kaya surya juga memiliki wajah yang sangat tampan.


Hari itu pulang kuliah ternama di jakarta meskipun surya anak orang kaya lulus SMA surya memilih untuk kuliah di  jakarta dan menolak untuk kuliah di luar negri mesko saat itu ayahnya meminta surya melanjutkan studynya di jerman namun surua menolak dengan alasan ia tidak mau pisah dengan geng yang mereka namai geng 4G karna menurutnya anggota gengnya sudah bagaikan sodara.


Di kampus surya menyukai satu perempuan dari sekian banyak perempuan yang menyukainya.


"Sur bukannya itu winda?" Salah satu teman surya yang bernama andri menunjuk seorang wanita yang berjalan hendak melewati mereka, surya pun menoleh.


"Winda aa surya kangen nih!" Goda salah satunya lagi teman surya, surya tersenyum winda pun membalas senyuman surya karna memang winda pun menyukai surya dan berharap surya menjadikannya kekasih.


Winda berusaha agar terlihat biasa di depan surya dan teman-temannya winda berjalan melewati geng tersebut hingga agak menjauh namun surya memangginya dan menghampirinya.


"Win!" Panggil surya, winda pun berhenti lalu menoleh ke belakang dan mendapati surya yang tengah berdiri di belakangnya.


"Ada apa?" Tanya winda dengan jantung berdebar.


"Win nanti malam aku boleh kerumah kamu nggak?" Tanya surya.


"Untuk apa?" Tanya winda.


"Aku mau ngajak kamu keluar bisakan?"


"Harus malam?"


"Iya soalnya kalau siang aku banyak tugas, bisa kan"


"Ya udah datang aja!"


"Oke nanti kerumah kamu" winda tersenyum ia merasa senang pria idamannya mau main kerumahnya.


Malamnya.


Ternyata benar surya datang kerumah winda rumah seorang wanita yang sudah lama di taksir surya, winda bukan berasal dari orang kaya keluarga winda terbilang biasa saja rumahnya pun masih bangunan tua yang sudah lama tidak di renovasi ayah winda hanya seorang buruh pabrik  winda kuliah pun karna mendapat bea siswa sebagai lulusan siswa terbaik di sekolah sebelumnya.


Surya datang kerumah winda dengan membawa mobil mewah pada jamannya, surya terlihat sangat tampan hati winda berbunga-bunga ketika melihat pujaan hatinya benar-benar datang kerumahnya.


Surya minta ijin pada orang tua winda untuk mengajaknya keluar malam itu, surya mengajaknya makan di sebuah restoran mewah surya juga membawa winda ke gedung bioskop dan kebetulan filmnya sangat romantis.


Winda dan surya begitu meresapi adegan yang tengah mereka tonton surya yang melihat winda yang begitu serius dengan filmnya surya menatap winda, sadar kalau dirinya tengah di perhatikan pria di sampingnya winda pun balasa menatap surya.


"Ada apa?" Tanya winda gugup.


"Cantik" puji surya.


"Siapa"


"Kamu siapa lagi? Kan kamu sedang aku pandangi" pujian surya membuat pipi winda memerah.


Surya terus memandangi winda dan tiba-tiba surya mendekatkan wajahnya ke wajah winda hinga akhirnya bibir winda berhasil di raih bibir surya, perpagutan dua pasang bi**r pun terjadi disana kebetulan kursi yang mereka duduki berada di pojok dan cukup jauh daru layar membuat keadaan gelap sehingga apa yang mereka lakuka  tak di sadari penonton lain.


Sebelum film selesai surya mengajak winda pulang tapi sebelum sampai ke rumah surya memarkirkan mobilnya di tepi jalan lalu melanjutkan aksinya di dalam mobil hingga kepera****n winda berhasil di renggut surya saat bermain di dalam mobil yang tumpangi mereka berdua tanpa memperdulikan gerakan mobil yang di curigai orang yang melintas.


Siangnya surya kembali bertemu dengan winda di kampus dan kali ini kebetulan jadwal kuliah winda dan surya selesai surya mengajak winda untuk pulang bersama.


"Sayang bagaimana masih sakit?" Tanya surya menanyakan *** nya bekas milik surya.


"Nggak udah nggak terlalu"


"Sayang kita mampir kesana sebentar ya!" Ajak surya menunjuk sebuah penginapan.


"Untuk apa?" Tanya winda.


"Kamu kan sekarang sudah jadi miliku, meski berkali-kali sama saja kan aku sudah mendapatkannya" kata surya, sambil memarkirkan mobilnya ke halaman penginapan.


"Bagaimana kalau aku hamil?"


"Aku akan bertanggung jawab karna aku mencintaimu"


Sampai di dalam surya memesan satu kamar untuk mereka berdua.


Di dalam surya lansung memangsa winda yang memang hari itu terlihat seksi dengan pakaian peminim yang di kenakannya.


Semakin lama mereka menjalin hubungan suami istri semakin berani melakukan hubungan di luar baras, tak hanya sekali winda dan surya sering melakukan hubungan intim kelakuan nya pun di ketahui oleh geng 4G bahkan sudah bukan menjadi rahasia lagi di kalangan para sahabatnya


Sayangnya saat winda hendak memberitahukan tentang kehamilannya pada kekasihnya, surya hari itu sudah pindah ke jerman atas paksaan ayahnya karna sang ayah sudah mengetahui hubungan surya dengan winda, ayah nya surya tidak menyukai kedekatan surya dengan winda karna menurutnya winda bukan orang baik sebab ayahnya surya mendapat berita kalau surya sudah melakukan hubungan di luar batas dengan winda.


Sayangnya yang di temui sudah terlanjur pergi di rumah itu hanya ada ayahnya surya yang bernama tuan andrayan seorang pria miliarder dan sukses pada masanya harta kekayaan milik keluarga surya terdapat di mana-mana termasuk pabrik karet tempat ayahnya winda bekerja, tuan surya begitu di segani.


Winda bertemu dengan tuan andrayan ia di panggil keruang tengah tempat tuan andrayan dan alma istri tuan surya duduk bersantai.


Setelah bertemu dengan tuan andrayan dan tau kalau surya sudah tidak ada di indonesia mau tidak mau winda harus beritahukan soal kehamilannya pada orang tua andrayan namun sayangnya ayah tuan andrayan bukan nya senang akann segera memiliki cucu tapi justru malah menyuruh wina agar menggugurkan kandungannta, tuan andrayan memberikan segepok uang untuk biaya penggugurannya tentu saja perasaan winda sangat hancur bak dihujam batu besar winda mulai menangis, winda merasa di hina.


"tidak om saya tidak mau menggugurkan anak ini" kata winda seraya berderai air mata.


"lalu apa yang mau kamu lakukan? Mau membuat anakmu itu terlahir kedunia dan mebesarkannya sendiri? karna anak saya gak mungkin menikahi kamu!" tandas tuan andryan dengan angkuhnya sedangkan alma hanya di tak memberikan pendapat apapun karna dia sendiripun merasa hancur dengan mendengar pengakuan winda kalau dia telah hamil mengandung anak semata wayangnya.


"tapi om surya janji kalau dia akan bertanggung jawab" winda kekeh.


"tanggung jawab seperti apa?"


"surya pernah bilang kalau aku hamil kami akan mengurus anak kami sama-sama" tegas winda.


"terus kamu percaya? Bodoh kalau kamu percaya?" Umpat tuan andrayan, winda menangis tersedu ia mulai memohon agar dirinya bisa  bersatu dengan pria setengah baya di hadapannya winda mulai berlutut memohon agar tuan andrayan membiarkan surya untuk bertanggung jawab dengan perbuatannya.


"dengar baik-baik sampai kapan pun anak saya gak akan menikahi kamu, saya kasih tau kamu, kalau jadi perempuan itu harus mahal bisa menjaga diri, jangan mau di sentuh sembarang pria hanya karna ucapan manis, apa karna kamu melihat anak saya punya segalanya" ucapan tuan andrayan semakin menyakitkan winda dia menganggap winda sebagai wanita murahan yang matre hingga mau menyerahkan harga dirinya hanya karna harta.


Sementara tuan andarayan berbicara dengan winda alma istri tuan andrayan hanya menjadi pendengar, alma sebenarnya merasa kasihan pada winda tapi alma juga tidak punya pilihan lain alma juga tidak mau anaknya sampai menikah muda dan memiliki anak karna mereka pikir masa depan surya masih panjang masih banyak yang harus di lakukan demi masa depannya.


Lagi lagi tuan andrayan memberikan uang pada winda kali ini langsung mengepalkannya ke tangan winda.


Winda yang masih berlutut ia benar-benar merasa sangat di hina perbuatan tuan andrayan dan istrinya akan selalu di kenang sampai kapanpun winda mengambil uang yang di berikan tuan andrayan namun ia tidak akan menggugurkan kandunganya.


Winda pulang dengan membawa luka yang begitu perih winda berjalan kaki menapaki jalanan yang malam itu tengah hujan lebat winda berjalan di tengah guyuran hujan winda terus menangis hingga akhirnya winda sampai di rumahnya, kebetulan saat itu orang tua winda tengah menunggunya melihat anaknya yang datang dengan basah kuyup winda dengan segera orang tuanya mendekati orang tua winda menyuruhnya untuk mengganti pakaiannya, tapi sebelum mengganti pakaiannya winda memutuskan untuk mengatakan soal kehamilannya pada orang tuanya.


Mendengar anaknya hamil di luar nikah tentu saja orang tua winda pun marah besar.


"Maafkan aku pak bu maafkan winda"


"Dasar anak kurang ajar kamu mempermalukan orang tua" kata ayah winda.


"Pak maafkan winda pak!"


"Kami harus mendapatkan hukuman atas perbuatanmu" ujar ayah winda, ayah winda pergi kedapur mengambil sebilah bambu dari belakang rumahnya "Buk buk buk" winda di pukuli ayahnya.


Winda menahan sakit dari pukulan ayahnya ia mengusap setiap bekas cambukan ayahnya.


Ibunya berusaha menghentikan suaminya yang seolah kerasukam saking kesalnya pada anaknya.


"Sudah pak sudah" pinta ibunya winda, mendengar suara gaduh adik laki-laki winda yang tengah tertidur pun bangun ia melihat winda yang di pukuli ayahnya adik winda mengintip dari balik tembok.


"Biarkan bu biarkan aku memukulnya dia sudah mempermalukan kita" tandas ayah winda.


"Pak!" Seru ibu winda kemudian merebut bambu yang gunakan untuk memukul anaknya, lalu mengajaknya untuk menjauh dari winda untuk menenangkannya ayah winda duduk di kursi dengan napas ngosngosan masih menahan amarah.


"Winda siapa yang menghamilimu" tanya ibunya winda, winda tak langsung menjawab ia diam sejenak.


"Siapa? katakan! Atau kamu mau aku bunuh sekarang juga" timpal ayah winda.


"Surya" jawab winda.


"Surya? Surya anaknya tuan andrayan?"


"Iya"


"Kurang ajar dia harus bertanggung jawab dengan perbuatanya aku harus segera kerumahnya bagaimanapun juga anaknya harus menikahi anak kita" kata ayah winda yang masih di liputi kemaraha.


"Nnggak bapak, surya nggak ada disini"


"Lalu"


"Surya kejerman untuk melanjutkan kuliahnya"


"Apa? Lalu bagaimana dengan kamu" kata ibunya winda, tak ada jawaban dari winda hanya isak tangis yang terdengar.


"Dia harus bertanggung jawab aku akan mendatangi rumah tuan andrayan agar anaknya mau bertanggung jawab, ayahnya winda kemudian pergi untuk menemui tuan andrayan malam itu juga winda dan ibunya melihat ayah winda pergi mereka pun mengikutinya.


To Be Continue