Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
BAB 23



Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, perpisahan bukan berarti menghilangkan segalanya.


Seorang pengusahan wanita muda kini kembali ke negaranya negara yang penuh kenangan tentang kehidupannya bersama orang tuanya negara yang juga menyimpan kepahitan ketika harus menerima kenyataan kalau ia di tinggal oleh orang tua tercintanya namun di negara itu juga yang pertama kali sang pengusaha menapakan  kakinya tak sedikit juga kenangan indah yang ia dapat di sana.


Syane dan asistennya hilda kembali ke indonesia meninggalkan negri ginseng tempat dimaana sang kekaksih yang sangat ia cintai berada,  sebelum berangkat sebelum nya nyonya hye hoon memberikan sepasang cincin berlian yang indah agar di oakai syane dan anaknya minho tijuannya unt7k mangikat tali cinta mereka sebelum resmi menjadi sepasang suami istri, saat mengantar ke bandara nyonya hye hoon terlihat begitu berat melepas syane yang akan kembali menetap di indonesia.


Nyonya hye hoon sudah menganggap syane seperti  anaknya sendiri ia menangisi syane sambil memeluknya saat di bandara, begitu juga minho namun minho tak menunjukan kesedihannya seperti apa yang di lakukan ibunya ia berusaha tenang karna minho bertekad jika ia kangen dengan kekakasihnya minho akan langsung menemuinya kapanpun ia merasa kangen pada syane meski setiap hari ia akan mersasa kerinduan itu akan selalu datang.


syane memutuskan untuk menetap di indonesia setelah memastikan perusahaannya di korea berkembang dan berjalan dengan baik namun keputusannya kembali ke indonseia bukan berarti ia meninggalkan segalanya karna sebagai pemilik perusahaan syane akan sering bolak-balik jakarta seoul, bahkan kenegara lain yang menjalin hubungan bisnis dengannya.


[●]


Enam bulan sudah syanen berada di indonesia ia mengurus semua perusahaannya yang berjalan berjalan dengan baik tak d8 ragukan lagi syane yang seorang pengusaha muda akan selalalu berhasil dengan segala bisnisnya.


Selama enam bulan ia berada di indonesia minho tak pernah lupa menguhunginyaenanyakan kabar tentang syane begitu juga syane, bahkan minho sering datang ke jakarta hanya untuk menemui syane tanpa ada orang yang tau tentang kedatangannya  ke indonesia selain sang manager dan juga asisten pribadinya sampai di jakarta minho akan di sambut oleh orang suruhan minho.


Separti hari ini minho pergi ke indonesia untuk menemui syane tapi kali ini tanpa sepengetahuan syane.


Sampai di bandara seperti biasa ia mengenakan berbagai atribut untuk menyembunyikan identitasnya meski petugas bandara tau siapa yang datang ke indonsia namun mereka memilih untuk pura-pura tidak tau meski mereka sempat bertanya namun minho dengan segera menampik kalau dirinya bukan aktor seperti yang mereka kira untuk menghindar.


"Maaf bos kita mau mneginap di mana?" Tanya sang manager pada minho saat sudah sampai di bandara.


"Kita akan langsung hotel nuansa indah" jawab minho, saking seringnya minho datang ke indonesia minho mulai tau tentang indonesia bahkan jalan yang mereka lewati pun minho mulai hapal.


Minho memesan taksi melalui aplikasi di ponselnya layaknya orang indonesia sampai di hotel ia merebahkan badan di kasur dengan menyenderkan bahunya kekpala ranjang lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celana minho melakukan panggilan vidio call ke nomor ponsel syane.


Tak perlu menunggu lama syane mengangkat panggilan tersebut.


●syane●


"Ya sayang" sapa syane di layar ponsel namun syane terlihat sibuk terlihat ia hanya menoleh sekali pada layar ponselnya yang di mana wajah minho terlihat jelas dan sedang menatap syane.


●minho●


"Kamu sibuk sayang?"


●syane●


"Nggak juga" syane menatap wajah kekasihnya.


"Kamu sedang apa? Kamu gak ada shooting hari ini?"


●minho●


"Kan kemarin aku udah bilang kalau dua minggu kedepan aku free"


●syane●


"Oh iya lupa, terus sekarang santai dong ya? Eh tunggu kamu sedang dimana?"


●minho●


●syane●


"Kamu di jakarta?" Repleks syane berdiri ketika ia melihat tulisan di kepala ranjang yang bertuliskan nama hotel yang kini minho sewa.


●minho●


"Kata siapa?"


●syane●


"Sayang hotel itu milik kelurganya lani istrinya--"


●minho●


"Ah sial" minho mengumpat dirinya sendiri karna ia tidak tau kalau ada tulisan nama hotel di dekatnya karna tadinya minho ingin membuat kejutan untuk syane dengan datang kerumahnya langsung.


●syane●


"Aku kesana sekarang" syane dengan segera menutup laptop dan pergi menuju hotel tempat kekasihnya menginap.


Syane turun dari gedung dengan terburu-buru ia tak memperdulikan para karyawan nya yang menyapa syane tak sedikit dari mereka yang bertanya-tanya tentang kepergian syane yang terkesan buru-buru seolah ada sesuatu yang urgant.


Sampai di hotel syane menanyakan nomor kamar yang di boking minho atas nama manager minho, pihak hotel memberitahukan setelah mendapat persetujuan pihak atas nama penyewa selain itu pihak hotel juga tau siapa syane dan seberpengaruh apa dia di indonesia.


Syane membunyikan bell di pintu kamar hotel yang di tempati minho pintupun di buka oleh sang manager yang kebetulan juga tengah berada di kamar minho untuk membereskan barang bawaan minho.


Syane melihat kekasihnya yang tengah duduk di tepi ranjang dengan pakaian casualnya dan tentunya dengan karismanya yang begitu mempesona.


Minho tersenyul setelah melihat kekasihnya di ambang pintu, syane langsung berlari dan memeluk minho dengan erat tentu saja minho membalas pelukan syane kerinduan di antara mereka tak dapat di bendung dan kini mereka berdua saling bertemu dan melapas easa kangennya.


Sang manager dan asisten pribadi minho meninggalkan mereka berdua di kamar hotel dan pergi kamar masing.


Malam itu syane menginap di kamar hotel yang di tempati minho, meski mereka tidur satu kamar di atas ranjang yang sama namun tidak pernah terjadi apapun yang akan menrenggut kehormatan syane karna minho tetap menjaga agar tak merusak orang yang di cintainya begitu juga syane ia tak akan melepaskan yang peling berharga dalam dirinya meski pada orang yang di cintainya sebelum ada ikatan tali pernikahan.


Minho hanya mencium bibir syane seperti apa yang biasa ia lakukan ketika berada di korea, lalu mereka tidur setelah mengobrol. minho membawa syane kepelukannya ketika syane sudah tertidur lelap.


Esok pagi


Syane meminta pihak hotel memindahkan minho ke kamar vvip mengingat saat ini minho menempati kamar biasa karna minimnya pengetian bahasa saat minho memesan kamar hotel.


Dari sana kedatangan minho mulai di ketahui oleh para penggemarnya syaneerintah beberapa bodyguard untuk menjaga minho soal kedakataj syane mulai di pertanyakan oleh semua yang mengidolakan minho tak sedikit orang yang menghujat dan juga mendukung syane.


Soal kepergian minho ke dari korea ke indonesia pun mulai santer di perbincamgkam masyarakat korea, ada apa? Kenapa? Dan ada perlu apa minho pergi ke indonesia? Semua jadi pertanyaan mereka dan ada yang menarik para pemgamat pans panatik minho saat syane dan keluarga minho pulang berlibur di pulau jeju syane terekam kamera saat berjalan mendahului minho namun saat itu tak pemberitaan tentang syane dan minho dan mereka menganggap kalau saat itu syane hanya orang biasa yang tak sengaja lewat di depan kamera.


To Be Continue