Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
Bab 34



Beberapa hari berlalu


Minho masih di amerika minho tengah membicarakan tentang kekacauan di perusahaan syane, diam-diam minho menyewa ditektif handal dari korea yang bergabung dengan detektif amerika untuk menyelidiki ke janggalan di perusahaan syane tanpa sepengetahuan syane.


Setelah mengantar syane kesebuah pertemuan dengan rekan bisnisnya minho meminta injin untuk menemui kim bom dan yeu jeong di suatu tempat di sana rupanya bukan hanya dua orang kepercayaan akan tetapi beberapa orang di tektif suruhan minho pun tengh berada di sana, tak hanya itu minho pun menyewa orang IT untuk melacak gerak-gerik orang yang di curigai minho dan syane.


"Bagaimana apa kalian sudah menemukan  apa yang saya dan istri saya curigai di perusahaan?" Tanya minho.


"Sudah bos, ini bos bukti-bukti nya" salah seorang suruhan minho menyodorkan beberapa lembar kertas pada minho.





Minho tersenyum senang ketika memeriksa hasil kerja para anak buahnya.


"Bagus sekarang mereka tidak bisa mengelak lagi, aku harus segera menunjukan bukti-bukti ini pada syane" kata minho ia benar-benar merasa senang dan puas dengan hasilnya.


"Bos anda harus tau apa motif dia menghancurkan perusahaan istri anda?"


"Apa?" Tanya minho.


"Ternyata orang yang ada di belakang


mr,jason's, memiliki dendam terhadap mertua anda dan hasil telusuran kami orang tersebut masih berhubungan darah dengan istri anda, tak hanya itu bos, kalau kita membiarkannya dia juga akan menghancurkan perusahaan istri anda yang lain termasuk perusahaan televisi swasta yang ada di indonesia karna yang kami tau target sekarang adalah stasiun televisi" mendengar penuturan anak buahnya minho kaget dan yang lebih membuatnya kaget lagi ketika mendengar yang akan menghancurkan perusahaan syane masih memiliki hubungan darah dengan syane, sedangkan yang minho tau syane anak tunggal ia tidak memiliki kakak atau pun adik, minho diam beberapa saat sebelum akhirnya ia beranjak dari tempat duduk stelah melihat jam yang melingkar di tangannya dan menunjukan waktu untuk menjemput syane.


"Oke kita ketemu lagi nanti aku harus segera menjemput istriku"


"Baik bos"


Di perjalanan minho masih memikirkan apa yang di dapat dari infomasi para anak buahnya.


"Hubungan darah??? Berarti masih keluarga andrayan?! Tapi yang aku tau syane anak tunggal" gumam minho dalam hati.


"Bos apa gak sebaiknya kita segera menangkap orang itu?" Tanya kim bom membuyarkan lamunan minho.


"Iya kita harus segera menangkap orang itu, kita akan menyerahkan semua bukti ini pada kepolisian" ujar minho.


"Kita harus ketemu syane dulu" kata minho.


Tak lama mereka sampai di tempat syane mengadakan pertemuan dengan rekan bisnisnya dan kebetulan rekan bisnis syane sudah tidak berada di tempat.


"Sayang udah selesai?" Tanya minho pada sang istri yang tengah membereskan beberapa berkas dan juga laptop ke dalam tas nya di sana syane tidak sendiri tapi juga di temani hilda dan dua stap kantornya.


"Eh sayang, sudah kok yuk kita pulang!" Ajak syane, syane hendak berdiri namun di cegah oleh minho.


"Tunggu sayang, aku mau ngomong sesuatu" minho menahan lengan syane yang hendak berdiri, Syane mengernyitkan alisnya merasa ada yang aneh dari apa yang akan di sampaikan oleh suminya merasa nada bicaranya tidak seperti biasanya.


"Apa sayang? Apa ada masalah?" Tanya syane.


"Hilda kalian bisa dulua minta di antar sopir yang tadi bersama kami nanti istri saya pulang sama saya!" Seru minho pada hilda karna di gak mau kalau sampai orang lain tau tentang pembicaraannya sekalipun itu orang kepercayaan syane.


"Iya baik, saya duluan ya bu" pamit hilda.


"Iya hati-hati ya" sahut syane, syane kembali memandang suaminya dengan penuh rasa penasaran dengan mendengar nada bicaranya. "Ada apa sayang?" Syane bertanya lagi pada minho.


Minho duduk di kurs samping syane begitu juga dua orang yang bersama minho mereka menduduki kursi yang yang tadinya menjadi tempat orang yang bersama syane, sedangkan para bodygurd yang mengawal minho ia suruh menunggu di luar restoran.


"Sayang, apa selain kamu ada lagi anak ayah sama bunda?"


"Nggak ada, aku kan anak tunggal memangnya kenapa sayang?"


Lalu minho meminta berkas dari kim bom


"Coba kamu baca ini" minho mnyerahkan beberapa lembar berkas pada syane dan juga poto seprang pria berwajah tampan jika di lihat seksama hampir mirip dengan syane.


"Siapa orang ini? Dan ini dari mana?" Syane semakin penasaran.


"Maaf sayang aku tidak memberitahukan ini sama kamu, selama aku di  sini aku menyewa detektif dari korea yang bergabung dengan detektif emerika aku sengaja menyewa mereka karna aku nggak mau melihat kamu terus kepikiran soal penghianat itu sedangkan kamu tidak segera membuatnya di tangkap, kalau di biarkan dia akan semakin leluasa menyerang dan menghancurkan perusahaan kamu yang lain! karna target dia sekarang perusahaan peninggalan ayah kamu itu ATV!" Jelas minho.


"dalang yang akan menghancurkan perusahaan kamu, dia sengaja memasukam mr,jason's ke perusahaanmu sebagai manager pengembangan di perusahan makanan ringan milik kamu itu agar dia bisa menghancurkan perusahaanmu" jelas minho.


"Berarti dia merencanakan ini sudah  lama! mr,jason's bekerja dengan perusahaanku dari dua tahun lalu dan perusahaanku menerima dia bekerja karna rekomendasi dari silla" kata syane.


"Silla? Silla teman kamu itu?" Tanya minho.


"Iya"


"Gawat sayang! aku rasa temanmu ada hubungannya dengan semua ini" tukas minho.


"Maksudnya? aku nggak ngerti" syane memelankan suaranya karna takut di dengar orang lain.


"Sayang kamu tau? orang yang ada di poto itu kakak kamu!" minho.


"Apa? Jangan ngaco? Aku nggak mungkin punya kakak karna yang aku tau sejak kecil hanya aku anak ayah sama bunda" tukas syane.


"Sayang dulu ayahmu pernah memiliki anak dari wanita lain sebelum menikah dengan bunda"


"Nggak! nggak mungkin aku anak satu-satunya anak mereka kalau aku punya kakak aku pasti tau" syane kekeh.


"Sayang!" Minho.


Dengan segera syane beranjak dari tempat duduk ia sudah tidak sabar ingin segera bertemu neneknya untuk menanyakan kebenaran yang di dengar dari minho.


"Sayang kamu tenang dulu! Jangan dengan emosi pada nenek" minho berusaha menenangkan.


"Tapi aku harus dengar langsung dari nek karna nenek pasti tau soal ini" kata syane.


"Iya tapi cara bicara kamu sama nenek harus baik-baik gak boleg emosi"


"Sudahlah sayang aku harus segera menemui nenek"


"Iya, tapi kamu janji dulu gak pake emosi? Kalau nggak mending kita gak usah menemui nenek"


"Tapi sayang"


"Ya sudah kita gak usah pulang"


"Ya udah iya iya" syane memonyongkan bibirnya.


"Ya sudah kita pulang tapi sebelum kita pulang pesankan aku makan dulu! Aku lapar sayang sambil menunggu perasaan kamu benar-benar tenang" minho kekeh.


"Ya sudah aku pesankan dulu"


"Gitu dong" minho mencubit pelan hidung syane.


Selesai makan merek pulang ke rumah berikut dua orang keperàcayaan minho dan juga para bodyguard.


Sampai di rumah syane lansung masuk kekamar kemudian membersihkan tubuhnya dengan mandi bersama minho setelah merasa bersih dan terasa segar  syane keluar dari kamar untuk menemui nenek alma dengan di temani minho.


Syane membawa berkas dan beberapa poto yang di duga kakak syane.


Syane mencari neneknya kebetulan nenek alma tengah bersantai di ruang keluarga.


"sayang kalian sudah pulang? Sini sayang temani nenek!" Ajak nenek alma menepuk sofa di sampingnya.


"Kalian pasti cepek nenek tadi membuat makanan sebentar nenek ambilkan" kata nenek alma namun di cegah oleh syane.


"Gak usah nek, nek sini deh mau ada yang syane tanyakan sama nenek!" Syane.


"Apa sayang? Kamu mau nanya apa?" Nenek alma.


"Nek apa ayah dulu pernah mencintai wanita lain selain bunda?" Mendengar pertanyaan cucunya nenek alma merasa aneh.


"Kenapa memangnya sayang?"


"Jawab aja nek apa ayah pernah berhubungan dengan wanita lain sebelum menikah dengan bunda?" Lagi lagi syane bertanya.


"Sayang semua orang pasti pernah ada pemilihan sebelum akhirnya menemukan yang terbaik seperti ayahmu sebelum menemukan bundamu sebagai istrinya menurut ayahmu bunda kamu lah yang terbaik makanya dia memilih bunda kamu untuk di nikahi, seperti suami kamu pasti pernah berhubungan dulu dengan yang lain sebelum akhirnya menemukan kamu yang terbaik untuknya, iya nggak?" ujar nenek alma.


"Aku tau itu nek tapi apa ayah pernah memiliki anak dari wanita lain?" Nenek alma mengerutkan dahinya.


"Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu pada nenek?"


"Nek tau nggak orang ini?" Syane menunjukan poto yang di bawanya pada nenek alma.


Nenek alma meraih poto yang di sodorkan syane.


"Ini photo siapa sayang? kenapa menunjukannya pada nenek?"


"Itu anak ayah yang artinya itu kakak syane"


"Apa?" Nenek alma merasa kaget dengan apa yang katakan syane nenek alma melepar photo tersebut ke meja nenek alma refleks langsung berdiri melihat neneknya berdiri syane pun mengikutinya sedangkan minho berusaha menenangkan istrinya.


"Nek pasti nenek tau kan?"


"Tau apa?"


"Soal ini!"


"Nggak nenek nggak tau"


"Nek aku yakin nenek pasti tau kan nek!"


"Nggak, nenek nggak tau" nenek alma kekeh namun syane tidak percaya kalau neneknya tidak tau dari cara bicaranya pada syane nenek alma terlihat gugup seolah menyimpan sesuatu


"Nek sampai kapan nenek mau menyimpan rahasian pada syane? Syane sudah dewasa nek, usia syane udah 27 tahun syane sudah menikah, nenek tau gak? Orang yang Menghancurkan perusahaanku dia orang nya karna dia memiliki dendam pada kita mungkin karna merasa nggak di anggap sama kita"


"Dari mana kamu tau?"


"Minho menyewa detektif dari korea dan menyelidikinya, semua hasil dari penyelidikan mereka" tukas syane.


"Sayang kamu meskipun surya punya anak  dari wanita lain tapi cucu nenek cuma kamu satu-satunya!" Ucap nenek alma seraya meraih kedua pipi syane.


"Nek nggak bisa gitu! kalau benar pria ini anak ayah berarti dia juga cucu nenek kakak aku juga meski beda ibu" kata syane.


"Nek kumohon katakan padamu katakan yang sejujurnya" pinta syane.


"Baiklah" nenek alma kembali duduk lalu di ikuti syane dan juga minho kembali duduk di tempat semula.


To Be Continue