
^^^Flash back off^^^
Syane mendengarkan cerita masa lalu yang di ketahui neneknya sambil berderai air mata ia mendengarkan cerita cinta yang di alami wanita bernama surya yaitu ayahnya syane yang kini sudah meninggal.
Ia merasa kasihan pada wanita bernama winda ia pikir hidup pasti sangat terpuruk.
"Nek kenapa waktu itu nenek membiarkan kekek berbuat seperti itu? Kenapa nenek tidak membantu ibu winda itu?" Kata syane.
"Nenek tidak bisa sayang karna saat itu pemikiran nenek tidak sedewasa kamu sekarang, nenek seorang wanita yang sangat polos apapun yang dilakukan suami nenek harus mendukungnya" ujar nenek alma.
"Nek bukankah kemarin nenek bilang kalau nenek harus mencegah suamiku jika ia berbuat kesahanan dan harus mengingatkannya kalau yang di lakukannya salah" tukas syane.
"Iya sayang, karna itulah kakek mu sebelum meninggal ia menyadari kesahannya kakekmu ingin meminta maaf pada wunda dan keluarganya namun sudah terlambat wunda sudah menjadi wanita yang berhati batu" kata nenek alma.
"Jadi kakek sempat menemui winda dan tau kalau kakek punya cucu laki-laki?" Tanya syane.
"Iya bahkan ayahmu pun tau, tapi ayahmu tidak mau mengakuinya karna sebelum berangkat ke jerman ayah mu sempat datang kerumah kosan temannya dan ayahmu melihat winda tengah berhubungan intim dengan temannya dari situlah ayahmu setuju untuk pergi kerjerman ayahmu merasa di khianati oleh kekasihnya dan juga temannya sendiri" nenek alma menuturkan.
"Jadi ayah di khianati?"
"Iya"
"Aku jadi bingung sekarang harus bingung atau kasihan" syane menyenderkan punggunya pada sofa yang didudukinya sambil memanyunkan bibir, minho yang sedari tadi tidak berkomentar ia tertawa kecil melihat tingkah istrinya.
"Sayang kalau kamu bingung dengan kisah masa lalu ayah sebaiknya gak usah dipikirin sekarang fokus saja pada rencana kita untuk menangkap orang yang akan menghancurkan perusahaanmu.
"Tapi sayang aku bingung orang ini..." syane menunjuk photo di atas meja. "Orang ini benar kakaku atau bukan? Nek kenapa bu winda itu tidak meminta tanggung jawab temannya ayah juga, kan dia ikut menikmati juga" kembali minho tertaw kecil kali ini nenek alma pun tersenyum mendengar cucunya beceloteh.
"Ikut menikmati, memangnya pepes ikan?" Kata nenek alma.
"Ya maksudnyaa...!? Itulah" syane menggauruk kepalanya yang tak merasa gatal.
"Katanya sih sempat cuman teman ayah kamu juga nggak mau bertanggung jawab sebab saat temannya ayah kamu melakukan itu, winda sudag nggak perawan dan dia juga tau winda sering melakukan hubungan intim dengan ayah kamu" jelas nenek alma.
"Emmmhhhh kenapa bu winda begitu ya??? Mau aja lagian maksudnya sama ayah mau sama teman ayah mau jadi gitu kan? Sayang aku masih perawan kan waktu pertama kali kita berhubungan?" Syane bertanya pada minho di depan nenek alma membuat minho malu pada nenek alma. "Nggak apapa bilang aja biar nenek juga tau kalau aku waktu nikah sama kamu aku masih virgine soalnya dia suka nuduh-nuduh mulu kalau aku melakukan itu sama kamu sebelum nikah" tandas syane.
"Nahh iya bener dia masih perawan kan waktu nikah sama kamu?" Nenek alma menimpali.
"Iya nek dia masih perawan aku mendapatkan setelah kita menikah dia paling pintar menjaga diri" jawab minho.
"Cucu nenek" nenek alma menarik bahu syane memeluknya lalu mengelus kepala syane, tiba-tiba ponsel minho berdering ia mendapat kabar kalau mr,jason's sudah berada di kantor polisi bersama teman yang bersekutu dengan nya.
"Sayang mereka membawa mr,jason's ke kantor polisi dia sedang di introgasi" minho memberitahukan kalau anak buahnya sudah di bawa ke kantor polisi.
"Ya sudah kita kesana sekarang!" Ajak syane.
"Iya" minho.
"Nek kita pergi dulu"
"Iya hati-hati sayang!"
Syane dan minho pun pergi nenek alma tersenyum melihat ke kompakan suami istri tersebut.
Sampai di kantor polisi syane langsung menemui mr,jason's yang baru selesai di introgasi pihak kepolisian.
"Bu saya minta maaf bu" kata mr,jason's dengan mengatupkan kedua telapak tangannya syane belum berucap ia menatap wajah mr,jason's sebelum akhirnya syane mengatakan sesuatu.
"Saya tidak menyangka anda akan berbuat jahat pada saya, apa yang saya pernah lakukan pada anda sehingga anda menjadi pemghianat? dan membantu orang lain yang ingin berbuat jahat pada saya" syane berkata dengan lembut.
"Maaf kan saya tapi saya hanya di suruh"
"Siapa yang menyuruhmu?"
"Saya tau kamu ada menyuruhmu ini kan orangnya?" Mr,jason's menatp photo yang di perlihatkan syane.
"Bukan, bukan orang itu yang menyuruh saya tapi nona silla" sangat mengejutkan ketika Mr,jason's mengatakan kalau yang menyuruhnya adalah silla yang tak lain sahabat syane sendiri.
"Kamu jangan berbohong! Dan menuduh sahabat saya sekongkol dengan mu!"
"Iya bu" seseorang muncul dari belakang syane seorang detektif suruhan minho. "Dia memang sekongkol dengan silla tim kami beghasil meretas internet nona silla.
"Jadi benar? Silla bersekongkol dengan dia?"
"Iya bu, dan nama dia bukan Mr,jason's, dia bernama soni ridwan asal indonesia seorang mahasiswa amerika yang di DO karna sering melakukan kesalahan" sang detektif menjelaskan.
"Lalu Mr,jason's?"
"Silla aku nggak menyangka dia berbuat seprti ini untuk apa dia belakukan ini?"
"Ada dalang nya sayang di belakang orang-orang ini" kata minho.
"Nona silla sepupu orang yang ada di photo itu dia masih ada hubungan keluarga" kata sang detektif.
"Apa? Jadi dia" syane merasa lemas tubunya seolah membeku seketika ia tidak menyangka semua sahabatnya adalah sodara dari orang yang menjadi musuhnya. "sekarang silla bekerja di ATV"
"Maaf bu atas perintah tuan minho tim kami sudah meretas semua akses internet di perusahaan anda yang terhubung ke akun nona silla semua yang terhubung sudah kami blok dia tidak akan bisa membuka atau masuk ke semua akun perushaan anda, data yang simpan dan yang sedang dia gunakannya pun semuanya akan hilang dan dia tidak bisa membuka dengan akun manapun selama terdapat sidik jari dia, untuk keamanan perusahaan" tutur sang detektif.
"Baguslah kalau begitu, terima kasih atas bantuannya, sayang dan suami saya akan kekantor dulu tolong urus dia" perinta syane.
"Siap bu"
"Ayo sayang!" Ajak syane pada minho.Di dalam mobil menuju perjalanan pulang syane mendapat panggilan telpon yang masuk ke ponselnya ia melihat nama silla di layar ponselnya, saat melihat namanya syane merasa silla sudah bukan lagi sebagai sahabat melainkan seorang penghianat.
Syane menunjukan pada minho nama panggilan di ponselnya, minho menyuruh syane untuk mengangkat panggilan tersebut lalu syane mengangkan panggilan tersebut
●silla●
"Hallo san apa kabar?"
●syane●
"Kabar ku baik, kenapa sil?"
●silla●
"Syan sepertinya ada masalah deh"
●syane●
"Masalah apa"
●silla●
"Sepertinya ada yang ngebobol internet perusahaan kita syan jaringan yang masuk tidal dapat di akses padahal aku udah menghubungi orang IT"
●Syane●
"Oh ya sudah lah gak apapa"
●silla●
"Loh gak bisa dong aku susah untuk masuk gimana aku gak bisa kerja kalau begini caranya, soalnya setiap aku mau masuk ke akun perusahaan gak bisa semua terhubung ke kamu"
●syane●
"Ya sudah gak usah kerja"
●silla●
"Nggak bisa gitu dong!"
●syane●
"Kenapa nggak? aku yang sengaja suamilu sengaja ngeblokir semua aksesnya soalnya ada penghianat yang masuk ke perusahaanku"
●silla●
"Peng_hia_nat? Ssi_siapa?" Silla terdengar gugup.
●syane●
"Sil sorry ya udah dulu aku lagi sibuk"
●silla●
"Tapi syan!" Syane menutup sambungan telponnya.
Syane kembali kerumah sebelum jam makan malam syane dan minho sengaja pulang lebih awal agar bisa makan malam bersama sang nenek.
To Be Continue