Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
BAB 8



Min ho baru sampai kerumah setelah konser minho masuk kekamar ia menanggalkan semua pakaian nya dan pergi ke kamar mandi untuk merendam tubuhnya di dalam bathup yang sudah di isi air hagat oleh pelayan di apartemennya dengan menambahkan bubuk aroma maskulin pada air tersebut, minho merasa lelah dengan aktifitasnya seharian yang seharusnya hari libur ia gunakan untuk bersenang-senang tapi justru ia masih harus kerja, sungguh sangat melelahkan minho menikmati air yang menyelimuti tubuhnya membuatnya seolah ter relaksasi yang akan mengembalikan kesegaran tubuhnya.


Minho meraih segelas wine di samping bathup dan meminumnya tiba-tiba kembali di otaknya terbayang wajah gadis cantik bernama syane, kala senyuman manis syane melintas di benaknya min ho tersenyum, min ho juga ingat kalau dia sempat memberikan nomor ponselnya pada syane setelah beberap menit berendam min ho keluar dari bathup kemudian membersihkan busa yang menempel di tubuhnya di bawah guyuran shower ia berdiri tanpa memakai sehelai benang pun selagi mengguyur tubuhnya, syane terus menghiasi pikiran minho hingga akhirnya ia ingat, Saat yu jin memperkenalkan syane. "Kenalkan ini calon istriku" rasa kecewa yang mendalam di hati minho pun kembali, ia menapakan telapak tangannya pada dinding dan menundukan kepalanya sambil terus mengguyur tubuhnya saat terasa sudah bersih min ho pun menyudahinya, min ho memakai piama mandinya lalu keluar dari kamar mandi setelah meraih wine di samping bathup.


Min ho tak segera mengenakan pakaian min ho meraih ponselnya yang tergeletak di kasur kemudian duduk di tepi ranjang dengan gelas wine masih di tangan dan sesekali meneguknya dapat di bayangka bagaimana karisma seorang pria tampan seperti min ho yang sudah bersih, segar dengan rambut yang masih basah.


Min ho melihat nama syane yang sengaja ia simpan saat syane misscall ke nomernya tadi siang ia melihat photo profil yang di gunakan syane tapi syane tidak menggunakan photo profil lalu minho kembali menaruh ponselnya di kasur dan pergi ke arah lemari besar yang seluruhnya terbuat dari kaca yang disign minimalis dan elegant ia mencari pakaian yang hendak ia kenakan saat tidur.


[●]


Selesai sarapan min ho bersiap untuk kembali ke lokasi shooting menyelesaikan shooting film nya yang sebentar lagi rampung.


Sang asisten sibuk menyiapkan segala yang di butuhkan minho, asisten min ho bernama yoon jong yang selalu satia padanya dari dulu sampai saat ini.


Setelah semua persiapan yang akan di bawa kelokasi selesai, min ho pun pergi menggunakan mobil yang biasa di pakainya dengan di ikuti beberapa bodyguard di mobil lain di belakang mobil yang di naiki min ho.


Sampai di lokasi min ho di sambut dengan baik oleh para crew di sana dan juga manager min ho yang sudah standbye lebih dulu pakaian yang akan di pakai minho di siapkan oleh sang manager dan juga asisten min ho semua yang berada si lokasi terlihat sangat sibuk setelah kedatangan minho sang aktor yang menjadi bintang utama di film yang sebentar lagi akan segera tayang.


...


...


...


...


...


...


Setelah berganti pakaian min ho meraih kertas yang berisikan naskah untuk di hapalnya, beberapa menit kemudian shooting pun di mulai sutradara mengarahkan apa yang harus di lakukan sang aktor, beberapa adegan minho saat shooting menjadi pusat perhatian orang yang datang ke lokasi hanya untuk melihat sang aktor idolanya.


Beberapa jam kemudian shooting pun selesai namun min ho tak langsung pergi dari lokasi ia santai sebentar bercengkrama dengan orang-orang di lokasi.


Hari sudah sangat malam lalu minho memutuskan untuk pulang tapi tapi kali ini minho tidak pulang ke apartemen karna ia merasa kangen pada keluarganya min ho pulang ke rumah orang tuanya di gangnam.


Sampai di rumah min ho di sambut hangat oleh keluarganya kebetulan kakak perempuan minho juga ada di sana.


"kapan kakak kesini?" Tanya min ho.


"Tadi sore" jawab sang kakak.


"Min ho kamu pulang kesini kok ngasih kabar duku, memangnya besok gak ada shooting?" Tanya sang ibu yang bernama hye hoon yang muncul dari arah ruang makan.


"Ada hanya tinggal 2 episode lagi" jawab minho.


"Ya sudah, kamu udah makan?"


"Belum" ujar minho.


"Ayok makan dulu biar ibu keluarkan dulu makanan nya di lemari pemanas, " ajak nyonya hye hoon, minho memang jarang pulang ke rumah orang tuanya ia pulang hanya semaunya nya saja jika ia merasa kangen pada keluarganya baru ia akan pulang.


"Emang kamu belum makan? Di lokasi?" Tanya sang kakak


"Belum, sengaja aku nggak makan karna pulang   kangen masakan ibu" ujar min ho.


"Ya udah makan dulu sana" sang kakak


"Kakak sudah makan?"


"Sudah"


Min ho pergi ke ruang makan ia menyantap makanan yang tersaji di meja makan dengan di temani sang ibu.


"Ibu gak makan?" Minho menoleh ke arah ibunya yang memperhatikan sang anak yang tengah makan.


"Sudah ibu sudah makan sama-sama tadi" ujar hye hoon


"gimana kerjaan mu?"


"Lancar gak ada masalah dengan kerjaan aku, ayah mana?" Tanya minho yang belum melihat ayahnya.


"Di ruang kerja kaya ada yang sedang di kerjakan" jawab sang ibu.


Sang kakak menghampiri ke ruang makan bergabung menemani minho yang tengah makan dengan lahap lalu duduk di samping hye hoon tepatnya di depan minho yang terhalang meja.


"Minoz"


"Mmmm" gumam min ho.


"Katanya kamu lagi deket sama pengusaha muda asal indonesia ya?" Ucapan kakaknya membuat minho yang tengah memasukan makanan kemulutnya pun tersedak karna kaget mendengar ucapan kakaknya ia meraih segelas air minum yang di sodorkan ibunya.


"Kata siapa?" Tanya minho.


"Emang sekarang lagi ada hubungan sama siapa?" Tanya Sang ibu angkat bicara.


"Gak ada" min ho.


"Kamu jangan bohong, sebentar lagi soal kedekatan kamu dengan gadis itu bakal viral" kata sang kakak yang bernama lee yoon ye.


"Sayang kamu jangan asal dekat saja sama wanita! jangan sampai dia merusak reputasi kamu!" kata hye hoon.


"Dia itu sudah mau menikah" jawab minho sambil kembali memasukan makanan ke mulutnya.


"Kata siapa?" Tanya yoon.


"Kakak tau choi yu jin kan teman sekolah ku dulu?" Kata minho.


"Iya memannya kenapa?" Yoon.


"Dia calon suaminya" tandas minho.


"Masa sih tapi yang kakak tau dia itu sangat dingin sama pria" kata yoon seolah tau tentang wanita yang tengah dekat dengan minho.


"Hahahaha kakak tau dari mana? Emang kakak kenal sama dia?" Minho meremehkan.


"Kakak pernah ke kantor nya beberapa bulan lalu untuk membicarakan kerjasama dengan perusahaan stasiun televisinya karna waktu itu dia minta kamu yang jadi bintang tamu utamanya di sana, kebetulan kakak bersama tim agence yang tergabung dengan agence kakak yang lain datang ke kantornya saat itu, dan kamu tau? Kami yang datang kesana tidak cuma satu atau dua orang kami datang kesana berempat tapi dia tidak gugup saat berbicara di depan kami semua, padahal dia cuma berdua dengan asistennya tapi dia bicara dengan tegas dan berwibawa sebagai bisnis women aku kagum sama dia" kata yoon kakak perempuan minho satu-satunya.


Min ho menghentikan suapannya sejenak mendengar kakaknya berbicara.


"Itu aja? lalu dari mana kakak tau kalau si syane gak ada hubungan dengan yu jin?" Tegas minho serayan kembali memasukan sesuap makanan lagi ke mulutnya.


"Kakak pernah tanya sama dia, apakah dia sudah punya suami atau kekasih? Dia bilang belum ada niat untuk menjalin hubungan dengan siapapun jawabnya" tutur yoon.


"Ya mungkin waktu kakak tanya, memang belum ada niat tapi setelah bertemu yu jin? dia tertarik sama yu jin? bisa saja kan? Sudah lah kak aku gak mau memikirkan dia aku sudah cape mikirin dia tiap hari kakak tau dia yang ada di benaku belakangan ini" celoteh min ho lalu meneguk air minum kemudian beranjak dari tempat duduknya dan pergi setelah menyudahi makan dan melap bibirnya dengan tissu, sang ibu dan kakaknya kaget dengan pengakuan min ho.


"Apa min ho? kakak gak salah denger?" Yoon penasaran.


"Sudah lah kak aku kesini mau istirahat bukan mau di introgasi" min ho berjalan dan langsung naik ke lantai dua untuk menuju kamarnya.


"Iya, sudah lah yoon besok saja di bicarakan" kata hye hoon.


"Tapi bu ini sangat penting ibu tau gak siapa gadis itu? Gadis itu bukan gadis sembarangan,  Gadis itu sangat berpengaruh, dia memiliki banyak perusahaan di mana-mana padahal gadis itu masih sangat muda" tegas yoon.


"Oya siapa namanya" sang ibu mulai penasaran.


"Syane andrayan dia pewaris tunggal stasiun televisi swasta yang ada di indonesia katanya dengan modal stasiun televisi warisan orang tuanya dia mampu membangun beberapa perusahaan lain di beberapa negara dengan berbagai bidang termasuk di negara kita" tutur yoon pada ibunya.


"Hebat banget ya" hye mengagumi.


"Iya makanya bu, dan katanya, kata orang agence, min ho lagi deket sama dia" kata yoon.


"Tapi kok bisa dia deket sama minho? Emang dia sering ketemu dimana?" Hye hoon mengerutkan dari.


"Aku gak tau mereka sering ketemu di mana! tapi yang jelas waktu minho perform di indonesia min ho menarik untuk ke panggung untuk menemaninya dan ibu tau penampilannya sangat memukau pria tampan dengan gadis cantik" puji yoon.


"Ibu jadi penasaran mau ketemu dia" hye hoon.


"Gimana kalau kita undang makan malam di sini" usul yoon.


"Iya bagus, tapi apa dia mau?" hye hoon.


"Nggak tau juga tapi kita coba saja" yoon.


"Tapi ngomong-ngomong dia tau gak kalau kamu kakaknya min ho?" Tanya hye hoon.


"Kayanya sih nggak soalnya waktu aku ketemu dia aku gak bilang kalau yang jadi bintang tamu adalah adiku" ujar yoon.


"Ya udah kamu coba ajak dia makan malam sama kita kalau bisa secepatnya yoon!"


"Kenapa jadi ibu yang nafsu?"


"Bukan gitu, ibu cuma penasaran saja mendengar ada gadis muda yang sukses seperti dia" hye hoon.


"Iya bu, jarang-jarang ada pengusaha muda yang sukses seprti dia"


"Ya sidah kamu jangan sampai lupa untuk undang makan malam besok di rumah kita ya!"


"Besok?" Yoon tercengo mendengar kata besok untuk mengundang syane.


"Iya, Ibu mau kekamar" akhirnya mereka pun menyudahi obrolannya dan pergi kekamr masing-masing untuk pergi tidur.


To Be Continue